Daily notes : Something between a person and God

Faith is not theoretical or abstract thing or a feeling. Faith is the reality that guides our life. Our faith will get stronger when we are walking in the light of God. No human being  has the ability to read the heart  of another man, it is only God can do that, therefore a person’s faith to God is judged by God Himself  and not by other man…. it is between the individual and God.

In his earthly life by the power of the Holy Spirit Jesus stayed connected and depended on God the Father completely in everything he did. He had no agenda, no desire and no plan of His own. He knew that His purpose on this world is to fulfil the will of God the Father and nothing else…..

Catatan harian : Sesuatu antara seseorang dengan Tuhan Allah

Iman bukanlah teori dan sesuatu yang abstrak bukan juga perasaan. Iman adalah kenyataan hidup yang membimbing langkah hidup seseorang.  Iman kita akan bertumbuh dan semakin kuat pada saat kita berjalan dalam terang Allah. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk mengetahui isi hati orang lain, hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu, oleh karena itu iman seseorang pada Allah dinilai oleh Tuhan Allah sendiri dan bukan orang lain dan merupakan sesuatu yang pribadi antara orang tersebut  dengan Tuhan Allah.

Pada saat Yesus hidup sebagai manusia di bumi ini, melalui kuasa Roh Kudus Yesus menggantungkan segalaNya pada Allah Bapa dalam segala hal yang Dia lakukan. Dia tak memiliki rencana dan keinginan diri sendiri. Dia tahu persis bahwa hidupNya di bumi ini tiada lain adalah hanya untuk memenuhi rencana Allah Bapa ……………

Advertisements

The Peace of Christ

In English and Bahasa (Indonesian)

“ Peace I leave with you, My peace I give to you, not the worlds gives do I give to you. Let not your heart be troubled, neither let it be afraid. (John 14: 27- NKJV)

Jesus spoke of this to the disciples near the time of His crucifixion. His hour had come and He should depart from this world to the Father. That night in the last supper He brought to their mind the mystery that had yet to be revealed about the Father’s love.  He knew the confusion and fear that took hold of the disciples’ hearts.

In this intense conversation they still could not comprehend Christ’s word in their spiritual sense.  He said “ These things I have spoken to you while being present with you, but the Helper, the Holy Spirit whom the Father will send in My name, will teach you all things and bring your remembrance all things that I said to you ( John 14 : 25 – NKJV)   

They were to prepare themselves for things to come and to bear witness to His life. A great trial and tribulation that they would endure to see His humiliation and death on the cross. They were dearly loved and precious to Him. Christ would not leave them without help. He sent the Holy Spirit, the Spirit of Truth and the Comforter to strengthen their faith. Through scriptures He speaks to the mind, and brings truth upon the heart.      

Christ has given us His peace, the peace which surpasses all understanding. It can only be received through our communion with Him and of the revelation of Him by the power of The Holy Spirit. It is in His resurrection power those who believe and obey Him can experience this peace. It cannot be manipulated nor produced by our own effort. We are to continue abide in Him in order receive His fullness life. THE PRINCE OF PEACE, Jesus Christ reigns in His heavenly kingdom of righteousness, peace and joy.

The Nature obeys His command, respects His authority and follows His order. He calmed the sea when the storm struck the boat.

He arose and rebuked the wind, and said to the sea, “Peace, be still!” (Mark 4 :39-NKJV)

For many when they face uncertainty or challenges in their lives, often they lose their inner peace. They allow doubt to disturb their faith in the assurance of God’s word. They dishonour the presence of the Spirit of Truth by undermining His ability to guide and lead them through difficult situation. Instead they turn to others to seek advice while the Spirit of Comforter is always ready to help if only they would pray and seek His wisdom.

Doubt manifests itself in the heart of man because of his lack of understanding of God’s love. It was invented as a weapon by satan in the garden of Eden when he deceived Adam and Eve that led them to fall into sin and be separated from God.  

If we know the truth we will not be so easily consumed by the thought that takes away our faith. God’s word stands firm and its power can sustain us through the storm of life. To the church in Ephesus Apostle Paul wrote that through faith in Christ you “may be able to comprehend with all saints what is the width and length, and depth, and height; to know the love of Christ, which passes knowledge.” (Eph. 3:18-19).

Jesus has conquered every situation that we could possibly experience. He knows our weaknesses and our strengths, but these are not something that we should depend on to. His Grace is what we need daily in every breath we take and every moment we awake and every situation we are in, we should continually focus on and magnify the power of His grace. We must grow daily in grace and the knowledge of our Lord Jesus Christ which will empower us to walk on the path of His will.

Peace is the work of righteousness and the affect of righteousness is quietness and assurance forever. (Isaiah 32 :17- NKJV)

When the thunderstorm of tribulation comes and strikes our boat of peace we must not face this battle alone. Remember our Saviour Jesus Christ, the only One whom we can put our hope to. In quietness we must pray with the thought in mind of the assurance of His matchless love that nothing can separate us from it. He will never fail to deliver us and give us the help we need.

We must learn to put aside our ability to save ourselves by our own effort instead put our trust in Him completely. In doing this His everlasting peace shall fill our heart again, the peace that the world cannot give.

Damai  Sejahtera Kristus

 

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14 : 27)  

Yesus mengajarkan hal ini pada murid-muridNya pada saat mendekati waktu kematianNya di kayu salib. Waktunya telah dekat dan Dia harus kembali kepada Allah Bapa. Saat itu di perjamuan makan malam terakhir  Dia menegaskan kembali misteri Kasih Allah Bapa yang belum seutuhnya dimengerti oleh murid-muridNya. Dia mengerti segala rasa ketakutan dan ketidak pahaman yang dirasakan oleh mereka.

Di dalam perbincangan yang begitu serius mereka masih belum dapat memahami perkataan Kristus. Dia berfirman  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14 :25-26)  

Mereka dipersiapkan untuk menjadi saksi atas hidupNya. Cobaan besar yang akan datang yang mereka harus alami dan saksikan adalah kematian Yesus di kayu salib yang dipandang dunia begitu memalukan. Yesus sangat mengasihi mereka dan Dia tidak membiarkan mereka sendiri tanpa pertolonganNya.  Dia mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran dan penghibur untuk menguatkan iman mereka. Melalui segala firman Allah Roh Kudus berbicara dan mengajarkan kebenaran di hati dan pikiran orang-orang percaya.

Kristus telah memberikan damai sejahtera yang melampaui akal dan fikiran manusia. Damai sejahtera Allah yang hanya dapat diterima melalui pergumulan dengan Roh Allah dan pengertian akan Dia dalam hikmat Roh Kudus.

Dalam kuasa kebangkitanNya hanya mereka yang percaya dan patuh akan mengalami damai sejahtera Allah yang tak dapat diciptakan maupun dihasilkan oleh usaha diri sendiri. Haruslah kita terus bergantung padaNya untuk dapat mengalami kehidupan yang Dia miliki. Pangeran Damai Sejahtera bertahta dalam kerajaan yang penuh dengan kemuliaan, damai sejahtera dan suka cita.

Alam semesta mematuhi perintahNya, menghargai otoritas dan kepemimpinanNya dan mengikuti perintahNya. Dia menenangkan badai di danau yang menghantam perahu murid-murid Kristus.

Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.(Markus 4: 39)

Banyak diantara orang Kristen pada saat menghadapi tantangan dan cobaan hidup merasakan hilangnya damai suka cita Allah. Mereka membiarkan rasa ragu dan tak percaya ya dan ragu menggantikan iman akan firman Allah. Mereka tidak percaya percaya menggantikan iman yang mereka miliki akan firman Tuhan. Mereka tidak menghormati akan keberadaan dan kehadiran Roh Kudus memandang remeh akan kemampuanNya yang dapat membimbing mereka dalam menjalani masa-masa yang sulit. Mereka mencari jawaban dan nasehat dari orang lain sementara Roh Allah selalu siap menolong kalau saja mereka berdoa dan memohon petunjuk.

Keraguan di hati manusia timbul karena ketidak pahaman akan kasih Allah. Hal ini adalah senjata yang iblis ciptakan untuk menghasut Adam dan Hawa di taman Eden sehingga mereka jatuh dalam dosa dan terpisah dari Allah.

Apabila kita mengerti tentang kebenaran, maka kita tidak akan mudah terpengaruh oleh pemikiran yang dapat menghancurkan iman kita. Firman Allah sangat kuat dan kuasanya akan membuat kita terus melangkah tegar dalam menghadapi badai kehidupan apapun bentuknya.

Rasul Paulus menuliskan  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah (Efesus 3 :18-19)

Yesus telah menaklukan segala situasi dan kondisi yang mungkin kita alami. Dia mengetahui segala kelemahan dan kelebihan kita, namun bukan berarti kita bergantung pada hal ini. Kuasa kasihNyalah yang kita butuhkan setiap saat kita bernafas, setiap waktu kita terbangun dan disetiap situasi yang kita hadapi. Kita harus terus fokus pada kasihNya. Kita harus tumbuh dalam kasih dan pengetahuan serta hikmat akan Kristus Yesus yang dapat memberikan kita kekuatan untuk melangkah pada jalan dan rencanaNya.

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32 : 17)

Pada saat badai datang dan menyerang perahu damai sejahtera kita, janganlah kita mencoba menghadapi pertempuran itu sendiri. Ingatlah Jurus Selamat kita Yesus Kristus sebagai satu-satunya tempat kita berharap. Dalam ketenangan kita harus berdoa dan mengingat bahwa tak ada yang mampu memisahkan Allah  dari hidup kita. Dia tidak akan pernah gagal membawa kita keluar dari kesulitan dan memberikan pertolongan yang kita butuhkan. Kita harus belajar untuk tidak menggantungkan segala daya upaya dan kemampuan kita untuk menyelamatkan diri, namun percaya sepenuhnya pada Allah. Maka damai sejahteraNya yang tak akan berakhir akan terus kembali mengisi hati dan jiwa kita yaitu damai sejahtera yang berkesinambungan yang tak bisa diberikan oleh dunia.

 

 

Janganlah Takut

Pada saat kata “takut” terdengar atau terucap seringkali kita diingatkan oleh kejadian atau fikiran yang membuat hati kita cemas dan khawatir. Baik itu pengalaman di masa lalu bahkan bayangan tentang masa depan. Rasa takut melumpuhkan rasa percaya diri, mengekang kebebasan untuk berfikir dalam mengambil keputusan merusak dan mengacaukan banteng kedamaian suka cita seseorang.

Berawal dari serangan pada mental seseorang yang sering berakhir pada ketidak berdayaan fisik yang menyebabkan sakit penyakit. Banyak sekali contoh yang kita lihat penyakit parah yang diderita beberapa orang berawal dari tekanan mental yang berat salah satunya adalah rasa takut.

Rasa takut seringkali menjurus pada bayangan tentang sesuatu yang mungkin akan terjadi di masa depan. Daya imaginasi seseorang mampu menciptakan bayangan tentang situasi yang baik ataupun buruk. Seseorang yang mengalami rasa takut biasanya selalu berfikir penuh dengan ketidak pastian membayangkan sesuatu yang mungkin akan dialami  “ bagaimana kalau ini akan terjadi ?” bagaimana kalau itu akan terjadi ?”. Bayangan buruk yang penuh dengan praduga dan perkiraan.

Banyak sekali macam rasa takut, takut gagal, takut tertinggal,takut melangkah,takut mengambil keputusan,takut terkalahkan, takut hilang harga diri, takut  hal indah yang dialami/dimiliki akan berakhir, takut berpisah, takut tidak mampu, takut akan tantangan, takut akan hari esok, takut akan masa depan serta takut pada kematian.

Rasa takut berawal dari ketidak pahaman atas pengertian kasih Allah yang begitu sempurna. Banyak firman dalam alkitab yang mengajarkan umat Kristen untuk tidak hidup dalam rasa takut terhadap apapun.

2 Timutius 1:7

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Dalam firman diatas jelas sekali Allah tidak memberikan anda roh ketakutan tetapi kekuatan disertai dengan kasihNya dan dilengkapi dengan hikmatNya yang dapat membuat anda mampu menghadapi serangan rasa takut.

1 Yohanes 4:18

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Apa pengertian tentang firman ini marilah kita pelajari lebih dalam. Kesempurnaan kasih Allah Bapa yang telah dilimpahkan dalam Kristus adalah suatu kasih yang hanya bisa dipahami dan dimengerti apabila anda bersedia menerimanya, meyakini, mengimani  dan mengkajinya lebih dalam lagi. Semakin dalam anda mempelajari kasih Allah semakin besar hikmat yang akan anda dapatkan. Anda akan semakin mengenal karakter Allah  dengan kasih yang tidak ada batasan  yang tidak bisa dihentikan oleh apapun bahkan siapapun. Kasih yang mengalir langsung dari sumber kehidupan Allah Bapa di Sorga yang sangat besar yang menyelamatkan umat manusia dari hukuman dosa dengan kematian Kristus di kayu salib. Dengan kebangkitanNya kita mendapatkan kehidupan baru yang tidak bisa kita dapati dengan usaha kita sendiri. Roh Allah memberikan kebebasan hidup memberikan keyakinan pada orang percaya bahwa Dia berkuasa atas segalanya jauh di atas dari apa yang kita fikirkan.

Rasa takut merupakan suatu pemikiran yang ditanamkan oleh iblis agar anda tidak bisa mencapai tujuan akhir hidup yang telah Allah rencanakan dalam Kristus.

Bagaimana iblis melakukan hal ini ?

  1. Dengan cara meracuni fikiran anda dengan hal-hal yang negative yang menimbulkan keraguan pada iman anda.
  2. Merubah rasa percaya pada kasih Allah yang sempurna dan menggantinya dengan rasa keinginan untuk bisa menghadapi situasi dengan usaha diri sendiri.
  3. Menanamkan keraguan-keraguan atas firman – firman Allah yang anda dengar.

Dengan tujuan untuk membelenggu dan mengikat, maka iblis akan terus berupaya meracuni fikiran manusia dengan caranya yang telah dilakukan selama ribuan tahun.

Lalu bagaiman caranya untuk keluar dari rasa takut ?

Sebelum saya menjawab pertanyaan ini saya akan membawa anda pada pengalaman yang pernah saya alami.

Saya pernah mengalami ketakutan besar dalam hidup saya dengan keputusan yang telah saya  ambil apakah saya mengambil keputusan yang benar. Banyak waktu yang saya curahkan  untuk memikirkan hal ini. Saya tahu persis bahwa keputusan ini akan berpengaruh besar pada hidup saya dan akan membawa dampak  pada kehidupan masa depan saya. Saya berusaha keras untuk menenangkan hati dan berfikir positive bahwa segalanya akan baik dan saya percaya penuh dan menggantungkan segalanya pada Allah. Tetapi masih terselip keraguan seakan saya membutuhkan suatu keyakinan dan jaminan bahwa semuanya akan berjalan sesuai dengan apa yang saya harapkan. Saya serahkan semua rasa ketakutan saya pada Allah dan saya memohon padaNya agar saya bisa diberikan ketenangan di hati. Semakin saya banyak mempelajari alkitab semakin saya mengerti bahwa rasa ketakutan yang saya alami bukanlah dari Allah. Sampai pada suatu hari Roh Kudus menunjukan  firman Allah yang berbunyi :

…………. “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” ( Ibrani 13:5)

Pada saat itulah baru saya mengerti benar bahwa apapun yang terjadi Allah tidak akan meninggalkan saya. Seandainyapun apa yang saya bayangkan terjadi, Dia selalu bersama saya dan memberikan keyakinan bahwa saya mampu menghadapinya dan kuasaNya melebihi apa yang saya bayangkan. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang bisa memberikan jaminan yang tak bisa dihapus, dihancurkan dan digoyahkan. Allah sendiri yang bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya yang bisa menjamin semua firman-firman dan janji-janjiNya dalam alkitab. Sekarang saya hidup bebas dari rasa ketakutan apapun bentuknya termasuk rasa takut akan kematian. Pada saat  perasaan itu timbul saya segera mengingat dan mengikrarkan kembali firman tersebut yang menguatkan hati saya. Oleh kematianNya Yesus memusnahkan iblis yang memiki kuasa akan maut dan membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takut akan maut.

Kasih sempurna adalah kasih Kristus yang tidak didasari oleh perasaan dan dilimpahkan tanpa syarat.Tidak dapat digoyahkan, dihentikan dan dipungkiri keberadaannya oleh mereka yang mengalaminya.Kasih yang memberikan kehidupan yang seutuhnya. Tuhan tidak pernah memaksa anda untuk menerimanya, Dia memberikan kebebasan penuh pada  anda untuk menerima atau menolaknya. Dalam pengalaman yang saya alami diatas saya bertumbuh dalam kasih dari hari ke hari saya lebih mengenal kuasa yang tersimpan dalam kasih yang begitu besar. Kasih yang menghilangkan rasa takut, khawatir dan membangun pengertian iman bahwa tak ada satupun yang dapat memisahkan kasihNya dari hidup saya. Dalam doa-doa dan pujian yang saya panjatkan kepadaNya membawa saya pada suasana kehadiran Allah dan membuat hati saya penuh dengan rasa cinta kasih dan suka cita yang tidak dapat digambarkan. Perlahan-lahan rasa takut akan pergi karena dalam suasana yang dipenuhi dengan roh Allah sebagai pemberi kehidupan tidak ada tempat lagi bagi roh kegelapan.

Dalam surat Markus 4:35-41 tertulis :

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

Bisa dibayangkan ketakutan yang dialami oleh murid-murid Yesus ditengah-tengah badai yang dasyat. Langit yang begitu gelap serta amukan ombak seakan siap untuk menelan perahu mereka. Maka ketakutan yang luar biasa menyerang dalam pertempuran mereka dengan maut. Mereka lupa bahwa pencipta kehidupan ada di tengah-tengah mereka. Mereka berusaha keras untuk menyelamatkan diri dengan usaha mereka sendiri tetapi tidak berhasil. Dengan penuh kepanikan mereka membagunkan Tuhan Yesus dari tidurnya. Dengan dua kata  yang Yesus ucapkan “ Diam ! Tenanglah !”  angin besar dan ombakpun tunduk pada perintahNya dan kembali suasana menjadi tenang.

Hal ini sering terjadi dalam kehidupan kita, pada saat kita dilanda rasa takut kita lupa bahwa Kristus ada di tengah tengah kekacauan yang menyerang kedamaian hati. Seperti Yesus yang  bersandar pada kuasa Allah Bapa dengan otoritas Sorga yang diberikan kepadaNya maka kita harus bersandar sepenuhnya pada kuasa Kristus. Rasa takut membuktikan bahwa anda masih mempunyai keraguan dan tidak percaya bahwa Allah mampu !

Nabi Yesaya menuliskan dalam surat Yesaya 41:13

“Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Pemazmur mengikrarkan and mengekpresikan keyakinan mereka terhadap pertolongan Allah dalam surat Mazmur 23:4

“ Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Kuasa Allah bukan saja menghilangkan rasa takut tetapi juga menghibur dan memberikan kekuatan pada saat anda merasa takut. Hanya  kuasaNya yang bisa menghancurkan sesuatu yang berdiri dan bertujuan meninggikan derajatnya untuk menentang kebenaran  firman.

 

Oleh karena itu penting sekali untuk terus menganalisa, mengintrospeksi dan menyelidiki selalu iman anda dalam Kristus sebagai dasar utama dalam hidup orang percaya. Melalui firman yang terus dipelajari  diharapkan akan ada perubahan dalam  pola pikir yang mampu menghapuskan segala hal-hal atau kuasa-kuasa yang ditanamkan iblis dalam pikiran anda yang bertentangan dengan kebenaran Allah.

Kembali kepada pertanyaan di atas bagaimana agar anda keluar dari rasa takut ?

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah meyakini kasih Allah yang begitu besar dalam hidup anda dan tidak ada yang dapat memisahkannya dari hidup anda karena kasih Kristus telah memuliakan anda dihadapan Allah. Kedua dengan mengikrarkan dan mengucapkan firman-firman kebenaran. Ketiga dengan terus berdoa dan memanjatkan pujian karena dalam kehadiran roh Allah kuasa kegelapan akan dapat dipatahkan. Yang terakhir imanilah bahwa tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan kuasa Allah karena Dia telah memateraikan anda sebagai tanda milikNya dan memberikan Roh Kudus dalam hati anda sebagai jaminan.

Kalau pada saat anda membaca tulisan ini ada rasa takut dalam hati anda yang begitu dalam  saya berharap anda akan mendapatkan kembali damai suka cita Allah dalam hati anda kembali setelah anda berserah dan melakukan dengan sungguh-sungguh apa yang tersebutkan di atas.

Saya berdoa agar damai sejahtera Allah yang melampui segala akal akan selalu memelihara hati dan pikiran anda dalam Kristus Yesus.

NB 16/08/12