Daily notes : Something between a person and God

Faith is not theoretical or abstract thing or a feeling. Faith is the reality that guides our life. Our faith will get stronger when we are walking in the light of God. No human being  has the ability to read the heart  of another man, it is only God can do that, therefore a person’s faith to God is judged by God Himself  and not by other man…. it is between the individual and God.

In his earthly life by the power of the Holy Spirit Jesus stayed connected and depended on God the Father completely in everything he did. He had no agenda, no desire and no plan of His own. He knew that His purpose on this world is to fulfil the will of God the Father and nothing else…..

Catatan harian : Sesuatu antara seseorang dengan Tuhan Allah

Iman bukanlah teori dan sesuatu yang abstrak bukan juga perasaan. Iman adalah kenyataan hidup yang membimbing langkah hidup seseorang.  Iman kita akan bertumbuh dan semakin kuat pada saat kita berjalan dalam terang Allah. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk mengetahui isi hati orang lain, hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu, oleh karena itu iman seseorang pada Allah dinilai oleh Tuhan Allah sendiri dan bukan orang lain dan merupakan sesuatu yang pribadi antara orang tersebut  dengan Tuhan Allah.

Pada saat Yesus hidup sebagai manusia di bumi ini, melalui kuasa Roh Kudus Yesus menggantungkan segalaNya pada Allah Bapa dalam segala hal yang Dia lakukan. Dia tak memiliki rencana dan keinginan diri sendiri. Dia tahu persis bahwa hidupNya di bumi ini tiada lain adalah hanya untuk memenuhi rencana Allah Bapa ……………

Advertisements

The receiver of His grace

It was dusk when I drove through the country side. I saw a sheep standing on the corner of the junction, confused and scared of the headlights of cars passing by. He was separated from his group and his shepherd, he didn’t know where to go. A thought came to my mind, “the lost sheep” ! I was hoping his shepherd would soon find him and bring him back home.

This experience had taught me an important lesson of our dependence to our Shepherd, Lord Jesus Christ. He says “ My sheep hear my voice “. The voice that leads us to the truth, guides us to the fullness of His life and directs us to His love.
Jesus’ precious blood was shed on the cross to cleanse a sinful man and to redeem him from eternal condemnation. By His grace He made him alive who was once dead in trespasses and sins. In the body of His flesh through death He presents man holy and blameless in God’s sight. They become God’s children having a new heart through the working of the Holy Spirit. There is nothing man could do to qualify himself to obtain all of these by his own work.

Many reject His calling. They hardened their hearts and their mind are occupied with reasoning. Satan deceived them with a thought that if they would accept Jesus’ love they must prepare to qualify and to present themselves as a good person and to give up their enjoyment in this world by their own strength. It is a plan of man’s destroyer (satan) to prevent humanity from receiving the light of truth, the abundant and the eternal life in Christ Jesus.

Unless we open our heart to receive invitation of His grace we would never have a clear understanding of the precious work of God the plan of redemption for humanity that began in the heavenly court. The light of His Spirit would shine on the chamber of the soul of those who accept His calling and it enables them to see the truth, to receive the truth and to walk in truth. What a precious life is in Christ Jesus! The life that had been predestined before the foundation of the earth was laid.

It is impossible to live a Christian life victoriously without His grace. Those who attempt to do so will soon fall into the temptation of Satan. The Spirit of God ministered to Paul in his time of persecutions and distresses.
“My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness.” (2 Cor 12:9).

This means we constantly need His grace in everything we do daily. We must not rely on our ability and strength but surrender to His will and by faith depend on His power. Christ makes grace abound toward all of us according to the measure of His gift that we may have all sufficiency to accomplish every good work.

True believers are those who hear the voice of God, receive His direction and act in obedience to His truth. God has called them to His eternal glory and He has established their hearts and strengthened them in faith to accomplish His plan.

It is God’s desire for His children to know His riches of His glory and authority. Christ empowers those who believe on him to live in His fullness by the power of His resurrection. Their spiritual eyes are open to see the manifestation of His supremacy. Their spiritual ears are attentive to His voice. Their minds are being renewed to accept the supernatural evidence of perfection and beauty of His word. Their hearts are receptive to His love and mercy.

We were once like the lost sheep and was found by his shepherd, brought back home, fed and gently looked after.The Shepherd of our soul Jesus Christ in whom grace abound shall never fail to lead those who hear his voice and follow him.

Mereka yang menerima kasih karunia-Nya

Di senja yang hampir gelap dalam perjalanan pulang sambil mengendarai mobil di daerah perbukitan saya melihat seekor domba yang tersesat di sudut persimpangan jalan. Domba tersebut terlihat bingung dan ketakutan akan sinar lampu mobil-mobil yang lewat. Terpisah dari kelompok dan gembalanya tak mengetahui kemana harus melangkah. Seketika terlintas dalam pikiran saya “ Domba yang hilang dan tersesat ” ! saya sangat berharap gembala domba itu akan segera menemukannya dan membawanya pulang.
Pengalaman ini mengajarkan saya lebih lagi akan begitu pentingnya bergantung pada Gembala jiwa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia mengatakan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, “. Suara yang membimbing langkah kita untuk mencapai kebenaran, kehidupanNya yang penuh dalam Dia dan mengarahkan langkah kita pada kasihNya.
Darah Yesus yang telah dikorbankan di kayu salib telah membersihkan dosa kita dan juga sebagai tebusan atas segala hukuman yang harus dijalani di masa yang kekal tanpa akhir.
Dengan kasihNya kita hidup kembali yang pada suatu saat telah mati dalam dosa. Melalui kematianNya dan kebangkitNya Dia mempersembahkan manusia suci dan tak ternoda di hadapan Allah Bapa. Mereka menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki hati yang baru melalui pekerjaan dan kuasa Roh Kudus. Tak sedikitpun hal yang dapat manusia lakukan dengan usahanya sendiri untuk mendapatkan atau menerima hal ini.
Banyak dari mereka yang menolak panggilan Yesus. Mereka berkeras hati dan pikiran mereka dipenuhi dengan hal –hal dan alasan-alasan untuk menolaknya. Mereka termakan oleh hasutan iblis bahwa mereka harus mempersiapkan diri dahulu untuk hidup suci dan melepaskan hal-hal yang tidak benar yang mereka lakukan di dunia ini untuk berhak menerima kasih Kristus dengan usaha dan kekuatan sendiri. Ini adalah rencana iblis yang menghalangi langkah manusia untuk menerima kebenaran, kehidupan yang berlimpah oleh kasihNya sekarang dan dimasa yang kekal. Sebaliknya haruslah kita datang pada Kristus apa adanya mengakui dan bertobat, maka Kristus akan memberikan kekuatan dan rohNya yang Kudus akan dapat merubah hidup kita.
Apabila kita tak membuka hati dan menerima panggilan kasih Kristus maka kita tidak akan mengerti akan pekerjaan yang dimulai di Sorga untuk menyelamatkan manusia. Sinar terang Roh Allah akan menyinari lubuk jiwa dan hati mereka yang menerimaNya sehingga mereka dapat mengenal kebenaran, menerima kebenaran dan melangkah dalam kebenaran. Begitu indahnya kehidupan dalam Kristus! kehidupan yang telah direncanakan sebelum langit dan bumi diciptakan.
Sangatlah tak mungkin hidup penuh dengan kemenangan tanpa kasih karunia Kristus. Mereka yang mencoba melakukan tanpanya akan gagal jatuh dalam masa percobaan atau gangguan/hasutan setan. Roh Kudus yang begitu setia menguatkan Paulus pada saat-saat yang begitu sulit.
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. ( 2 Korintus 12:9)
Ini berarti kita harus selalu hidup dan bergantung sepenuhnya pada kasih Kristus setiap saat/ setiap waktu dalam segala hal yang kita lakukan. Janganlah kita bergantung pada kemampuan dan kekuatan sendiri namun berserahlah dalam iman dan kuasaNya yang begitu besar. Kristus melimpahkan kasihNya yang besar bagi kita semua sesuai dengan anugrahNya agar kita dapat menyelesaikan segala pekerjaan yang Dia berikan.
Orang-orang percaya adalah mereka yang mendengar suara Allah, menerima segala petunjukNya dan melakukan segala perintahNya dengan iman dan kebenaran. Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil mereka dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, meneguhkan dan menguatkan dalam iman untuk melengkapi segala rencanaNya bagi hidup orang-orang percaya.
Suatu kerinduan hati Tuhan agar kita semua anak-anakNya mengenal kekayaan dan kemuliaan serta otoritasNya. Kristus memberikan kemampuan pada mereka yang percaya untuk dapat hidup dalam kesempurnaanNya dalam kuasa kebangkitanNya. Mata roh mereka akan terbuka untuk dapat melihat manifestasi kuasa yang begitu agung. Telinga roh mereka selalu siap mendengar suara Allah. Pola pikir mereka akan terus diperbaharui yang dapat menerima segala bukti akan kesempurnaan firmanNya.
Suatu saat kita bagaikan domba yang hilang dan tersesat yang telah ditemukan oleh gembalanya yang begitu setia, dibawa pulang dan dirawat dengan penuh perhatian. Gembala jiwa kita Yesus Kristus sumber kasih dan karunia tidak akan pernah gagal membimbing mereka yang mendengar suaraNya dan mengikutiNya.

The Peace of Christ

In English and Bahasa (Indonesian)

“ Peace I leave with you, My peace I give to you, not the worlds gives do I give to you. Let not your heart be troubled, neither let it be afraid. (John 14: 27- NKJV)

Jesus spoke of this to the disciples near the time of His crucifixion. His hour had come and He should depart from this world to the Father. That night in the last supper He brought to their mind the mystery that had yet to be revealed about the Father’s love.  He knew the confusion and fear that took hold of the disciples’ hearts.

In this intense conversation they still could not comprehend Christ’s word in their spiritual sense.  He said “ These things I have spoken to you while being present with you, but the Helper, the Holy Spirit whom the Father will send in My name, will teach you all things and bring your remembrance all things that I said to you ( John 14 : 25 – NKJV)   

They were to prepare themselves for things to come and to bear witness to His life. A great trial and tribulation that they would endure to see His humiliation and death on the cross. They were dearly loved and precious to Him. Christ would not leave them without help. He sent the Holy Spirit, the Spirit of Truth and the Comforter to strengthen their faith. Through scriptures He speaks to the mind, and brings truth upon the heart.      

Christ has given us His peace, the peace which surpasses all understanding. It can only be received through our communion with Him and of the revelation of Him by the power of The Holy Spirit. It is in His resurrection power those who believe and obey Him can experience this peace. It cannot be manipulated nor produced by our own effort. We are to continue abide in Him in order receive His fullness life. THE PRINCE OF PEACE, Jesus Christ reigns in His heavenly kingdom of righteousness, peace and joy.

The Nature obeys His command, respects His authority and follows His order. He calmed the sea when the storm struck the boat.

He arose and rebuked the wind, and said to the sea, “Peace, be still!” (Mark 4 :39-NKJV)

For many when they face uncertainty or challenges in their lives, often they lose their inner peace. They allow doubt to disturb their faith in the assurance of God’s word. They dishonour the presence of the Spirit of Truth by undermining His ability to guide and lead them through difficult situation. Instead they turn to others to seek advice while the Spirit of Comforter is always ready to help if only they would pray and seek His wisdom.

Doubt manifests itself in the heart of man because of his lack of understanding of God’s love. It was invented as a weapon by satan in the garden of Eden when he deceived Adam and Eve that led them to fall into sin and be separated from God.  

If we know the truth we will not be so easily consumed by the thought that takes away our faith. God’s word stands firm and its power can sustain us through the storm of life. To the church in Ephesus Apostle Paul wrote that through faith in Christ you “may be able to comprehend with all saints what is the width and length, and depth, and height; to know the love of Christ, which passes knowledge.” (Eph. 3:18-19).

Jesus has conquered every situation that we could possibly experience. He knows our weaknesses and our strengths, but these are not something that we should depend on to. His Grace is what we need daily in every breath we take and every moment we awake and every situation we are in, we should continually focus on and magnify the power of His grace. We must grow daily in grace and the knowledge of our Lord Jesus Christ which will empower us to walk on the path of His will.

Peace is the work of righteousness and the affect of righteousness is quietness and assurance forever. (Isaiah 32 :17- NKJV)

When the thunderstorm of tribulation comes and strikes our boat of peace we must not face this battle alone. Remember our Saviour Jesus Christ, the only One whom we can put our hope to. In quietness we must pray with the thought in mind of the assurance of His matchless love that nothing can separate us from it. He will never fail to deliver us and give us the help we need.

We must learn to put aside our ability to save ourselves by our own effort instead put our trust in Him completely. In doing this His everlasting peace shall fill our heart again, the peace that the world cannot give.

Damai  Sejahtera Kristus

 

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14 : 27)  

Yesus mengajarkan hal ini pada murid-muridNya pada saat mendekati waktu kematianNya di kayu salib. Waktunya telah dekat dan Dia harus kembali kepada Allah Bapa. Saat itu di perjamuan makan malam terakhir  Dia menegaskan kembali misteri Kasih Allah Bapa yang belum seutuhnya dimengerti oleh murid-muridNya. Dia mengerti segala rasa ketakutan dan ketidak pahaman yang dirasakan oleh mereka.

Di dalam perbincangan yang begitu serius mereka masih belum dapat memahami perkataan Kristus. Dia berfirman  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14 :25-26)  

Mereka dipersiapkan untuk menjadi saksi atas hidupNya. Cobaan besar yang akan datang yang mereka harus alami dan saksikan adalah kematian Yesus di kayu salib yang dipandang dunia begitu memalukan. Yesus sangat mengasihi mereka dan Dia tidak membiarkan mereka sendiri tanpa pertolonganNya.  Dia mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran dan penghibur untuk menguatkan iman mereka. Melalui segala firman Allah Roh Kudus berbicara dan mengajarkan kebenaran di hati dan pikiran orang-orang percaya.

Kristus telah memberikan damai sejahtera yang melampaui akal dan fikiran manusia. Damai sejahtera Allah yang hanya dapat diterima melalui pergumulan dengan Roh Allah dan pengertian akan Dia dalam hikmat Roh Kudus.

Dalam kuasa kebangkitanNya hanya mereka yang percaya dan patuh akan mengalami damai sejahtera Allah yang tak dapat diciptakan maupun dihasilkan oleh usaha diri sendiri. Haruslah kita terus bergantung padaNya untuk dapat mengalami kehidupan yang Dia miliki. Pangeran Damai Sejahtera bertahta dalam kerajaan yang penuh dengan kemuliaan, damai sejahtera dan suka cita.

Alam semesta mematuhi perintahNya, menghargai otoritas dan kepemimpinanNya dan mengikuti perintahNya. Dia menenangkan badai di danau yang menghantam perahu murid-murid Kristus.

Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.(Markus 4: 39)

Banyak diantara orang Kristen pada saat menghadapi tantangan dan cobaan hidup merasakan hilangnya damai suka cita Allah. Mereka membiarkan rasa ragu dan tak percaya ya dan ragu menggantikan iman akan firman Allah. Mereka tidak percaya percaya menggantikan iman yang mereka miliki akan firman Tuhan. Mereka tidak menghormati akan keberadaan dan kehadiran Roh Kudus memandang remeh akan kemampuanNya yang dapat membimbing mereka dalam menjalani masa-masa yang sulit. Mereka mencari jawaban dan nasehat dari orang lain sementara Roh Allah selalu siap menolong kalau saja mereka berdoa dan memohon petunjuk.

Keraguan di hati manusia timbul karena ketidak pahaman akan kasih Allah. Hal ini adalah senjata yang iblis ciptakan untuk menghasut Adam dan Hawa di taman Eden sehingga mereka jatuh dalam dosa dan terpisah dari Allah.

Apabila kita mengerti tentang kebenaran, maka kita tidak akan mudah terpengaruh oleh pemikiran yang dapat menghancurkan iman kita. Firman Allah sangat kuat dan kuasanya akan membuat kita terus melangkah tegar dalam menghadapi badai kehidupan apapun bentuknya.

Rasul Paulus menuliskan  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah (Efesus 3 :18-19)

Yesus telah menaklukan segala situasi dan kondisi yang mungkin kita alami. Dia mengetahui segala kelemahan dan kelebihan kita, namun bukan berarti kita bergantung pada hal ini. Kuasa kasihNyalah yang kita butuhkan setiap saat kita bernafas, setiap waktu kita terbangun dan disetiap situasi yang kita hadapi. Kita harus terus fokus pada kasihNya. Kita harus tumbuh dalam kasih dan pengetahuan serta hikmat akan Kristus Yesus yang dapat memberikan kita kekuatan untuk melangkah pada jalan dan rencanaNya.

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32 : 17)

Pada saat badai datang dan menyerang perahu damai sejahtera kita, janganlah kita mencoba menghadapi pertempuran itu sendiri. Ingatlah Jurus Selamat kita Yesus Kristus sebagai satu-satunya tempat kita berharap. Dalam ketenangan kita harus berdoa dan mengingat bahwa tak ada yang mampu memisahkan Allah  dari hidup kita. Dia tidak akan pernah gagal membawa kita keluar dari kesulitan dan memberikan pertolongan yang kita butuhkan. Kita harus belajar untuk tidak menggantungkan segala daya upaya dan kemampuan kita untuk menyelamatkan diri, namun percaya sepenuhnya pada Allah. Maka damai sejahteraNya yang tak akan berakhir akan terus kembali mengisi hati dan jiwa kita yaitu damai sejahtera yang berkesinambungan yang tak bisa diberikan oleh dunia.

 

 

Teaching at the seashore

Matthew 13 V 44

 “Again, the kingdom of heaven is like treasure hidden in a field, which a man found and hid; and for joy over it he goes and sells all that he has and buys that field.

What an awesome lesson Jesus taught the great multitude on the seashore. He spoke with power, authority and love. Their attentions were drawn to Him who taught them with the language that they could understand and an example they could comprehend. 

In the parable the man found a treasure and did everything he could, traded everything he had to purchase the field. He knows that he has found something so priceless. The joy he has cannot be replaced by anything. He is sure that his wealth would secure everything he needs in his life time and the life of his next generation. He is no longer looking for any other field to purchase. He has everything what the heart of every man is searching for.

When a sinner encounters with the love of Christ, Heaven rejoices and the Angels of God celebrate the moment. Conviction takes hold upon the mind and heart as the true Light of the world shinning into his heart. He sees the righteousness of God, the beauty of holiness, the unlimited of mercy reveal his guilt and his uncleanness. The hidden things of the darkness in the heart are made manifest. He realises that there is nothing but God’s love through the death of His only Son Jesus Christ on the cross has saved him from eternal destruction, judgment and punishment of his sin. His surrender heart that longs to be cleansed and to be restored with Heaven shall be filled with a warm touch of Christ’s love. By revealing God’s mercy and grace, the Holy Spirit ministers the sinner’s heart that leads him to repentance of his sin. His desire to seek for the truth and holiness is evidence that the Spirit of God has taken place upon his heart.

Through Jesus alone we receive God’s Salvation and we are made righteous before His throne. Only the blood of Christ can cleanse us from the defilement of sin and renew our hearts in His own likeness.

God has exalted Him to His right hand to be Prince and Saviour, to give repentance to Israel and forgiveness of sins (Acts 5:31). God the Father has spoken of His beloved Son in whom He is well pleased.

The teaching on the sea shore had given understanding to some of the hearers that there is a priceless treasure, the Salvation of God for mankind through Christ Jesus. He is the way, the truth and the life. Those who found Christ have found the source of treasure. The Lamb of God who was worthy and was slain to receive power, wealth, wisdom, strength, honour, glory and praise….

 

Bahasa- Indonesian

Pengajaran di tepi danau

Matius 13 : 44
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab suka citanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.”
Begitu indah dan menakjubkan pelajaran yang Yesus ajarkan pada banyak orang yang mengikutinya di tepi danau. Dia berbicara dengan kuasa, otoritas dan kasih. Segala perhatian mereka terpusat padaNya yang mengajar dengan bahasa yang dapat mereka mengerti dan contoh yang dapat mereka pahami.
Dalam perumpamaan ayat diatas yang sangat jelas sekali bahwa seseorang yang telah menemukan ladang yang penuh dengan harta benda, telah menjual apa yang dia miliki untuk membeli ladang tersebut.Dia menyadari bahwa dia telah menemukan harta benda yang tak ternilai. Suka cita yang dia miliki tidak dapat digantikan dengan apapun. Dia tahu bahwa segala kebutuhan hidupnya akan terpenuhi di masa hidupnya bahkan di masa hidup keturunannya. Dia telah mendapatkan apa yang selalu dicari oleh setiap orang.
Pada saat seorang berdosa mengenal kasih Allah, Sorga bersuka cita dan malaikat-malaikat Allah merayakan saat indah tersebut. Rasa berdosa terhadap Tuhan bernaung dalam pikiran dan hati karena sinar terang Allah menyentuh hatinya. Dia dapat melihat kemuliaan Allah, keindahaan akan kesucianNya dan pengampunanNya yang tak terbatas yang telah menunjukan padanya segala dosa dan noda yang telah dia perbuat. Segala hal yang tidak baik tersembunyi dan tersimpan di hati akan terlihat secara nyata. Dia menyadari bahwa tak ada sesuatupun yang dapat menyelamatkan dirinya dari kehancuran, penghakiman dan hukuman Allah kecuali oleh kasih Allah yang diberikan melalui kematian anakNya yang tunggal Yesus Kristus di kayu salib. Hati yang telah berserah dan merindukan untuk menerima kemurnian Ilahi akan dipenuhi oleh kasih Kristus yang begitu sempurna. Roh Kudus menampilkan secara nyata kasih dan pengampunanNya bekerja di dalam hati orang dan membimbingnya kepada pertobatan. Keinginan untuk benar-benar mencari kebenaran dan kesucian Kristus adalah bukti bahwa Roh Allah bertahta di lubuk hatinya.
Melalui Kristus kita menerima keselamatan Allah dan kita dimuliakan di hadapan tahtaNya yang adil dengan kebangkitan dari kematian di kayu salib. Hanya darah Kristus yang dapat membersihkan kita dari segala noda dosa-dosa dan memperbaharui hati dan hidup kita seperti hidupNya.

Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Jurusselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa ( Kisah Para Rasul 5 : 31). Allah Bapa telah berbicara akan Anak TunggalNya yang begitu Dia kasihi.
Pengajaran yang dilakukan Yesus di tepi danau telah memberikan pengertian kepada sebagian pendengar-pendegarNya bahwa ada harta yang tak ternilai dalam Kerajaan Sorga yaitu berita keselamatan Allah dalam Kristus untuk umat manusia. Dia adalah jalan kebenaran dan kehidupan. Mereka yang bertemu Kristus telah menemukan sumber dari harta yang tak ternilai yaitu Anak Domba yang disembelih layak untuk menerima kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemulian dan segala puji-pujian…….