Daily notes : Something between a person and God

Faith is not theoretical or abstract thing or a feeling. Faith is the reality that guides our life. Our faith will get stronger when we are walking in the light of God. No human being  has the ability to read the heart  of another man, it is only God can do that, therefore a person’s faith to God is judged by God Himself  and not by other man…. it is between the individual and God.

In his earthly life by the power of the Holy Spirit Jesus stayed connected and depended on God the Father completely in everything he did. He had no agenda, no desire and no plan of His own. He knew that His purpose on this world is to fulfil the will of God the Father and nothing else…..

Catatan harian : Sesuatu antara seseorang dengan Tuhan Allah

Iman bukanlah teori dan sesuatu yang abstrak bukan juga perasaan. Iman adalah kenyataan hidup yang membimbing langkah hidup seseorang.  Iman kita akan bertumbuh dan semakin kuat pada saat kita berjalan dalam terang Allah. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk mengetahui isi hati orang lain, hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu, oleh karena itu iman seseorang pada Allah dinilai oleh Tuhan Allah sendiri dan bukan orang lain dan merupakan sesuatu yang pribadi antara orang tersebut  dengan Tuhan Allah.

Pada saat Yesus hidup sebagai manusia di bumi ini, melalui kuasa Roh Kudus Yesus menggantungkan segalaNya pada Allah Bapa dalam segala hal yang Dia lakukan. Dia tak memiliki rencana dan keinginan diri sendiri. Dia tahu persis bahwa hidupNya di bumi ini tiada lain adalah hanya untuk memenuhi rencana Allah Bapa ……………

Daily notes : From a murderer to a saint !

 

St Paul (he was formerly called Saul) lived as a persecutor and a murderer of Christians and a destroyer of the church of God. He then began to preach that Jesus of Nazareth is the Jewish Messiah and the Son of God.   He writes in his epistle to the Galatian church (located in the highlands of central Anatolia (Ankara) in modern Turkey).

 “I want you to know, brothers and sisters, that the gospel I preached is not of human origin. I did not receive it from any man, nor was I taught it; rather, I received it by revelation from Jesus Christ.”( Galatians 1 : 11-12)

The question is why would Jesus have had chosen Paul to be His apostle in his first century world? Couldn’t Jesus find someone else who was better than Paul? It is evident that God may choose anyone regardless of his/her background/race to serve Him and to be His representative for His Kingdom.  Those who are willing to submit and obey His calling will be equipped to work and to accomplish His great plans on this earth.

 

Catatan harian : Dari seorang pembunuh menjadi rasul

Rasul Paulus ( awalnya bernama Saulus ) hidup sebagai penganiaya, pembunuh orang –orang Kristen serta perusak gereja-gereja mereka. Dia mulai mengabarkan berita injil Tuhan Yesus sebagai utusan dan anak tunggal Allah setelah mengalami “pertemuan” dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damaskus dan dia menjadi buta sesaat. Dalam surat-suratnya pada jemaat-jemaat di Galatia dia menuliskan :

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. ( Galatia 1:11-12).

Pertanyaannya adalah kenapa Yesus menunjuk seseorang seperti Paulus untuk menjadi pengabar injil? Tidakkah Yesus dapat mencari orang lain yang hidup dan latar berlakangnya jauh lebih baik ? Ini adalah suatu bukti bahwa Tuhan memilih orang-orang untuk melayaniNya bukan berdasarkan latar belakang/kultur/pendididikan derajat dll.  Mereka yang ingin, patuh dan mengabdi pada Tuhan akan dilengkapi untuk menjalani pekerjaan dan rencana besar Allah di bumi ini.

 

And the dry bones became a great army

The Spirit of God came upon Ezekiel and led him to the valley full of dry bones. He was instructed to prophesy over the dry bones. The dry bones rattled, connected with each other. They formed as a human body covered with a skin. The Lord gave them breath and they lived, many of them stood upon their feet. The dry bones became an exceedingly great army. (Ezekiel 37:1-10).

God led Ezekiel through this vision. It symbolised the whole House of Israel that was then in captivity in the land of Babylon. Like unburied skeleton the people of Israel were in the state of living death. They turned away from God rejected Him. They thought there was no hope for them and they were cut of forever from God. God had chosen Ezekiel to speak to his people that He would restore their devastated nation and land.
God promised to restore them physically and spiritually.

“ I will put my Spirit in you and you shall live, and I will put you in your own land. Then you shall now that I, the Lord have spoken it and performed it.”(Ezekiel 37:14).

I believe the vision is also symbolised the strong army of believers and they are not just a group of people. They are spiritually strong in the Lord, equipped, trained and ready for battle. They obey God’s Word, submit to His Spirit and move with His mighty power. This is the prophecy of redemption for the nations by Jesus Christ.

Through the death of Jesus and His resurrected body by the power of the Holy Spirit, we have been brought back to life. We were dead in our sins and God made us alive in Chris Jesus. He has delivered us from sin and put his Spirit within us. He keeps us by his power through faith unto salvation.

When the Spirit of God leads a righteous man, he keeps him from falling to sin. He guides him to walk in the light and the truth of God’s word. He is being perfected day by day by the power of the Spirit. His obedience to the leading of the Spirit’s is an acceptance of His Lordship. We are all created and called specifically and uniquely to fulfill God’s Kingdom purposes. We are to impact and influence this world with the Kingdom message of salvation.

Once we were like those dry bones in the valley dead in sin without hope. We have been made alive to live and to serve God in Christ Jesus and to fulfill His plan in our life when we seek and accept Him.

Your Kingdom comes your will be done…….amen

Dan tulang beluang berubah menjadi barisan tentara yang kuat dan luar biasa.

Kuasa Tuhan meliputi Yehezkiel (Nabi Dul-Kifl) dan melalui perantaraan Rohnya dia dibawa ke suatu lembah penuh dengan tulang-tulang yang kering dan berserakan. Dia diperintahkan untuk bernubuat pada tulang-tulang tersebut untuk hidup kembali. Satu persatu tulang-tulang tersebut menyambung satu dengan yang lain dengan suara yang berderak. Urat, daging dan kulit membungkusnya yang pada akhirnya membentuk sebuah tubuh manusia. Tuhan menghembuskan nafas pada tubuh tersebut dan mereka hidup dan berdiri. Tulang belulang yang kering dan berserakan telah berubah menjadi sekumpulan besar tentara yang kuat dan luar biasa. (Yehezkiel 37:1-10).

Tuhan membimbing Yehezkiel melalui visi yang menggambarkan kehidupan bangsa Israel di masa perbudakan di tanah Babylon. Bagaikan tulang belulang tak terkubur dan berserakan begitulah kondisi bangsa Israel walaupun hidup namun berada dalam kondisi bagaikan seorang yang telah mati. Mereka meninggalkan Tuhan dan menolakNya. Mereka mengira harapan mereka terputus selamanya. Tuhan memilih Yehezkiel untuk berbicara pada bangsanya bahwa Dia akan memulihkan kehidupan mereka dari kehancuran tanah dan bangsa mereka.
Tuhan tidak hanya berjanji akan memulihkan fisik bahkan juga roh dan jiwa mereka.

Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.” ( Yehezkiel 37:14)

Saya percaya bahwa visi/penglihatan ini juga merupakan gambaran akan tentara orang-orang beriman yang begitu kuat. Bukan hanya sekumpulan orang-orang percaya namun mereka juga terlatih dan terdidik untuk siap menghadapi peperangan rohani. Mereka patuh akan firman Tuhan dan berserah serta percaya pada kepemimpinanNya, mereka bergerak oleh kuasaNya. Visi Ini juga merupakan nubuatan atas berita keselamatan untuk bangsa-bangsa melalui Yesus Kristus.

Melalui kematian Kristus dan kebangkitanNya oleh kuasa roh kudus kita telah dihidupkan kembali dari kematian akan dosa. Dia telah menyelamatkan kita dari segala dosa dan memberikan rohNya yang kudus kepada kita orang-orang percaya. Dia menjaga kita dengan kuasaNya melalui iman akan keselamatan hidup kita.

Pada saat Roh Allah membimbing langkah orang beriman maka dia akan menjaganya untuk tidak jatuh dalam dosa. Dia menuntunnya untuk berjalan dalam terang dan kebenaran firman Tuhan. Dia merubahnya untuk terus menjadi sempurna dari hari ke hari. Kepatuhan orang tersebut terhadap pimpinan Roh Allah merupakan bukti akan pengakuannya terhadap kepemimpinan Tuhan. Kita semua diciptakan khusus dan unik untuk memenuhi segala rencana KerajaanNya, juga menyebarkan berita keselamatan pada dunia.

Suatu ketika kita bagaikan tulang belulang di lembah mati karena dosa tanpa harapan. Kita telah dihidupkan kembali untuk hidup dan melayani Allah dalam Kristus melengkapi apa yang Dia rencanakan bagi hidup kita apabila kita bersedia untuk mencari dan menerimaNya.

Datanglah KerajaanMu dan jadilah kehendakMu…Amin.

The Peace of Christ

In English and Bahasa (Indonesian)

“ Peace I leave with you, My peace I give to you, not the worlds gives do I give to you. Let not your heart be troubled, neither let it be afraid. (John 14: 27- NKJV)

Jesus spoke of this to the disciples near the time of His crucifixion. His hour had come and He should depart from this world to the Father. That night in the last supper He brought to their mind the mystery that had yet to be revealed about the Father’s love.  He knew the confusion and fear that took hold of the disciples’ hearts.

In this intense conversation they still could not comprehend Christ’s word in their spiritual sense.  He said “ These things I have spoken to you while being present with you, but the Helper, the Holy Spirit whom the Father will send in My name, will teach you all things and bring your remembrance all things that I said to you ( John 14 : 25 – NKJV)   

They were to prepare themselves for things to come and to bear witness to His life. A great trial and tribulation that they would endure to see His humiliation and death on the cross. They were dearly loved and precious to Him. Christ would not leave them without help. He sent the Holy Spirit, the Spirit of Truth and the Comforter to strengthen their faith. Through scriptures He speaks to the mind, and brings truth upon the heart.      

Christ has given us His peace, the peace which surpasses all understanding. It can only be received through our communion with Him and of the revelation of Him by the power of The Holy Spirit. It is in His resurrection power those who believe and obey Him can experience this peace. It cannot be manipulated nor produced by our own effort. We are to continue abide in Him in order receive His fullness life. THE PRINCE OF PEACE, Jesus Christ reigns in His heavenly kingdom of righteousness, peace and joy.

The Nature obeys His command, respects His authority and follows His order. He calmed the sea when the storm struck the boat.

He arose and rebuked the wind, and said to the sea, “Peace, be still!” (Mark 4 :39-NKJV)

For many when they face uncertainty or challenges in their lives, often they lose their inner peace. They allow doubt to disturb their faith in the assurance of God’s word. They dishonour the presence of the Spirit of Truth by undermining His ability to guide and lead them through difficult situation. Instead they turn to others to seek advice while the Spirit of Comforter is always ready to help if only they would pray and seek His wisdom.

Doubt manifests itself in the heart of man because of his lack of understanding of God’s love. It was invented as a weapon by satan in the garden of Eden when he deceived Adam and Eve that led them to fall into sin and be separated from God.  

If we know the truth we will not be so easily consumed by the thought that takes away our faith. God’s word stands firm and its power can sustain us through the storm of life. To the church in Ephesus Apostle Paul wrote that through faith in Christ you “may be able to comprehend with all saints what is the width and length, and depth, and height; to know the love of Christ, which passes knowledge.” (Eph. 3:18-19).

Jesus has conquered every situation that we could possibly experience. He knows our weaknesses and our strengths, but these are not something that we should depend on to. His Grace is what we need daily in every breath we take and every moment we awake and every situation we are in, we should continually focus on and magnify the power of His grace. We must grow daily in grace and the knowledge of our Lord Jesus Christ which will empower us to walk on the path of His will.

Peace is the work of righteousness and the affect of righteousness is quietness and assurance forever. (Isaiah 32 :17- NKJV)

When the thunderstorm of tribulation comes and strikes our boat of peace we must not face this battle alone. Remember our Saviour Jesus Christ, the only One whom we can put our hope to. In quietness we must pray with the thought in mind of the assurance of His matchless love that nothing can separate us from it. He will never fail to deliver us and give us the help we need.

We must learn to put aside our ability to save ourselves by our own effort instead put our trust in Him completely. In doing this His everlasting peace shall fill our heart again, the peace that the world cannot give.

Damai  Sejahtera Kristus

 

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14 : 27)  

Yesus mengajarkan hal ini pada murid-muridNya pada saat mendekati waktu kematianNya di kayu salib. Waktunya telah dekat dan Dia harus kembali kepada Allah Bapa. Saat itu di perjamuan makan malam terakhir  Dia menegaskan kembali misteri Kasih Allah Bapa yang belum seutuhnya dimengerti oleh murid-muridNya. Dia mengerti segala rasa ketakutan dan ketidak pahaman yang dirasakan oleh mereka.

Di dalam perbincangan yang begitu serius mereka masih belum dapat memahami perkataan Kristus. Dia berfirman  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14 :25-26)  

Mereka dipersiapkan untuk menjadi saksi atas hidupNya. Cobaan besar yang akan datang yang mereka harus alami dan saksikan adalah kematian Yesus di kayu salib yang dipandang dunia begitu memalukan. Yesus sangat mengasihi mereka dan Dia tidak membiarkan mereka sendiri tanpa pertolonganNya.  Dia mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran dan penghibur untuk menguatkan iman mereka. Melalui segala firman Allah Roh Kudus berbicara dan mengajarkan kebenaran di hati dan pikiran orang-orang percaya.

Kristus telah memberikan damai sejahtera yang melampaui akal dan fikiran manusia. Damai sejahtera Allah yang hanya dapat diterima melalui pergumulan dengan Roh Allah dan pengertian akan Dia dalam hikmat Roh Kudus.

Dalam kuasa kebangkitanNya hanya mereka yang percaya dan patuh akan mengalami damai sejahtera Allah yang tak dapat diciptakan maupun dihasilkan oleh usaha diri sendiri. Haruslah kita terus bergantung padaNya untuk dapat mengalami kehidupan yang Dia miliki. Pangeran Damai Sejahtera bertahta dalam kerajaan yang penuh dengan kemuliaan, damai sejahtera dan suka cita.

Alam semesta mematuhi perintahNya, menghargai otoritas dan kepemimpinanNya dan mengikuti perintahNya. Dia menenangkan badai di danau yang menghantam perahu murid-murid Kristus.

Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.(Markus 4: 39)

Banyak diantara orang Kristen pada saat menghadapi tantangan dan cobaan hidup merasakan hilangnya damai suka cita Allah. Mereka membiarkan rasa ragu dan tak percaya ya dan ragu menggantikan iman akan firman Allah. Mereka tidak percaya percaya menggantikan iman yang mereka miliki akan firman Tuhan. Mereka tidak menghormati akan keberadaan dan kehadiran Roh Kudus memandang remeh akan kemampuanNya yang dapat membimbing mereka dalam menjalani masa-masa yang sulit. Mereka mencari jawaban dan nasehat dari orang lain sementara Roh Allah selalu siap menolong kalau saja mereka berdoa dan memohon petunjuk.

Keraguan di hati manusia timbul karena ketidak pahaman akan kasih Allah. Hal ini adalah senjata yang iblis ciptakan untuk menghasut Adam dan Hawa di taman Eden sehingga mereka jatuh dalam dosa dan terpisah dari Allah.

Apabila kita mengerti tentang kebenaran, maka kita tidak akan mudah terpengaruh oleh pemikiran yang dapat menghancurkan iman kita. Firman Allah sangat kuat dan kuasanya akan membuat kita terus melangkah tegar dalam menghadapi badai kehidupan apapun bentuknya.

Rasul Paulus menuliskan  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah (Efesus 3 :18-19)

Yesus telah menaklukan segala situasi dan kondisi yang mungkin kita alami. Dia mengetahui segala kelemahan dan kelebihan kita, namun bukan berarti kita bergantung pada hal ini. Kuasa kasihNyalah yang kita butuhkan setiap saat kita bernafas, setiap waktu kita terbangun dan disetiap situasi yang kita hadapi. Kita harus terus fokus pada kasihNya. Kita harus tumbuh dalam kasih dan pengetahuan serta hikmat akan Kristus Yesus yang dapat memberikan kita kekuatan untuk melangkah pada jalan dan rencanaNya.

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32 : 17)

Pada saat badai datang dan menyerang perahu damai sejahtera kita, janganlah kita mencoba menghadapi pertempuran itu sendiri. Ingatlah Jurus Selamat kita Yesus Kristus sebagai satu-satunya tempat kita berharap. Dalam ketenangan kita harus berdoa dan mengingat bahwa tak ada yang mampu memisahkan Allah  dari hidup kita. Dia tidak akan pernah gagal membawa kita keluar dari kesulitan dan memberikan pertolongan yang kita butuhkan. Kita harus belajar untuk tidak menggantungkan segala daya upaya dan kemampuan kita untuk menyelamatkan diri, namun percaya sepenuhnya pada Allah. Maka damai sejahteraNya yang tak akan berakhir akan terus kembali mengisi hati dan jiwa kita yaitu damai sejahtera yang berkesinambungan yang tak bisa diberikan oleh dunia.

 

 

The Living Water

John 7 : 37-38

On the last day, that great day of the feast, Jesus stood and cried out, saying, “If anyone thirsts, let him come to Me and drink. He who believes in Me, as the Scripture has said, out of his heart will flow rivers of living water.” ( NKJV)

A few years ago I went to visit one of the countries in Middle East. It was about 2 pm in the afternoon my brother and I walked through the open dry land to reach our destination. It was a short distance but the heat was almost unbearable. At that time all I could think about was a bottle of cold water to drink and to pour on my head to cool me down. I felt so thirsty and exhausted because of the heat. Soon after we had reached the place immediately I drank and drank and drank….

Our physical body needs water and food to keep us alive so does our spiritual body. Our Lord Jesus has invited all of thirsty souls without any exception to come and drink from Him.  Rivers of living water shall flow out of their hearts who drink it. His love, His compassion and His joy shall be seen in their lives. Burden and weariness in heart and mind will turn to joy and peace.

To the Samaritan woman who drew water at Jacob’s well Jesus said that he who drinks from Him, the water will become in him the fountain of water springing up into everlasting life. From the fountain the rivers of living water flow in the heart that cleans, purifies and gives life to every part of thirsty soul.  

Those who are thirsty for His love, His righteousness, His wisdom, His compassion and His Holiness let them drink from Christ the source of life.Their eyes shall be opened to see His character, their minds shall be filled with His heavenly understanding and their souls shall be nourished with His everlasting hope.

We come to Jesus as who we are, as we draw near to Him by diligently studying His word,  we shall grow in grace and be filled with His fullness day by day. The gates of heavenly revelations of His fullness are open to those who are willing to enter. He shall be conformed to His image by the work of the Holy Spirit.

In Christ alone we are complete. The heat of trials, pressures and difficulties in life that almost burn us, have no power to take away His grace nor separate His love from us.  By faith we must continue trusting Him to lead us to walk on the path of His righteousness, on the road of His holiness and on the pavement of His humility until we reach our destination in Christ. Do not let pride, disobedience and unbelief robbing us from God’s perfect plan for us in this life and also in the life to come (eternity).

“Come!” And let him who hears say,”Come!” And let him who thirsts come. Whoever desires, let him take the water of life freely (Revelation 22 v 17)

Bahasa (Indonesian)

 Air Kehidupan

 Yohanes 7: 37-38

 Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

 

Beberapa tahun yang lalu saya berkunjung  ke salah satu negara di Timur Tengah. Kira-kira jam 2 siang saya dan adik laki-laki saya berjalan menuju ke suatu tempat melalui padang gurun yang luas, walalupun hanya untuk jarak yang tidak terlalu jauh namun sengatan sinar matahari sangat begitu kuat hampir tak tertahankan. Pada saat itu saya hanya membayangkan sebotol air dingin untuk diminum dan diguyurkan di atas kepala saya. Pada saat kami tiba di tempat tujuan tak dapat dipungkiri lagi kami langsung minum, minum dan minum sampai puas.

Tubuh kita memerlukan air dan makanan untuk tetap hidup demikian juga rohani kita. Yesus telah mengundang semua yang haus jiwanya tanpa terkecuali untuk datang dan minum dari-Nya. Sungai-sungai air kehidupan akan mengalir di hati mereka yang telah meminum air tersebut. Kasih-Nya, kebaikan-Nya dan sukacita-Nya akan terlihat pada kehidupan mereka. Beban berat dan letih pikiran akan berganti menjadi suka cita dan damai sejahtera.

Kepada wanita Samaria yang  menimba air di sumur Yakub, Yesus mengatakan bahwa mereka yang meminum air yang Yesus berikan dalam dirinya akan menjadi mata air yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. Dari sumber air mengalir sungai sungai air kehidupan yang dapat membersihkan, memurnikan dan menghidupi setiap bagian dari jiiwa yang haus dan kering.

Mereka yang haus akan kasih-Nya, akan kemulian-Nya, akan hikmat-Nya, akan belas kasih-Nya dan kesucian-Nya biarlah mereka minum dari Kristus sebagai sumber kehidupan.

Mata hati mereka akan terbuka dapat melihat karakter-Nya, pikiran mereka akan akan terpenuhi oleh pengertian hikmat sorgawi atas diriNya, dan jiwa mereka akan dipenuhi oleh harapan-Nya yang selalu hidup kekal dan tak pernah berakhir.

Kita datang pada Tuhan Yesus apa adanya, semakin kita mendekati diri dengan terus mempelajari firman-firman-Nya maka kasih-Nya dan segala yang ada pada-Nya akan bertumbuh dalam hidup kita setiap hari. Pintu gerbang sorga akan segala hikmat dan pengertian tentang diri-Nya terbuka lebar bagi mereka yang bersedia masuk dan berdiam. Roh Kudus akan merubah hidup kita menjadi seperti diriNya.  

Dalam Kristus hidup kita utuh dan sempurna. Sengatan panas akan cobaan, tekanan dan kesulitan hidup yang hampir membakar tidak memiliki kuasa untuk memisahkan kita dari kasih-Nya. Dengan iman haruslah kita terus percaya padaNya untuk membimbing langkah kita pada tapak kemuliaan-Nya, pada jalan kesucian-Nya dan pada jalur kerendahan hati-Nya sampai pada tujuan akhir kita dalam Kristus. Jangan biarkan kebanggaan diri, ketidak patuhan dan ketidak percayaan merampas rencana Allah dalam hidup kita sekarang dan di masa yang kekal.   

 “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!  ( Wahyu 22 :17)