Daily notes : Something between a person and God

Faith is not theoretical or abstract thing or a feeling. Faith is the reality that guides our life. Our faith will get stronger when we are walking in the light of God. No human being  has the ability to read the heart  of another man, it is only God can do that, therefore a person’s faith to God is judged by God Himself  and not by other man…. it is between the individual and God.

In his earthly life by the power of the Holy Spirit Jesus stayed connected and depended on God the Father completely in everything he did. He had no agenda, no desire and no plan of His own. He knew that His purpose on this world is to fulfil the will of God the Father and nothing else…..

Catatan harian : Sesuatu antara seseorang dengan Tuhan Allah

Iman bukanlah teori dan sesuatu yang abstrak bukan juga perasaan. Iman adalah kenyataan hidup yang membimbing langkah hidup seseorang.  Iman kita akan bertumbuh dan semakin kuat pada saat kita berjalan dalam terang Allah. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk mengetahui isi hati orang lain, hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu, oleh karena itu iman seseorang pada Allah dinilai oleh Tuhan Allah sendiri dan bukan orang lain dan merupakan sesuatu yang pribadi antara orang tersebut  dengan Tuhan Allah.

Pada saat Yesus hidup sebagai manusia di bumi ini, melalui kuasa Roh Kudus Yesus menggantungkan segalaNya pada Allah Bapa dalam segala hal yang Dia lakukan. Dia tak memiliki rencana dan keinginan diri sendiri. Dia tahu persis bahwa hidupNya di bumi ini tiada lain adalah hanya untuk memenuhi rencana Allah Bapa ……………

Daily notes : From a murderer to a saint !

 

St Paul (he was formerly called Saul) lived as a persecutor and a murderer of Christians and a destroyer of the church of God. He then began to preach that Jesus of Nazareth is the Jewish Messiah and the Son of God.   He writes in his epistle to the Galatian church (located in the highlands of central Anatolia (Ankara) in modern Turkey).

 “I want you to know, brothers and sisters, that the gospel I preached is not of human origin. I did not receive it from any man, nor was I taught it; rather, I received it by revelation from Jesus Christ.”( Galatians 1 : 11-12)

The question is why would Jesus have had chosen Paul to be His apostle in his first century world? Couldn’t Jesus find someone else who was better than Paul? It is evident that God may choose anyone regardless of his/her background/race to serve Him and to be His representative for His Kingdom.  Those who are willing to submit and obey His calling will be equipped to work and to accomplish His great plans on this earth.

 

Catatan harian : Dari seorang pembunuh menjadi rasul

Rasul Paulus ( awalnya bernama Saulus ) hidup sebagai penganiaya, pembunuh orang –orang Kristen serta perusak gereja-gereja mereka. Dia mulai mengabarkan berita injil Tuhan Yesus sebagai utusan dan anak tunggal Allah setelah mengalami “pertemuan” dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damaskus dan dia menjadi buta sesaat. Dalam surat-suratnya pada jemaat-jemaat di Galatia dia menuliskan :

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. ( Galatia 1:11-12).

Pertanyaannya adalah kenapa Yesus menunjuk seseorang seperti Paulus untuk menjadi pengabar injil? Tidakkah Yesus dapat mencari orang lain yang hidup dan latar berlakangnya jauh lebih baik ? Ini adalah suatu bukti bahwa Tuhan memilih orang-orang untuk melayaniNya bukan berdasarkan latar belakang/kultur/pendididikan derajat dll.  Mereka yang ingin, patuh dan mengabdi pada Tuhan akan dilengkapi untuk menjalani pekerjaan dan rencana besar Allah di bumi ini.

 

And the dry bones became a great army

The Spirit of God came upon Ezekiel and led him to the valley full of dry bones. He was instructed to prophesy over the dry bones. The dry bones rattled, connected with each other. They formed as a human body covered with a skin. The Lord gave them breath and they lived, many of them stood upon their feet. The dry bones became an exceedingly great army. (Ezekiel 37:1-10).

God led Ezekiel through this vision. It symbolised the whole House of Israel that was then in captivity in the land of Babylon. Like unburied skeleton the people of Israel were in the state of living death. They turned away from God rejected Him. They thought there was no hope for them and they were cut of forever from God. God had chosen Ezekiel to speak to his people that He would restore their devastated nation and land.
God promised to restore them physically and spiritually.

“ I will put my Spirit in you and you shall live, and I will put you in your own land. Then you shall now that I, the Lord have spoken it and performed it.”(Ezekiel 37:14).

I believe the vision is also symbolised the strong army of believers and they are not just a group of people. They are spiritually strong in the Lord, equipped, trained and ready for battle. They obey God’s Word, submit to His Spirit and move with His mighty power. This is the prophecy of redemption for the nations by Jesus Christ.

Through the death of Jesus and His resurrected body by the power of the Holy Spirit, we have been brought back to life. We were dead in our sins and God made us alive in Chris Jesus. He has delivered us from sin and put his Spirit within us. He keeps us by his power through faith unto salvation.

When the Spirit of God leads a righteous man, he keeps him from falling to sin. He guides him to walk in the light and the truth of God’s word. He is being perfected day by day by the power of the Spirit. His obedience to the leading of the Spirit’s is an acceptance of His Lordship. We are all created and called specifically and uniquely to fulfill God’s Kingdom purposes. We are to impact and influence this world with the Kingdom message of salvation.

Once we were like those dry bones in the valley dead in sin without hope. We have been made alive to live and to serve God in Christ Jesus and to fulfill His plan in our life when we seek and accept Him.

Your Kingdom comes your will be done…….amen

Dan tulang beluang berubah menjadi barisan tentara yang kuat dan luar biasa.

Kuasa Tuhan meliputi Yehezkiel (Nabi Dul-Kifl) dan melalui perantaraan Rohnya dia dibawa ke suatu lembah penuh dengan tulang-tulang yang kering dan berserakan. Dia diperintahkan untuk bernubuat pada tulang-tulang tersebut untuk hidup kembali. Satu persatu tulang-tulang tersebut menyambung satu dengan yang lain dengan suara yang berderak. Urat, daging dan kulit membungkusnya yang pada akhirnya membentuk sebuah tubuh manusia. Tuhan menghembuskan nafas pada tubuh tersebut dan mereka hidup dan berdiri. Tulang belulang yang kering dan berserakan telah berubah menjadi sekumpulan besar tentara yang kuat dan luar biasa. (Yehezkiel 37:1-10).

Tuhan membimbing Yehezkiel melalui visi yang menggambarkan kehidupan bangsa Israel di masa perbudakan di tanah Babylon. Bagaikan tulang belulang tak terkubur dan berserakan begitulah kondisi bangsa Israel walaupun hidup namun berada dalam kondisi bagaikan seorang yang telah mati. Mereka meninggalkan Tuhan dan menolakNya. Mereka mengira harapan mereka terputus selamanya. Tuhan memilih Yehezkiel untuk berbicara pada bangsanya bahwa Dia akan memulihkan kehidupan mereka dari kehancuran tanah dan bangsa mereka.
Tuhan tidak hanya berjanji akan memulihkan fisik bahkan juga roh dan jiwa mereka.

Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.” ( Yehezkiel 37:14)

Saya percaya bahwa visi/penglihatan ini juga merupakan gambaran akan tentara orang-orang beriman yang begitu kuat. Bukan hanya sekumpulan orang-orang percaya namun mereka juga terlatih dan terdidik untuk siap menghadapi peperangan rohani. Mereka patuh akan firman Tuhan dan berserah serta percaya pada kepemimpinanNya, mereka bergerak oleh kuasaNya. Visi Ini juga merupakan nubuatan atas berita keselamatan untuk bangsa-bangsa melalui Yesus Kristus.

Melalui kematian Kristus dan kebangkitanNya oleh kuasa roh kudus kita telah dihidupkan kembali dari kematian akan dosa. Dia telah menyelamatkan kita dari segala dosa dan memberikan rohNya yang kudus kepada kita orang-orang percaya. Dia menjaga kita dengan kuasaNya melalui iman akan keselamatan hidup kita.

Pada saat Roh Allah membimbing langkah orang beriman maka dia akan menjaganya untuk tidak jatuh dalam dosa. Dia menuntunnya untuk berjalan dalam terang dan kebenaran firman Tuhan. Dia merubahnya untuk terus menjadi sempurna dari hari ke hari. Kepatuhan orang tersebut terhadap pimpinan Roh Allah merupakan bukti akan pengakuannya terhadap kepemimpinan Tuhan. Kita semua diciptakan khusus dan unik untuk memenuhi segala rencana KerajaanNya, juga menyebarkan berita keselamatan pada dunia.

Suatu ketika kita bagaikan tulang belulang di lembah mati karena dosa tanpa harapan. Kita telah dihidupkan kembali untuk hidup dan melayani Allah dalam Kristus melengkapi apa yang Dia rencanakan bagi hidup kita apabila kita bersedia untuk mencari dan menerimaNya.

Datanglah KerajaanMu dan jadilah kehendakMu…Amin.

The receiver of His grace

It was dusk when I drove through the country side. I saw a sheep standing on the corner of the junction, confused and scared of the headlights of cars passing by. He was separated from his group and his shepherd, he didn’t know where to go. A thought came to my mind, “the lost sheep” ! I was hoping his shepherd would soon find him and bring him back home.

This experience had taught me an important lesson of our dependence to our Shepherd, Lord Jesus Christ. He says “ My sheep hear my voice “. The voice that leads us to the truth, guides us to the fullness of His life and directs us to His love.
Jesus’ precious blood was shed on the cross to cleanse a sinful man and to redeem him from eternal condemnation. By His grace He made him alive who was once dead in trespasses and sins. In the body of His flesh through death He presents man holy and blameless in God’s sight. They become God’s children having a new heart through the working of the Holy Spirit. There is nothing man could do to qualify himself to obtain all of these by his own work.

Many reject His calling. They hardened their hearts and their mind are occupied with reasoning. Satan deceived them with a thought that if they would accept Jesus’ love they must prepare to qualify and to present themselves as a good person and to give up their enjoyment in this world by their own strength. It is a plan of man’s destroyer (satan) to prevent humanity from receiving the light of truth, the abundant and the eternal life in Christ Jesus.

Unless we open our heart to receive invitation of His grace we would never have a clear understanding of the precious work of God the plan of redemption for humanity that began in the heavenly court. The light of His Spirit would shine on the chamber of the soul of those who accept His calling and it enables them to see the truth, to receive the truth and to walk in truth. What a precious life is in Christ Jesus! The life that had been predestined before the foundation of the earth was laid.

It is impossible to live a Christian life victoriously without His grace. Those who attempt to do so will soon fall into the temptation of Satan. The Spirit of God ministered to Paul in his time of persecutions and distresses.
“My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness.” (2 Cor 12:9).

This means we constantly need His grace in everything we do daily. We must not rely on our ability and strength but surrender to His will and by faith depend on His power. Christ makes grace abound toward all of us according to the measure of His gift that we may have all sufficiency to accomplish every good work.

True believers are those who hear the voice of God, receive His direction and act in obedience to His truth. God has called them to His eternal glory and He has established their hearts and strengthened them in faith to accomplish His plan.

It is God’s desire for His children to know His riches of His glory and authority. Christ empowers those who believe on him to live in His fullness by the power of His resurrection. Their spiritual eyes are open to see the manifestation of His supremacy. Their spiritual ears are attentive to His voice. Their minds are being renewed to accept the supernatural evidence of perfection and beauty of His word. Their hearts are receptive to His love and mercy.

We were once like the lost sheep and was found by his shepherd, brought back home, fed and gently looked after.The Shepherd of our soul Jesus Christ in whom grace abound shall never fail to lead those who hear his voice and follow him.

Mereka yang menerima kasih karunia-Nya

Di senja yang hampir gelap dalam perjalanan pulang sambil mengendarai mobil di daerah perbukitan saya melihat seekor domba yang tersesat di sudut persimpangan jalan. Domba tersebut terlihat bingung dan ketakutan akan sinar lampu mobil-mobil yang lewat. Terpisah dari kelompok dan gembalanya tak mengetahui kemana harus melangkah. Seketika terlintas dalam pikiran saya “ Domba yang hilang dan tersesat ” ! saya sangat berharap gembala domba itu akan segera menemukannya dan membawanya pulang.
Pengalaman ini mengajarkan saya lebih lagi akan begitu pentingnya bergantung pada Gembala jiwa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia mengatakan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, “. Suara yang membimbing langkah kita untuk mencapai kebenaran, kehidupanNya yang penuh dalam Dia dan mengarahkan langkah kita pada kasihNya.
Darah Yesus yang telah dikorbankan di kayu salib telah membersihkan dosa kita dan juga sebagai tebusan atas segala hukuman yang harus dijalani di masa yang kekal tanpa akhir.
Dengan kasihNya kita hidup kembali yang pada suatu saat telah mati dalam dosa. Melalui kematianNya dan kebangkitNya Dia mempersembahkan manusia suci dan tak ternoda di hadapan Allah Bapa. Mereka menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki hati yang baru melalui pekerjaan dan kuasa Roh Kudus. Tak sedikitpun hal yang dapat manusia lakukan dengan usahanya sendiri untuk mendapatkan atau menerima hal ini.
Banyak dari mereka yang menolak panggilan Yesus. Mereka berkeras hati dan pikiran mereka dipenuhi dengan hal –hal dan alasan-alasan untuk menolaknya. Mereka termakan oleh hasutan iblis bahwa mereka harus mempersiapkan diri dahulu untuk hidup suci dan melepaskan hal-hal yang tidak benar yang mereka lakukan di dunia ini untuk berhak menerima kasih Kristus dengan usaha dan kekuatan sendiri. Ini adalah rencana iblis yang menghalangi langkah manusia untuk menerima kebenaran, kehidupan yang berlimpah oleh kasihNya sekarang dan dimasa yang kekal. Sebaliknya haruslah kita datang pada Kristus apa adanya mengakui dan bertobat, maka Kristus akan memberikan kekuatan dan rohNya yang Kudus akan dapat merubah hidup kita.
Apabila kita tak membuka hati dan menerima panggilan kasih Kristus maka kita tidak akan mengerti akan pekerjaan yang dimulai di Sorga untuk menyelamatkan manusia. Sinar terang Roh Allah akan menyinari lubuk jiwa dan hati mereka yang menerimaNya sehingga mereka dapat mengenal kebenaran, menerima kebenaran dan melangkah dalam kebenaran. Begitu indahnya kehidupan dalam Kristus! kehidupan yang telah direncanakan sebelum langit dan bumi diciptakan.
Sangatlah tak mungkin hidup penuh dengan kemenangan tanpa kasih karunia Kristus. Mereka yang mencoba melakukan tanpanya akan gagal jatuh dalam masa percobaan atau gangguan/hasutan setan. Roh Kudus yang begitu setia menguatkan Paulus pada saat-saat yang begitu sulit.
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. ( 2 Korintus 12:9)
Ini berarti kita harus selalu hidup dan bergantung sepenuhnya pada kasih Kristus setiap saat/ setiap waktu dalam segala hal yang kita lakukan. Janganlah kita bergantung pada kemampuan dan kekuatan sendiri namun berserahlah dalam iman dan kuasaNya yang begitu besar. Kristus melimpahkan kasihNya yang besar bagi kita semua sesuai dengan anugrahNya agar kita dapat menyelesaikan segala pekerjaan yang Dia berikan.
Orang-orang percaya adalah mereka yang mendengar suara Allah, menerima segala petunjukNya dan melakukan segala perintahNya dengan iman dan kebenaran. Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil mereka dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, meneguhkan dan menguatkan dalam iman untuk melengkapi segala rencanaNya bagi hidup orang-orang percaya.
Suatu kerinduan hati Tuhan agar kita semua anak-anakNya mengenal kekayaan dan kemuliaan serta otoritasNya. Kristus memberikan kemampuan pada mereka yang percaya untuk dapat hidup dalam kesempurnaanNya dalam kuasa kebangkitanNya. Mata roh mereka akan terbuka untuk dapat melihat manifestasi kuasa yang begitu agung. Telinga roh mereka selalu siap mendengar suara Allah. Pola pikir mereka akan terus diperbaharui yang dapat menerima segala bukti akan kesempurnaan firmanNya.
Suatu saat kita bagaikan domba yang hilang dan tersesat yang telah ditemukan oleh gembalanya yang begitu setia, dibawa pulang dan dirawat dengan penuh perhatian. Gembala jiwa kita Yesus Kristus sumber kasih dan karunia tidak akan pernah gagal membimbing mereka yang mendengar suaraNya dan mengikutiNya.

HE is so gentle

(In English and Indonesian languages)

In a time of confusion he speaks, in a time of uncertainty he shows the way, in a time of doubt in heart he whispers the word of God. Gentleness is his character. The heart that surrenders to him and obeys to his directions will always be clothed with hope.  The word of God is his breath, it releases power that gives clarity, assurance, security and peace to those who believe him. A faithful teacher, a comforter and a helper for all of us. 

He was there before the heaven and earth were created. He walked with Moses to lead over 600,000 children of Israel out of Egypt. He opened Isaiah’s mouth and the anointing of God was upon him to prophesy of the coming of Jesus Christ, the Son of God, the holy one who would heal the brokenhearted, who would proclaim liberty to the captives and to release those who are bound.

He is the one who brought Ezekiel to the valley of dry bones. He instructed Ezekiel to prophesy to those bones to live. “ O dry bones hear the word of God”. Soon after the prophecies were spoken suddenly there was a noise, rattling and the bones come together. The sinews and the flesh came upon them, the breath came into them and they live stood upon their feet an exceedingly great army.

In the Jordan river when Jesus was baptised by John the Baptist the heavens were opened to Jesus. The Spirit was descending like a dove and alighting upon Jesus. The voice of God the father was heard saying “this is my beloved Son in whom I am well pleased”.

How long should we continue rely to on our own efforts?  How far should we continue walking on our own abilities?  He comes to testify the fullness of Christ. He gives wisdom and understanding to those who are willing to hear his voice. He speaks the only TRUTH that gives lives to all who seek him. He reigns in the heart of believers who honour his presence. He doesn’t force his way to those who are not willing to receive him.

Often I experience of him speaking through visions and dreams to reveal a heavenly plan so I can pray. When we draw near to him, he will draw near to us. When we rely on him, he is faithful to help us. He searches our heart, he reads our mind and he sees our desire. If they are opposing his way, he quickly reminds us to turn our back from it so we won’t fall.  He put something in our heart to pray though sometimes we don’t know why and how to pray about it. All he wants is our obedience and receptive heart to follow his instruction.

Don’t we want more of him? Shouldn’t we just allow him to continue reigning in our heart? He is sent from heaven to reveal the things in spirit so we might know what God has freely given to us.

In Christ, he is the  guarantee of our inheritance after we heard the message of truth the gospel of our salvation and believed it, we were marked and sealed in him until the redemption of those who are God’s possession.

John 16 : 13-14

However, when He, the Spirit of truth, has come, He will guide you into all truth; for He will not speak on His own authority, but whatever He hears He will speak; and He will tell you things to come. He will glorify Me, for He will take of what is Mine and declare it to you.

He is the Spirit of God, The Spirit of truth who leads us to walk in truth, to understand and to obey the truth. He is the Holy Spirit and He is so gentle….

Dia begitu lembut

Pada saat kita bingung Dia berbicara, pada saat kita merasa tak tenang dan hilang arah Dia tunjukan jalan, pada saat kita ragu Dia membisikan firman Allah di hati kita. Lemah lembut adalah kharakter yang Dia miliki.  Hati yang berserah padaNya dan patuh akan bimbinganNya akan selalu diselimuti oleh harapan dalam kasih. Firman Allah adalah nafasNya yang melahirkan kuasa yang dapat memberikan kejelasan, rasa tentram, rasa tenang, rasa aman dan damai di hati mereka yang percaya. Dia adalah pengajar, penghibur dan penolong bagi kita semua.

Dia  ada sebelum sorga dan bumi diciptakan. Dia berjalan dengan Musa untuk membawa  lebih dari 600,000 orang-orang Israel  keluar dari Mesir. Dia membuka mulut Yesaya dan mengurapinya dan bernubuat tentang kedatangan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah yang kudus yang akan menyampaikan   kabar baik kepada orang-orang sengsara,  merawat orang-orang yang remuk hati, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung  dalam penjara kehidupan.

Dia yang membawa Yehezkiel ke lembah yang dipenuhi dengan tulang –tulang kering. Memerintahkan Yahezkiel untuk bernubuat atas tulang –tulang kering untuk hidup kembali. “ Hi tulang-tulang yang kering dengarkanlah firman Tuhan.” Segera setelah nubuat-nubuat  diucapkan maka terdengar suara derak  tulang-tulang yang bertemu satu sama lain, dan urat serta daging dan kulit melapisinya,  bernafas dan hidup kembali  menjadi tentara yang besar.

Di Sungai Yordan pada saat Yesus selesai dibaptis oleh Yohanes pembaptis langit terbuka dan Dia turun seperti burung merpati  ke atasNya diringi dengan suara Allah Bapa yang mengatakan “ Inilah Anak-Ku yang Kukasihi dan kepada-Nyalah aku berkenan”.

Seberapa lama kita terus mengantungkan hidup kita pada usaha dan daya upaya sendiri ? Seberapa jauh kita terus berjalan dengan mengandalkan pada kemampuan sendiri? Dia datang untuk memberikan kesaksian pada umat manusia tentang kebenaran anak tunggal Allah Yesus Kristus. Dia memberikan hikmat dan pengertian sorgawi pada mereka yang bersedia mendengar suara lembutnya. Dia hanya berbicara tentang kebenaran yang memberikan kehidupan dalam Kristus bagi mereka yang benar-benar mencariNya. Dia bertahta dan memerintah di dalam hati orang-orang percaya yang menghormati keberadaanNya dan kehadiranNya, namun tak pernah memaksakan kehendakNya pada mereka yang menolak untuk menerimaNya.

Seringkali saya alami Dia berbicara melalui penglihatan dan mimpi untuk menyampaikan rencana Sorgawi. Pada saat kita mendekatkan diri, Dia kan lebih dekat lagi dengan kita. Pada saat kita bergantung padaNya Dia akan setia membantu kita. Dia dapat meneliti hati kita, mengetahui pikiran kita dan melihat kerinduan dan keinginan di hati kita. Apabila hal ini bertentangan dengan jalanNya Dia mengingatkan kita untuk bertolak dan menghindari hal-hal tersebut agar kita tidak jatuh.

Dia menyelipkan sesuatu di hati kita agar kita dapat berdoa walaupun kadang kita tidak tahu kenapa, bagaimana dan untuk apa. Yang Dia inginkan adalah kepatuhan dan hati yang terbuka untuk terus melangkah dan mengikuti segala perintahNya.

Tidakkah kita menginginkan kehadiranNya lebih lagi ? Tidakkah seharusnya kita biarkan dia bertahta dalam hati kita selamanya?

Dia dikirim dari Sorga untuk menunjukan pada kita segala sesuatu dalam roh agar kita tahu dan mengerti apa yang Allah Bapa di Sorga telah sediakan bagi kita.  Setelah kita mendengar firman kebenaran yaitu injil keselamatan bagi kita dalam Kristus dan kita percaya akan janji-janji Kristus maka Dia yang telah memateraikannya.

 Yohanes 16 :13-14

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.

Dia adalah Roh Allah, Roh kebenaran yang telah memimpin kita semua berjalan dalam kebenaran, mengerti akan kebenaran dan mematuhi kebenaran.  Dia adalah Roh Kudus dan Dia begitu lembut…..