Daily notes : Jesus’ peace in our heart

We cannot prevent negative thoughts from coming to our mind but we can respond to them by exercising faith (having faith) in Christ Jesus and declaring the Word of God. The Word of God has power over everything we are facing and thinking about. By declaring and believing the Word of God all worries, doubts and anxieties will gradually go away. In my experience when I am declaring the Word of God (the scriptures) the Spirit and the Word point me to Jesus who gives assurance that everything is going to be alright and the most important is He is in control over everything I am  facing in my life.

“Your word is a lamp to my feet and a light to my path (Psalm 119:105)

Catatan harian : Damai sejahtera Yesus di hati kita

Kita tak dapat mencegah pikiran2 negatif yang datang namun kita dapat meresponnya /menghadapinya dgn iman dalam kristus dan mengikrarkan firman kebenaran Tuhan. Maka segala keraguan, ketakutan dan kekhawatiran perlahan-lahan akan segera pergi, karena Firman Allah berkuasa atas segala hal yang kita hadapi dan kita fikirkan. Dari hal-hal yang telah saya alami pada saat saya mengucapkan firman Tuhan, maka Roh Kudus dan firman itu sendiri mengarahkan segala perhatian saya pada Tuhan Yesus Kristus yang memberikan ketenangan hati bahwa segalanya akan baik dan yang paling penting sekali adalah bahwa Dia berkuasa atas apapun yang saya alami….

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ( Mazmur 119:105)

 

Advertisements

Daily notes : Something between a person and God

Faith is not theoretical or abstract thing or a feeling. Faith is the reality that guides our life. Our faith will get stronger when we are walking in the light of God. No human being  has the ability to read the heart  of another man, it is only God can do that, therefore a person’s faith to God is judged by God Himself  and not by other man…. it is between the individual and God.

In his earthly life by the power of the Holy Spirit Jesus stayed connected and depended on God the Father completely in everything he did. He had no agenda, no desire and no plan of His own. He knew that His purpose on this world is to fulfil the will of God the Father and nothing else…..

Catatan harian : Sesuatu antara seseorang dengan Tuhan Allah

Iman bukanlah teori dan sesuatu yang abstrak bukan juga perasaan. Iman adalah kenyataan hidup yang membimbing langkah hidup seseorang.  Iman kita akan bertumbuh dan semakin kuat pada saat kita berjalan dalam terang Allah. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk mengetahui isi hati orang lain, hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu, oleh karena itu iman seseorang pada Allah dinilai oleh Tuhan Allah sendiri dan bukan orang lain dan merupakan sesuatu yang pribadi antara orang tersebut  dengan Tuhan Allah.

Pada saat Yesus hidup sebagai manusia di bumi ini, melalui kuasa Roh Kudus Yesus menggantungkan segalaNya pada Allah Bapa dalam segala hal yang Dia lakukan. Dia tak memiliki rencana dan keinginan diri sendiri. Dia tahu persis bahwa hidupNya di bumi ini tiada lain adalah hanya untuk memenuhi rencana Allah Bapa ……………

The beauty of faith

“Faith comes by hearing, hearing by the word of God “ (Romans 10:17).

Often this scripture reminds me to keep my focus on the things that God has spoken concerning my life. There is faith that comes with self desires and thoughts. There is also faith that comes with other people’s influence and expectation over the person’s life and he takes them as something that he has to believe for. I must say both are equally dangerous as they are often inspired by fleshly ambition.

I have seen many believers end up frustrated and they felt that God did not answer their prayers. A person could have faith on something that contrary to the will of God. He disobeys God if he does his own things in order to please himself or other people. Satan could take this opportunity to lead him far away from the purpose of God in his life.

True faith is produced by the work of the Holy Spirit. It is inspired by God’s desire planted in the heart of His children to fulfil His Kingdom purpose on this earth. The faith in the gospel of Christ is the foundation of every faith to God’s word. Christ is the only access to God the Father and His promises written in the bible and what is spoken through His Holy Spirit to us. We are qualified to access the throne of grace in the hope and glory of God only by faith in Christ Jesus.

Our communion with God in the time of prayer and meditating His Word and in obedience to His instructions can change our hearts to be more receptive and train our spiritual ears to be more sensitive to hear HIS VOICE. By the power of His grace these will enable us to gain more understanding of His ways in directing our lives.

The woman who suffered with the issue of blood for 12 years received healing by touching the hem of Jesus’ garment. She perceived that Jesus was the Messiah, the Healer and the final hope she had. She understood and believed that it was the will of God for her to be cured. Her faith had led her to come to Jesus that set her free. Jesus said to her :” Daughter, your faith has made you well. Go in peace and be healed of your affliction.” (Mark 5 : 25-34)

When we are able to perceive and understand the will of God in Christ Jesus then faith comes to establish all things that have been predestined for our lives in Him before the foundation of this world. The beauty of this faith is pure, perfect, unshakeable, full of hope and joy and it has no end.

Keindahan Iman

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus “ (Roma10:17).

Sering kali ayat ini mengingatkan saya untuk tetap fokus pada hal-hal yang Tuhan katakan tentang hidup saya. Ada iman yang lahir dari keinginan diri sendiri dan ada juga iman yang timbul karena pengaruh orang lain akan harapan dan keinginan terhadap hidup seseorang yang membuatnya percaya dan mengimani serta mengikuti jalan tersebut. Kedua hal ini sangatlah berbahaya karena seringkali diinspirasikan oleh kemauan dan ambisi duniawi.

Saya telah melihat beberapa orang percaya yang hampir putus harapan dan merasa bahwa Tuhan tidak mendengar doa-doa mereka. Seseorang bisa saja mengimani sesuatu hal yang bertentangan dengan kehendak Allah untuk hidupnya. Apabila dia melakukan hal-hal sesuai dengan kemauan sendiri untuk menyenangkan diri sendiri atau orang lain maka dia tidak mematuhi Allah. Pada saat seperti ini Iblis akan dapat menggunakan kesempatan ini untuk menyeret jauh hidup seseorang dari rencana Allah.

Iman yang sempurna tercipta dan tumbuh karena pekerjaan dan kuasa Roh Kudus, diinspirasikan dan ditanamkan oleh Allah sendiri di hati anak-anakNya dalam memenuhi rencana kerajaanNya di bumi ini.

Iman akan Kristus adalah dasar dari segala iman akan segala firman Allah. Kristus adalah jalan kepada Allah Bapa dengan segala janji-janjiNya yang tertulis di alkitab dan segala yang diajarkakan Roh Kudus di hati kita. Melalui Kristuslah kita mendapatkan jalan untuk datang kepada tahta Allah yang penuh kasih.

Persekutuan kita dengan Allah yang dilakukan dalam doa dan dengan mendalami firman serta patuh akan segala perintahNya dapat merubah hati untuk lebih menerima dan mengerti firman dan melatih telinga untuk lebih peka mendengar suaraNya yang kudus. Dengan kuasa kasihNya kita dapat lebih mengerti akan jalan dan bimbinganNya dalam hidup kita.

Seorang perempuan yang telah menderita pendarahan selama 12 tahun menerima kesembuhan seketika pada saat dia menjamah jubah Yesus. Perempuan tersebut memandang Yesus sebagai Utusan Allah dan sebagai harapan terakhir yang dia percayai untuk dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia mengerti dan percaya bahwa kehendak Tuhan baginya untuk sembuh.Imannya yang begitu kuat terhadap Yesus telah membebaskannya dari penderitaan.
Yesus berkata pada perempuan itu :” Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu.” ( Markus 5: 25-34)

Pada saat kita dapat memahami dan mengerti rencana Allah dalam Kristus maka iman akan tumbuh dan melengkapi segala hal yang Tuhan telah rencanakan untuk hidup kita dalam Dia sebelum dunia diciptakan. Keindahan akan iman ini adalah suci, sempurna, tak tergoyahkan, penuh damai suka cita dan tak akan pernah berakhir.