Daily notes : Something between a person and God

Faith is not theoretical or abstract thing or a feeling. Faith is the reality that guides our life. Our faith will get stronger when we are walking in the light of God. No human being  has the ability to read the heart  of another man, it is only God can do that, therefore a person’s faith to God is judged by God Himself  and not by other man…. it is between the individual and God.

In his earthly life by the power of the Holy Spirit Jesus stayed connected and depended on God the Father completely in everything he did. He had no agenda, no desire and no plan of His own. He knew that His purpose on this world is to fulfil the will of God the Father and nothing else…..

Catatan harian : Sesuatu antara seseorang dengan Tuhan Allah

Iman bukanlah teori dan sesuatu yang abstrak bukan juga perasaan. Iman adalah kenyataan hidup yang membimbing langkah hidup seseorang.  Iman kita akan bertumbuh dan semakin kuat pada saat kita berjalan dalam terang Allah. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk mengetahui isi hati orang lain, hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu, oleh karena itu iman seseorang pada Allah dinilai oleh Tuhan Allah sendiri dan bukan orang lain dan merupakan sesuatu yang pribadi antara orang tersebut  dengan Tuhan Allah.

Pada saat Yesus hidup sebagai manusia di bumi ini, melalui kuasa Roh Kudus Yesus menggantungkan segalaNya pada Allah Bapa dalam segala hal yang Dia lakukan. Dia tak memiliki rencana dan keinginan diri sendiri. Dia tahu persis bahwa hidupNya di bumi ini tiada lain adalah hanya untuk memenuhi rencana Allah Bapa ……………

Advertisements

And the dry bones became a great army

The Spirit of God came upon Ezekiel and led him to the valley full of dry bones. He was instructed to prophesy over the dry bones. The dry bones rattled, connected with each other. They formed as a human body covered with a skin. The Lord gave them breath and they lived, many of them stood upon their feet. The dry bones became an exceedingly great army. (Ezekiel 37:1-10).

God led Ezekiel through this vision. It symbolised the whole House of Israel that was then in captivity in the land of Babylon. Like unburied skeleton the people of Israel were in the state of living death. They turned away from God rejected Him. They thought there was no hope for them and they were cut of forever from God. God had chosen Ezekiel to speak to his people that He would restore their devastated nation and land.
God promised to restore them physically and spiritually.

“ I will put my Spirit in you and you shall live, and I will put you in your own land. Then you shall now that I, the Lord have spoken it and performed it.”(Ezekiel 37:14).

I believe the vision is also symbolised the strong army of believers and they are not just a group of people. They are spiritually strong in the Lord, equipped, trained and ready for battle. They obey God’s Word, submit to His Spirit and move with His mighty power. This is the prophecy of redemption for the nations by Jesus Christ.

Through the death of Jesus and His resurrected body by the power of the Holy Spirit, we have been brought back to life. We were dead in our sins and God made us alive in Chris Jesus. He has delivered us from sin and put his Spirit within us. He keeps us by his power through faith unto salvation.

When the Spirit of God leads a righteous man, he keeps him from falling to sin. He guides him to walk in the light and the truth of God’s word. He is being perfected day by day by the power of the Spirit. His obedience to the leading of the Spirit’s is an acceptance of His Lordship. We are all created and called specifically and uniquely to fulfill God’s Kingdom purposes. We are to impact and influence this world with the Kingdom message of salvation.

Once we were like those dry bones in the valley dead in sin without hope. We have been made alive to live and to serve God in Christ Jesus and to fulfill His plan in our life when we seek and accept Him.

Your Kingdom comes your will be done…….amen

Dan tulang beluang berubah menjadi barisan tentara yang kuat dan luar biasa.

Kuasa Tuhan meliputi Yehezkiel (Nabi Dul-Kifl) dan melalui perantaraan Rohnya dia dibawa ke suatu lembah penuh dengan tulang-tulang yang kering dan berserakan. Dia diperintahkan untuk bernubuat pada tulang-tulang tersebut untuk hidup kembali. Satu persatu tulang-tulang tersebut menyambung satu dengan yang lain dengan suara yang berderak. Urat, daging dan kulit membungkusnya yang pada akhirnya membentuk sebuah tubuh manusia. Tuhan menghembuskan nafas pada tubuh tersebut dan mereka hidup dan berdiri. Tulang belulang yang kering dan berserakan telah berubah menjadi sekumpulan besar tentara yang kuat dan luar biasa. (Yehezkiel 37:1-10).

Tuhan membimbing Yehezkiel melalui visi yang menggambarkan kehidupan bangsa Israel di masa perbudakan di tanah Babylon. Bagaikan tulang belulang tak terkubur dan berserakan begitulah kondisi bangsa Israel walaupun hidup namun berada dalam kondisi bagaikan seorang yang telah mati. Mereka meninggalkan Tuhan dan menolakNya. Mereka mengira harapan mereka terputus selamanya. Tuhan memilih Yehezkiel untuk berbicara pada bangsanya bahwa Dia akan memulihkan kehidupan mereka dari kehancuran tanah dan bangsa mereka.
Tuhan tidak hanya berjanji akan memulihkan fisik bahkan juga roh dan jiwa mereka.

Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.” ( Yehezkiel 37:14)

Saya percaya bahwa visi/penglihatan ini juga merupakan gambaran akan tentara orang-orang beriman yang begitu kuat. Bukan hanya sekumpulan orang-orang percaya namun mereka juga terlatih dan terdidik untuk siap menghadapi peperangan rohani. Mereka patuh akan firman Tuhan dan berserah serta percaya pada kepemimpinanNya, mereka bergerak oleh kuasaNya. Visi Ini juga merupakan nubuatan atas berita keselamatan untuk bangsa-bangsa melalui Yesus Kristus.

Melalui kematian Kristus dan kebangkitanNya oleh kuasa roh kudus kita telah dihidupkan kembali dari kematian akan dosa. Dia telah menyelamatkan kita dari segala dosa dan memberikan rohNya yang kudus kepada kita orang-orang percaya. Dia menjaga kita dengan kuasaNya melalui iman akan keselamatan hidup kita.

Pada saat Roh Allah membimbing langkah orang beriman maka dia akan menjaganya untuk tidak jatuh dalam dosa. Dia menuntunnya untuk berjalan dalam terang dan kebenaran firman Tuhan. Dia merubahnya untuk terus menjadi sempurna dari hari ke hari. Kepatuhan orang tersebut terhadap pimpinan Roh Allah merupakan bukti akan pengakuannya terhadap kepemimpinan Tuhan. Kita semua diciptakan khusus dan unik untuk memenuhi segala rencana KerajaanNya, juga menyebarkan berita keselamatan pada dunia.

Suatu ketika kita bagaikan tulang belulang di lembah mati karena dosa tanpa harapan. Kita telah dihidupkan kembali untuk hidup dan melayani Allah dalam Kristus melengkapi apa yang Dia rencanakan bagi hidup kita apabila kita bersedia untuk mencari dan menerimaNya.

Datanglah KerajaanMu dan jadilah kehendakMu…Amin.

Lord, I trust You…

When we face a certain situation often we do not know what to pray, how to pray and when to pray. This is a normal thing in the life of believer. It is not a sign of weakness like the world sees it but it is the evidence that we need God’s direction. We don’t know the answer of everything but God knows. Jesus who is at the right hand of God the Father is interceding for us. God loves us and through Christ alone God sees us worthy.  For of Him and through Him and to Him are all things, simply put Christ is everything to us.

The access to the throne of God to obtain what we need has been granted to us through Christ. God the Father has given Him all authority in heaven and on earth. In Christ God’s power manifests, the wisdom of heaven is revealed and the treasure of His heavenly throne is unfolded.

Christ commands us to abide in Him and to be in constant communion with His Spirit so we could face and overcome every challenging or difficult situation. He communicates with us by His Holy Spirit. We gain assurance and strength in His supremacy by abiding in His word in faith.

There was a time in my life where I couldn’t see where I was going. I felt that all doors seemed to be closed before me and there was no way out for me to come out from such a difficult and complicated situation. One thing I was sure Christ’s love would never depart from me, I was not alone He would never leave me nor forsake me, that is His promise !!

I surrendered myself to God and relied on Him completely. I only knew little about faith but I trusted Him. The Holy Spirit gently guided my way to come out from that situation and I thank Him for that.

When Jesus said to the disciples  : “ Do not let your heart be troubled believe in God, believe also in Me “ ( John 14:1). Here Jesus knew that they felt anxious if they had to face the world alone without Him. His word gave them assurance and comfort to their hearts that they would meet Him again and He would come back for them.

Trusting God is a decision to surrender and to submit to His authority and power.  We must put our dependence completely in Him and fix our eyes on the Cross. Set our mind only on His heavenly purposes. The bible says “ His judgements are unsearchable and His ways past finding out “ Our mind cannot comprehend them, our thought unable to measure the depth of His riches of wisdom and knowledge. Often the plan that Satan has created to deceive and destroy us (God’s children) God would use it as an opportunity to strengthen our faith if we endure the suffering. He could turn the situation around to benefit us.  

We must not let our emotion conquer our soul, we must not allow our feelings dominate our spirit.  We should learn diligently to enter Christ’s rest by trusting Him. Those who do this cannot be easily intimidated and troubled by any tough situation that they may experience.

 Those who trust in the Lord are like Mount Zion, which cannot be moved but abides forever. (Psalm 125 :1)

Only by the power and the work of the Holy Spirit in our heart His grace shall lead us to His rest. It shall empower  us to trust Him and it shall bring us to the place of peace in the storms of doubt and perplexity.

 

The receiver of His grace

It was dusk when I drove through the country side. I saw a sheep standing on the corner of the junction, confused and scared of the headlights of cars passing by. He was separated from his group and his shepherd, he didn’t know where to go. A thought came to my mind, “the lost sheep” ! I was hoping his shepherd would soon find him and bring him back home.

This experience had taught me an important lesson of our dependence to our Shepherd, Lord Jesus Christ. He says “ My sheep hear my voice “. The voice that leads us to the truth, guides us to the fullness of His life and directs us to His love.
Jesus’ precious blood was shed on the cross to cleanse a sinful man and to redeem him from eternal condemnation. By His grace He made him alive who was once dead in trespasses and sins. In the body of His flesh through death He presents man holy and blameless in God’s sight. They become God’s children having a new heart through the working of the Holy Spirit. There is nothing man could do to qualify himself to obtain all of these by his own work.

Many reject His calling. They hardened their hearts and their mind are occupied with reasoning. Satan deceived them with a thought that if they would accept Jesus’ love they must prepare to qualify and to present themselves as a good person and to give up their enjoyment in this world by their own strength. It is a plan of man’s destroyer (satan) to prevent humanity from receiving the light of truth, the abundant and the eternal life in Christ Jesus.

Unless we open our heart to receive invitation of His grace we would never have a clear understanding of the precious work of God the plan of redemption for humanity that began in the heavenly court. The light of His Spirit would shine on the chamber of the soul of those who accept His calling and it enables them to see the truth, to receive the truth and to walk in truth. What a precious life is in Christ Jesus! The life that had been predestined before the foundation of the earth was laid.

It is impossible to live a Christian life victoriously without His grace. Those who attempt to do so will soon fall into the temptation of Satan. The Spirit of God ministered to Paul in his time of persecutions and distresses.
“My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness.” (2 Cor 12:9).

This means we constantly need His grace in everything we do daily. We must not rely on our ability and strength but surrender to His will and by faith depend on His power. Christ makes grace abound toward all of us according to the measure of His gift that we may have all sufficiency to accomplish every good work.

True believers are those who hear the voice of God, receive His direction and act in obedience to His truth. God has called them to His eternal glory and He has established their hearts and strengthened them in faith to accomplish His plan.

It is God’s desire for His children to know His riches of His glory and authority. Christ empowers those who believe on him to live in His fullness by the power of His resurrection. Their spiritual eyes are open to see the manifestation of His supremacy. Their spiritual ears are attentive to His voice. Their minds are being renewed to accept the supernatural evidence of perfection and beauty of His word. Their hearts are receptive to His love and mercy.

We were once like the lost sheep and was found by his shepherd, brought back home, fed and gently looked after.The Shepherd of our soul Jesus Christ in whom grace abound shall never fail to lead those who hear his voice and follow him.

Mereka yang menerima kasih karunia-Nya

Di senja yang hampir gelap dalam perjalanan pulang sambil mengendarai mobil di daerah perbukitan saya melihat seekor domba yang tersesat di sudut persimpangan jalan. Domba tersebut terlihat bingung dan ketakutan akan sinar lampu mobil-mobil yang lewat. Terpisah dari kelompok dan gembalanya tak mengetahui kemana harus melangkah. Seketika terlintas dalam pikiran saya “ Domba yang hilang dan tersesat ” ! saya sangat berharap gembala domba itu akan segera menemukannya dan membawanya pulang.
Pengalaman ini mengajarkan saya lebih lagi akan begitu pentingnya bergantung pada Gembala jiwa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia mengatakan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, “. Suara yang membimbing langkah kita untuk mencapai kebenaran, kehidupanNya yang penuh dalam Dia dan mengarahkan langkah kita pada kasihNya.
Darah Yesus yang telah dikorbankan di kayu salib telah membersihkan dosa kita dan juga sebagai tebusan atas segala hukuman yang harus dijalani di masa yang kekal tanpa akhir.
Dengan kasihNya kita hidup kembali yang pada suatu saat telah mati dalam dosa. Melalui kematianNya dan kebangkitNya Dia mempersembahkan manusia suci dan tak ternoda di hadapan Allah Bapa. Mereka menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki hati yang baru melalui pekerjaan dan kuasa Roh Kudus. Tak sedikitpun hal yang dapat manusia lakukan dengan usahanya sendiri untuk mendapatkan atau menerima hal ini.
Banyak dari mereka yang menolak panggilan Yesus. Mereka berkeras hati dan pikiran mereka dipenuhi dengan hal –hal dan alasan-alasan untuk menolaknya. Mereka termakan oleh hasutan iblis bahwa mereka harus mempersiapkan diri dahulu untuk hidup suci dan melepaskan hal-hal yang tidak benar yang mereka lakukan di dunia ini untuk berhak menerima kasih Kristus dengan usaha dan kekuatan sendiri. Ini adalah rencana iblis yang menghalangi langkah manusia untuk menerima kebenaran, kehidupan yang berlimpah oleh kasihNya sekarang dan dimasa yang kekal. Sebaliknya haruslah kita datang pada Kristus apa adanya mengakui dan bertobat, maka Kristus akan memberikan kekuatan dan rohNya yang Kudus akan dapat merubah hidup kita.
Apabila kita tak membuka hati dan menerima panggilan kasih Kristus maka kita tidak akan mengerti akan pekerjaan yang dimulai di Sorga untuk menyelamatkan manusia. Sinar terang Roh Allah akan menyinari lubuk jiwa dan hati mereka yang menerimaNya sehingga mereka dapat mengenal kebenaran, menerima kebenaran dan melangkah dalam kebenaran. Begitu indahnya kehidupan dalam Kristus! kehidupan yang telah direncanakan sebelum langit dan bumi diciptakan.
Sangatlah tak mungkin hidup penuh dengan kemenangan tanpa kasih karunia Kristus. Mereka yang mencoba melakukan tanpanya akan gagal jatuh dalam masa percobaan atau gangguan/hasutan setan. Roh Kudus yang begitu setia menguatkan Paulus pada saat-saat yang begitu sulit.
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. ( 2 Korintus 12:9)
Ini berarti kita harus selalu hidup dan bergantung sepenuhnya pada kasih Kristus setiap saat/ setiap waktu dalam segala hal yang kita lakukan. Janganlah kita bergantung pada kemampuan dan kekuatan sendiri namun berserahlah dalam iman dan kuasaNya yang begitu besar. Kristus melimpahkan kasihNya yang besar bagi kita semua sesuai dengan anugrahNya agar kita dapat menyelesaikan segala pekerjaan yang Dia berikan.
Orang-orang percaya adalah mereka yang mendengar suara Allah, menerima segala petunjukNya dan melakukan segala perintahNya dengan iman dan kebenaran. Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil mereka dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, meneguhkan dan menguatkan dalam iman untuk melengkapi segala rencanaNya bagi hidup orang-orang percaya.
Suatu kerinduan hati Tuhan agar kita semua anak-anakNya mengenal kekayaan dan kemuliaan serta otoritasNya. Kristus memberikan kemampuan pada mereka yang percaya untuk dapat hidup dalam kesempurnaanNya dalam kuasa kebangkitanNya. Mata roh mereka akan terbuka untuk dapat melihat manifestasi kuasa yang begitu agung. Telinga roh mereka selalu siap mendengar suara Allah. Pola pikir mereka akan terus diperbaharui yang dapat menerima segala bukti akan kesempurnaan firmanNya.
Suatu saat kita bagaikan domba yang hilang dan tersesat yang telah ditemukan oleh gembalanya yang begitu setia, dibawa pulang dan dirawat dengan penuh perhatian. Gembala jiwa kita Yesus Kristus sumber kasih dan karunia tidak akan pernah gagal membimbing mereka yang mendengar suaraNya dan mengikutiNya.

The Peace of Christ

In English and Bahasa (Indonesian)

“ Peace I leave with you, My peace I give to you, not the worlds gives do I give to you. Let not your heart be troubled, neither let it be afraid. (John 14: 27- NKJV)

Jesus spoke of this to the disciples near the time of His crucifixion. His hour had come and He should depart from this world to the Father. That night in the last supper He brought to their mind the mystery that had yet to be revealed about the Father’s love.  He knew the confusion and fear that took hold of the disciples’ hearts.

In this intense conversation they still could not comprehend Christ’s word in their spiritual sense.  He said “ These things I have spoken to you while being present with you, but the Helper, the Holy Spirit whom the Father will send in My name, will teach you all things and bring your remembrance all things that I said to you ( John 14 : 25 – NKJV)   

They were to prepare themselves for things to come and to bear witness to His life. A great trial and tribulation that they would endure to see His humiliation and death on the cross. They were dearly loved and precious to Him. Christ would not leave them without help. He sent the Holy Spirit, the Spirit of Truth and the Comforter to strengthen their faith. Through scriptures He speaks to the mind, and brings truth upon the heart.      

Christ has given us His peace, the peace which surpasses all understanding. It can only be received through our communion with Him and of the revelation of Him by the power of The Holy Spirit. It is in His resurrection power those who believe and obey Him can experience this peace. It cannot be manipulated nor produced by our own effort. We are to continue abide in Him in order receive His fullness life. THE PRINCE OF PEACE, Jesus Christ reigns in His heavenly kingdom of righteousness, peace and joy.

The Nature obeys His command, respects His authority and follows His order. He calmed the sea when the storm struck the boat.

He arose and rebuked the wind, and said to the sea, “Peace, be still!” (Mark 4 :39-NKJV)

For many when they face uncertainty or challenges in their lives, often they lose their inner peace. They allow doubt to disturb their faith in the assurance of God’s word. They dishonour the presence of the Spirit of Truth by undermining His ability to guide and lead them through difficult situation. Instead they turn to others to seek advice while the Spirit of Comforter is always ready to help if only they would pray and seek His wisdom.

Doubt manifests itself in the heart of man because of his lack of understanding of God’s love. It was invented as a weapon by satan in the garden of Eden when he deceived Adam and Eve that led them to fall into sin and be separated from God.  

If we know the truth we will not be so easily consumed by the thought that takes away our faith. God’s word stands firm and its power can sustain us through the storm of life. To the church in Ephesus Apostle Paul wrote that through faith in Christ you “may be able to comprehend with all saints what is the width and length, and depth, and height; to know the love of Christ, which passes knowledge.” (Eph. 3:18-19).

Jesus has conquered every situation that we could possibly experience. He knows our weaknesses and our strengths, but these are not something that we should depend on to. His Grace is what we need daily in every breath we take and every moment we awake and every situation we are in, we should continually focus on and magnify the power of His grace. We must grow daily in grace and the knowledge of our Lord Jesus Christ which will empower us to walk on the path of His will.

Peace is the work of righteousness and the affect of righteousness is quietness and assurance forever. (Isaiah 32 :17- NKJV)

When the thunderstorm of tribulation comes and strikes our boat of peace we must not face this battle alone. Remember our Saviour Jesus Christ, the only One whom we can put our hope to. In quietness we must pray with the thought in mind of the assurance of His matchless love that nothing can separate us from it. He will never fail to deliver us and give us the help we need.

We must learn to put aside our ability to save ourselves by our own effort instead put our trust in Him completely. In doing this His everlasting peace shall fill our heart again, the peace that the world cannot give.

Damai  Sejahtera Kristus

 

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14 : 27)  

Yesus mengajarkan hal ini pada murid-muridNya pada saat mendekati waktu kematianNya di kayu salib. Waktunya telah dekat dan Dia harus kembali kepada Allah Bapa. Saat itu di perjamuan makan malam terakhir  Dia menegaskan kembali misteri Kasih Allah Bapa yang belum seutuhnya dimengerti oleh murid-muridNya. Dia mengerti segala rasa ketakutan dan ketidak pahaman yang dirasakan oleh mereka.

Di dalam perbincangan yang begitu serius mereka masih belum dapat memahami perkataan Kristus. Dia berfirman  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. (Yohanes 14 :25-26)  

Mereka dipersiapkan untuk menjadi saksi atas hidupNya. Cobaan besar yang akan datang yang mereka harus alami dan saksikan adalah kematian Yesus di kayu salib yang dipandang dunia begitu memalukan. Yesus sangat mengasihi mereka dan Dia tidak membiarkan mereka sendiri tanpa pertolonganNya.  Dia mengutus Roh Kudus, Roh kebenaran dan penghibur untuk menguatkan iman mereka. Melalui segala firman Allah Roh Kudus berbicara dan mengajarkan kebenaran di hati dan pikiran orang-orang percaya.

Kristus telah memberikan damai sejahtera yang melampaui akal dan fikiran manusia. Damai sejahtera Allah yang hanya dapat diterima melalui pergumulan dengan Roh Allah dan pengertian akan Dia dalam hikmat Roh Kudus.

Dalam kuasa kebangkitanNya hanya mereka yang percaya dan patuh akan mengalami damai sejahtera Allah yang tak dapat diciptakan maupun dihasilkan oleh usaha diri sendiri. Haruslah kita terus bergantung padaNya untuk dapat mengalami kehidupan yang Dia miliki. Pangeran Damai Sejahtera bertahta dalam kerajaan yang penuh dengan kemuliaan, damai sejahtera dan suka cita.

Alam semesta mematuhi perintahNya, menghargai otoritas dan kepemimpinanNya dan mengikuti perintahNya. Dia menenangkan badai di danau yang menghantam perahu murid-murid Kristus.

Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.(Markus 4: 39)

Banyak diantara orang Kristen pada saat menghadapi tantangan dan cobaan hidup merasakan hilangnya damai suka cita Allah. Mereka membiarkan rasa ragu dan tak percaya ya dan ragu menggantikan iman akan firman Allah. Mereka tidak percaya percaya menggantikan iman yang mereka miliki akan firman Tuhan. Mereka tidak menghormati akan keberadaan dan kehadiran Roh Kudus memandang remeh akan kemampuanNya yang dapat membimbing mereka dalam menjalani masa-masa yang sulit. Mereka mencari jawaban dan nasehat dari orang lain sementara Roh Allah selalu siap menolong kalau saja mereka berdoa dan memohon petunjuk.

Keraguan di hati manusia timbul karena ketidak pahaman akan kasih Allah. Hal ini adalah senjata yang iblis ciptakan untuk menghasut Adam dan Hawa di taman Eden sehingga mereka jatuh dalam dosa dan terpisah dari Allah.

Apabila kita mengerti tentang kebenaran, maka kita tidak akan mudah terpengaruh oleh pemikiran yang dapat menghancurkan iman kita. Firman Allah sangat kuat dan kuasanya akan membuat kita terus melangkah tegar dalam menghadapi badai kehidupan apapun bentuknya.

Rasul Paulus menuliskan  Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah (Efesus 3 :18-19)

Yesus telah menaklukan segala situasi dan kondisi yang mungkin kita alami. Dia mengetahui segala kelemahan dan kelebihan kita, namun bukan berarti kita bergantung pada hal ini. Kuasa kasihNyalah yang kita butuhkan setiap saat kita bernafas, setiap waktu kita terbangun dan disetiap situasi yang kita hadapi. Kita harus terus fokus pada kasihNya. Kita harus tumbuh dalam kasih dan pengetahuan serta hikmat akan Kristus Yesus yang dapat memberikan kita kekuatan untuk melangkah pada jalan dan rencanaNya.

Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. (Yesaya 32 : 17)

Pada saat badai datang dan menyerang perahu damai sejahtera kita, janganlah kita mencoba menghadapi pertempuran itu sendiri. Ingatlah Jurus Selamat kita Yesus Kristus sebagai satu-satunya tempat kita berharap. Dalam ketenangan kita harus berdoa dan mengingat bahwa tak ada yang mampu memisahkan Allah  dari hidup kita. Dia tidak akan pernah gagal membawa kita keluar dari kesulitan dan memberikan pertolongan yang kita butuhkan. Kita harus belajar untuk tidak menggantungkan segala daya upaya dan kemampuan kita untuk menyelamatkan diri, namun percaya sepenuhnya pada Allah. Maka damai sejahteraNya yang tak akan berakhir akan terus kembali mengisi hati dan jiwa kita yaitu damai sejahtera yang berkesinambungan yang tak bisa diberikan oleh dunia.

 

 

Nicodemus’ Curiosity

In English & Bahasa (Indonesian)

Deeply inside in his heart, Nicodemus knew that Jesus was a good teacher sent by God, but somehow he needed more assurance of His signs and miracles that often he witnessed. Curiosity led him to find the answer to satisfy his inquiring mind. He was well educated person, highly honoured by people and the members of Jewish leaders. He sought to learn and to discover more about the hidden mystery of God he saw in the life of Jesus. He understood the scriptures and the prophecies that were taught and written by many prophets of Israel before his time. His desire to meet Jesus openly would risk and jeopardise his position.

As a teacher of Israel he thought he must know everything and this time he felt that there had been so many things he missed out.

Amazed by Jesus teachings, astonished by His signs and wonders, impressed by His compassion towards people, Nicodemus secretly went to see Jesus at night. He didn’t want to be seen by anyone who might knew him

John 3: 2-13 (NKJ)

2  “Rabbi, we know that You are a teacher come from God; for no one can do these signs that You do unless God is with him.”

Jesus answered and said to him, “Most assuredly, I say to you, unless one is born again, he cannot see the kingdom of God.”

Nicodemus said to Him, “How can a man be born when he is old? Can he enter a second time into his mother’s womb and be born?”

Jesus answered, “Most assuredly, I say to you, unless one is born of water and the Spirit, he cannot enter the kingdom of God. That which is born of the flesh is flesh, and that which is born of the Spirit is spirit. Do not marvel that I said to you, ‘You must be born again.’ The wind blows where it wishes, and you hear the sound of it, but cannot tell where it comes from and where it goes. So is everyone who is born of the Spirit.”

Nicodemus answered and said to Him, “How can these things be?”

10 Jesus answered and said to him, “Are you the teacher of Israel, and do not know these things? 11 Most assuredly, I say to you, We speak what We know and testify what We have seen, and you do not receive Our witness. 12 If I have told you earthly things and you do not believe, how will you believe if I tell you heavenly things? 13 No one has ascended to heaven but He who came down from heaven, that is, the Son of Man who is in heaven.

Nicodemus might have regarded himself to a have a secure place in the Kingdom of God through his work by understanding the scriptures and obeying God’s law. Here he heard the words spoken by Jesus that he had never known before. For centuries the children of Israel had believed that God would send a Messiah to save them from the hand of their oppressors. They did not accept the true Messiah the Son of God, the Word of God in flesh. Their mind were blinded by their own thoughts of the kind of Messiah that would come and save them, a King who would come in mighty power and clothed in glory and splendour.

A carpenter’s son who had worked with his earthly father Joseph was rejected by the people of Nazareth when He announced in the temple that the Isaiah’s prophecy had been fulfilled (Luke 4:18-22). He declared the time for the coming of the true Messiah of God is near. “Is this not Joseph’s son ?”

Whenever the multitudes followed Him to hear His teachings in the synagogue or in the open places, jealousy took over the mind of the Pharisees, hatred crept up to reach its higher place and pride tried to sustain its position in their hearts. They were controlled by worldly ambition, driven by a desire to be in the highest position among others. They falsely presented themselves as people of God but they had no knowledge of His divine characters. A foundation of every heathen religion that man can save themselves by his own works it had now become the principle of the Jewish religion. It was implanted by satan, the master of deception. They were enslaved by their high respect of tradition and their blind faith of the corrupt priesthood.

” For they bind heavy burdens, hard to bear and lay them on men’s shoulders but they themselves will not move them with one of their fingers “ (Matthew 23:4)

The people whom once God called to be His representative to spread the truth had become human agencies of the kingdom of darkness. That night, firmly but clothed with compassion Jesus spoke to Nicodemus of the requirement to enter the Kingdom of His Father, though Nicodemus argued with the impossibility of the natural thing that man couldn’t enter his mother’s womb for the second time but Jesus’ word had touched the core of Nicodemus’ heart. 

A spiritual understanding concerning God’s Kingdom can only be gained through the work of the Holy Spirit. Had Nicodemus decided to ignore his heart he would have missed the opportunity to know the Truth. The word of Jesus was the seed planted in Nicodemus’ heart by the Spirit of God. In his soul, the seed had grown produced fruit of understanding of the real Saviour.

It is like Nicodemus, there are many who claim themselves as believers/Christians but are  spiritually blind. They have never gained understanding of the Truth, simply because their hearts are not willing to submit to Christ. There may have been countless opportunities to come and to draw themselves near to the Author of Salvation have been wasted because of disobedience to His calling. Therefore they have missed all good things that God has prepared for them.

Being born again in Spirit is a decision to accept Jesus Christ as the only Saviour of his soul and the Lord of his life. Therefore there is nothing should be done without the guidance or direction of His Spirit. The breath of The Spirit is the Word of God, therefore he must also abide in the Word.

A life in Christ Jesus is a life of total surrender of the heart and fully rely on His grace. When the Spirit of God has established His throne in the heart of man, His light will illuminate the secret chamber of the soul. A continual process of change and transformation to be conformed to the image of Christ begins. It is a supernatural work bringing a supernatural element into human nature. A soul that yields to the control of Christ, believes His righteousness through faith, his life shall change, his mind shall be renewed by His precious Word, his actions shall bring glory to God and his destiny shall be secured and protected in His hand.  

Amen.

Rasa Keingintahuan Nikodemus

Dalam hati Nikodemus menyadari bahwa Yesus adalah pengajar yang baik yang telah diutus  oleh Allah. Namun hatinya masih menginginkan kepastian akan segala keajaiban yang Yesus lakukan yang sering dilihatnya.

Rasa ingin tahu yang begitu besar membawanya untuk mencari jawaban yang dapat memberikan kepuasan atas segala yang dipikirkannya. Dia berpendidikan tinggi dan sangat dihormati oleh banyak orang maupun anggota pengurus dan para pemimpin orang-orang Yahudi. Dia berusaha mencari dan menemukan segala mistery Allah yang masih tersembunyi yang dapat dia lihat dalam kehidupan Yesus. Nikodemus mengerti firman-firman Alkitab yang tertulis dan diajarkan oleh nabi-nabi Israel sebelum masanya. Keinginanannya untuk bertemu Yesus di tempat umum akan sangat beresiko dan membahayakan kedudukanNya di mata masyarakat Yahudi.

Sebagai salah satu pengajar Israel, dia berpikir bahwa dia harus memiliki ilmu yang tinggi dan mengetahui banyak hal, namun pada saat itu dia merasa masih banyak yang tidak dia ketahui.

Kagum akan segala pengajaran yang Yesus lakukan, terkesimak oleh segala keajaiban yang dilihatnya serta sangat terpesona oleh kebaikan dan kasih Yesus pada orang –orang yang diajarkanNya, secara rahasia Nikodemus memutuskan untuk menemui Yesus pada suatu malam. Dia tidak ingin terlihat oleh orang lain yang mungkin dapat mengenalinya.

Yohanes 3 : 2-13

3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”

3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”

3:9 Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”

3:10 Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?

3:11  Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.

3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?

3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Nikodemus mungkin berfikir bahwa dia telah memiliki tempat dalam kerajaan Allah melalui usahanya mengerti hukum-hukum dan firman-firman alkitab dan mematuhinya. Disini dia mendengar perkataan Yesus yang tak pernah dia ketahui sebelumnya. Selama berabad-abad bangsa Israel percaya akan kedatangan utusan Tuhan yang akan membebaskan Israel dari tekanan maupun perbudakan oleh bangsa lain. Namun mereka tidak menerima Yesus sebagai utusan Allah, Anak tunggal-Nya karena pikiran mereka telah dibutakan dan terbelenggu oleh pemikiran akan utusan Allah yang datang sebagai raja yang besar dan penuh kuasa penuh dengan segala kemegahan.

Di rumah ibadat anak tukang kayu yang bekerja dengan ayahnya Yusuf dikenal oleh masyarakat sekitar, ditolak oleh orang-orang Nazareth pada saat Dia membacakan nubuatan Nabi Yesaya dan mengikrarkannya bahwa hari itu juga nas itu  telah digenapi (Lukas 4 : 18-22).Mereka berkata “Bukankah Ia ini anak Yusuf ?”

Pada setiap saat orang-orang berduyun-duyun mengikuti Yesus untuk mendengar pengajaran-Nya di rumah ibadat maupun di tempat umum, rasa iri menjelajahi pikiran orang-orang Farisi, rasa benci dan tinggi hati bernaung di hati mereka.

Ambisi pribadi dan keinginan duniawi untuk menempati kedudukan yang tinggi lebih dari orang lain menguasai diri mereka. Dengan kepalsuan mereka mengakui diri sebagai perwakilan Tuhan namun tidak sedikitpun mengerti akan kharakter Tuhan yang sebenarnya. Kepercayaan bahwa manusia dapat menyelamatkan diri sendiri dengan usaha dan daya upaya sendiri yang dimiliki dan dipercaya bangsa lain sekarang telah menjadi prinsip agama Yahudi. Hal ini ditanamkan oleh Iblis, pencipta kebohongan. Mereka menjadi budak atas kepercayaan yang tinggi terhadap tradisi dan buta akan kemunafikan para imam-imam Israel.

“Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya (Matius 23:4)

Pada saat itu orang-orang Israel/Farisi yang awalnya ditunjuk Allah sebagai perwakilanNya untuk mengabarkan berita Kerajaan Allah Bapa  telah bertolak menjadi perwakilan kerajaan setan.

Pada malam itu dengan  tegas namun penuh kasih Yesus mengatakan pada Nikodemus atas persyaratan untuk masuk dalam kerajaan Allah Bapa. Walaupun Nikodemus mencoba menentang dengan argumentasi bahwa manusia tidak akan kembali dapat dilahirkan secara alami untuk kedua kalinya namun perkataan Yesus telah menyentuh lubuk hati Nikodemus.

Pengertian dalam roh tentang Kerajaan Allah hanya bisa didapatkan melalui pekerjaaan Roh Kudus. Andai saja Nikodemus mengabaikan keinginan hatinya maka dia akan kehilangan kesempatan untuk mengetahui kebenaran. Firman Yesus  adalah biji yang ditanamkan oleh Roh Allah di hati Nikodemus yang tumbuh dan menghasilkan buah hikmat dan pengetahuan akan Kristus Jurus selamat yang telah diutus dari Sorga.

Bagaikan Nikodimus banyak orang yang telah mengakui dirinya sebagai orang-orang percaya namun buta akan roh.

Mereka tidak pernah mengerti akan kebenaran karena hati mereka menolak untuk berserah  dan bersandar sepenuhnya pada kristus.  Banyak sekali kesempatan yang terbuang sia-sia  untuk datang kembali dan mendekatkan diri pada Jurus Selamat Dunia karena ketidak patuhan diri. Akibatnya adalah banyak sekali kesempatan baik yang Allah berikan yang hilang dan tak pernah telaksana.

Lahir baru dalam roh adalah keputusan untuk menerima Yesus sebagai Jurus selamat dan sebagai satu-satunya Allah atas hidup seseorang. Oleh karena itu segala hal yang dilakukan harus berkenan dan berada dibawah tuntunan Roh Allah. Roh Kudus bernafaskan firman-firman Allah yang harus dipatuhi dan tersimpan di lubuk hati.

Kehidupan dalam kristus adalah kehidupan yang benar-benar bersandar pada-Nya dalam hati dan bergantung sepenuhnya pada kasih-Nya. Pada saaat Roh Kudus bernaung dan mengambil tempat di hati seseorang, sinar terang-Nya akan menerangi jiwa oranya tersebut  Ini adalah proses perubahan dan transformasi yang terus berlangsung untuk menjadi seperti Kristus.  Jiwa yang benar-benar berpegang pada kuasa Kristus dan percaya akan kemuliaanNya dalam iman maka hidupnya akan berubah, pola pikirannya akan terus diperbaharui oleh firman Allah, segala tindakan dan sikapnya akan membawa kemuliaan bagi nama Allah, hidup dan masa depannya akan terlindungi di tanganNya.

 

The Overseer of our soul

In English and Indonesian languages

He carries his wounded lamb in his bosom and gently gathers and leads those who are with young to follow him. The shepherd carefully and patiently looks after his weak and powerless lamb. Feeds and gives him a drink, covers him and cleanses his wound daily. Little by little the wounded lamb gains his strength, he is able to stand up and walk again.

It is like the patient shepherd, Jesus carries some of us who are wounded in his bosom. A deep wound caused by disappointment of life, rejection, abuse and trauma. By his grace he cleans and dresses the wounded heart. Daily He gently feeds the soul with His precious word and gives it a drink with his loving kindness. His love is the only remedy which will heal a despaired soul and wounded heart.

In the country of the Gadarenes, the demon possessed man who had been tortured day and night by the unclean spirits ran and worshipped Him when he saw Jesus from afar. The demon spoke as he recognised the authority of the Son of God.  What have I to do with you Jesus, Son of the Most High God ? I implore you by God that you do not torment me.” His name was Legion and they were many. He begged Jesus not to torment them. Jesus commanded the unclean spirits to leave the man and He sent them to the large herd of swine (they were about 2000) near the mountain. Then the herd ran violently down the steep place into the sea and drowned in the sea. The demon possessed man had been healed, he was commanded by the Healer to go and tell people what the Lord had done for him.( read Mark 5 v 1-19-NKJ)

Isaiah’s prophecy had been fulfilled that the Son of God would proclaim liberty of the captives and release them those who are bound. A soul of man is worth more than a man’s possessions. A divine compassion of God the Father flows and manifests in Jesus Christ the only begotten Son who is in the bosom of the Father. He went about  doing good, healing and liberating those who oppressed by the power of satan.

I will feed My flock, and I will make them lie down,” says the Lord God.“I will seek what was lost and bring back what was driven away, bind up the broken and strengthen what was sick; (Ezekiel 34:15-16-NKJ)

“I will make a covenant of peace with them, and cause wild beasts to cease from the land; and they will dwell safely in the wilderness and sleep in the woods. (Ezekiel 34:25-NKJ)

It is a promise of  blessing, safety and protection to  His children whom God’s love that He declared. Jesus says “ I am the good Shepherd and I know My sheep and am known by My own.”(John 10 :14 –NKJ)

He becomes a Shepherd of His sheep. He has rescued our soul from the torment,bondages and tortures of the power of darkness. Satan comes to steal, kill and destroy the humanity. Though he claimed himself as a prince of the world and he held dominion over the world which no one can escape from, but on the cross Christ had destroyed him who had the power of death and released those who through fear of death were all subject to bondage in their life time.

God the Father was in Christ reconciling the world to Himself not imputing their trespasses to them and has committed to us the word of reconciliation. Through the death and the resurrection of Christ, the broken connection between man and God had been restored. The Lamb of God the Darling of Heaven was crucified, rejected and despised by men. He was wounded for our transgressions, he was bruised for our iniquities, He was cut off from the land of the living, and by His stripes we are healed.

His blood is the price He had to pay to redeem man from the power of the chief deceiver, the creator of destruction and  the destroyer of peace.He knows each of us more than we know ourselves. He knows the numbers of our hair and He certainly knows what we are going through, what we have gone through and what we will go through. We ought not to fear of anything. He called us by our name and He claimed that we are His. He loves us with an everlasting love. He has drawn us to Him with His loving kindness.

God has given us the life of His Son, eternal life in His Son. We are of God, He who is in us is greater than he who is the world. He is always ready to hear our prayer, to answer our calling and to respond to our request. He is the Author of the eternal salvation to all who obey Him. He teaches us to trust and rest in Him. His living word that divides the soul and spirit is a discerner of the thought and the intention of our heart. Nothing can hide or be hidden from Him. The dark shadow of the past, the oppressions of the present time and the fear of the future, have no power over those who are in Christ. He has never forsaken those who seek Him, he has never neglected those who put their trust in Him, He has never ignored those who wait upon Him. He brings them to the stream of compassion, out of the rock of assurance in the valley of trust.

Lets us draw near to Him, Jesus Christ the true Shepherd of our life and the Overseer of our soul

 Pemelihara dan Pengawas Jiwa Kita

Dia menggendong domba yang terluka didadanya dan perlahan dia mengiring domba-domba kecil untuk mengikuti langkahnya. Dengan hati-hati dan sabar  setiap hari domba yang terluka dan tak berdaya dirawatnya. Dia beri makan dan minum, melindunginya dan membersihkan dan membalut lukanya. Sedikit demi sedikit domba tersebut memperoleh kekuatan dan mampu berdiri dan berjalan kembali.

Seperti gembala yang sabar dan setia, Yesus mengangkat  dan mendekap mereka yang terluka didadaNya. Luka dalam yang disebabkan akan kekecewaan hidup, penolakan orang lain, perlakuan buruk dan tidak wajar serta trauma hidup. Dengan kasihNya Dia membersihkan dan membalut hati yang terluka. Setiap hari secara lembut Dia memberikan makan firman-firman Allah dan memberikannya minuman segar akan kebaikanNya. KasihNya adalah obat yang dapat menyembuhkan luka hati yang dalam dan jiwa yang hancur.

Di daerah orang Gerasa orang yang telah kerasukan roh jahat dan menyiksa dirinya siang dan malam, pada saat melihat Yesus dari kejauhan dia berlari dan menyembahNya.

Roh jahat tersebut mengenal otoritas Yesus Anak Allah yang Tunggal, Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku! Namanya adalah legion dan jumlah mereka banyak. Roh jahat tersebut memohon agar Yesus tidak menyiksa mereka namun memindahkan roh mereka pada babi-babi yang sedang berkumpul dekat gunung.

Yesus mengabulkan permintaan mereka dan menyuruh mereka keluar dari orang yang tersiksa dan pindah kedalam kawanan babi yang berjumlah kira-kira 2000, kawanan babi tersebut berlari dan terjun ke tepi jurang ke dalam danau dan mati tenggelam.

Orang yang telah kerasukan roh tersebut telah disembuhkan, waras dan berpakaian. Yesus menyuruh dia untuk pergi dan memberitakan kepada orang lain akan kebaikan yang Allah telah perbuat padanya. (baca Markus 5 : 1-19)

Nubuatan nabi Yesaya terpenuhi bahwa Anak Tunggal Allah akan memberitakan pembebasan pada mereka yang tertawan dan melepaskan mereka yang terkurung. Satu jiwa manusia melebihi harga dari segala harta milik seseorang.  Aliran kasih Allah Bapa di sorga mengalir dan terlihat dalam hidup anakNya yang tunggal Yesus Kristus. Dia selalu melakukan hal –hal yang baik dalam hidupNya di dunia, menyembuhkan dan membebaskan mereka yang tertindas dan berada dibawah  kuasa Iblis.

 “Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. (Yehezkiel  34:15-16)”

“Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu, sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan. (Yehezekiel 34:25)”

Adalah sebuah janji Allah akan berkat, ketentraman dan perlindungan pada anak-anak Tuhan yang dikasihiNya.

Yesus mengatakan “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku “ ( Yohanes 10 : 14)

Dia menjadi Gembala domba-dombaNya. Dia telah menyelamatkan jiwa kita dari sisksaan dan beban-beban kuasa gelap. Iblis datang untuk mencuri, membunuh dan menghancurkan umat manusia. Walaupun dia mengakui dirinya sebagai penguasa dunia dan memegang kuasa atas umat manusia dimana tak seorangpun dapat menghindar dari kuasa gelapnya namun di kayu salib Kristus mengalahkan dan menghancurkan segala kuasa kematian yang dimiliki iblis dan membebaskan mereka dari kuasa maut yang telah membelenggu hidup mereka.

Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran yang kita lakukan. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, hubungan antara manusia dan Allah yang telah hancur telah kembali dipulihkan.

Domba Allah kekasih Sorga disalibkan, dihina dan dicemoohkan oleh umat manusia. Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita diremukan oleh karena kejahatan kita ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Dengan darahNya dia membayar harga untuk menebus dan membebaskan manusia dari kuasa raja penghasut, pencipta kehancuran dan perusak kedamaian yaitu Iblis.

Dia mengetahui diri kita masing –masing melebihi dari apa yang kita ketahui. Dia mengetahui berapa jumlah helai rambut kita, Dia mengetahui apa yang telah kita alami, yang sedang kita alami dan apa yang akan kita alami. Janganlah kita takut akan apapun. Dia memanggil dan menyebut nama kita dan mengatakan bahwa kita adalah milikNya. Dia telah menarik kita untuk datang padaNya dengan kasihNya yang lemah lembut.

Allah Bapa telah memberikan kehidupan kekal dalam hidup anakNya yang tunggal Yesus Kristus. Kita adalah milik Allah, Dia yang ada dalam diri kita lebih berkuasa dari mereka yang ada di dunia. Dia selalu siap mendengar doa-doa kita, menjawab panggilan dan permohonan kita.

Dia adalah pencipta keselamatan yang kekal bagi mereka yang patuh akan perintahNya. Dia mengajarkan kita untuk percaya dan beristirahat dalam dalam Dia,  FirmanNya hidup dapat memisahkan jiwa dan roh yang sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Tak ada sesuatupun yang bersembunyi dan dapat disembunyikan dariNya. Bayangan gelap masa lalu, tekanan hidup saat ini dan bayangan rasa takut akan masa depan tak memiliki kuasa atas mereka yang berada dan hidup dalam Kristus. Dia tidak pernah mengabaikan mereka yang benar-benar mencariNya, melupakan mereka yang menaruh harapan dan kepercayaan penuh padaNya dan menghindari mereka yang benar-benar menunggu atas kehadiranNya,

Dia membawa mereka pada aliran air sungai kasih yang  keluar dari dari batu besar kepastian yang kokoh di lembah kepercayaan dan iman.

Marilah kita mendekatkan diri padaNya lebih lagi, Yesus Kristus, Gembala hidup kita serta pemelihara  dan pengawas jiwa kita.