Daily notes : Forgiveness

Can we forgive ourselves from the mistakes we have done ? Can we receive God’s forgiveness? Some people are struggling to do this simply because they believe that their mistake/s are too big.

Our Lord Jesus died on the cross not only to save us from the punishment of sin but also to save us from ourselves.

I believe until we learn to forgive ourselves and receive God’s forgiveness it will be difficult for us to move on.

God wants to restore our lives to have that wonderful connection with Him….His grace is sufficient for all of us…

Amen

Catatan harian : Pengampunan

Dapatkah kita memaafkan diri dari kesalahan yang kita lakukan? Maukah kita menerima pengampunan Tuhan?
Banyak sekali mereka yang tak mampu melakukannya karena mereka berfikir bahwa kesalahan yang mereka lakukan terlalu besar.
Tuhan Yesus mati di kayu salib bukan hanya untuk menebus dosa kita namun juga untuk menyelamatkan kita dari diri sendiri.

Saya yakin pada saat kita dapat memaafkan diri dan menerima pengampunan Tuhan baru kita dapat melanjutkan hidup kita.

Tuhan ingin memperbaiki hidup kita dan memiliki persekutuan denganNya…Karena kasihNya sangatlah mencukupi bagi kita umat manusia

Amin

Daily notes : A defeat or victory

Trials and challenges in life can only produce two different things,  defeat or victory. It all depends on how we see them.  They can make us discouraged or hopeless but they can also make us strong.

Those who trust in the power  of Jesus and don’t rely on their own strength or ability will walk in peace and assurance that whatever happen in their life, God  is in control over their life (situation). They will come out victoriously !!!

Trust in the LORD with all your heart, and do not lean on your own understanding. In all your ways acknowledge Him, and He will make your paths straight. ( Proverbs 3:5)

Whar are you facing now? What will the end result be? Is it a defeat or victory ?

Catatan harian : Kekalahan atau kemenangan sejati ?

Segala cobaan dan tantangan hidup hanya dapat menghasilkan dua hal yang berbeda, kekalahan atau kemenangan. Semua tergantung dari bagaimana kita menilainya. Hal ini ini akan membuat kita merasa tak mampu, tak berdaya namun juga dapat membuat kita menjadi kuat.

Mereka yang percaya akan kuasa dan kasih Yesus Kristus dan tidak bergantung pada kekuatan dan kemampuan diri sendiri akan dapat berjalan dalam damai dan penuh keyakinan  bahwa apapun yang terjadi dalam hidup, Tuhan berkuasa atas segalanya dan atas hidup mereka. Mereka akan berjalan keluar dari segala masalah/tantangan dengan kemenangan yang tak pernah dibayangkan !!!

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri Akuilah Dia dalam segala lakumu  maka Ia akan meluruskan jalanmu.(Amsal 3:5-6)

Apakah yang kau hadapi sekarang ? Apakah hasil akhirnya ? Kekalahan atau kemenangan ?

Daily notes : A wall that separates man from God

Pride goes before destruction, a haughty spirit before a fall (Proverbs 16:18)

Pride is a thick wall that separates man from God’s presence. When we are critical and judgmental of others we are walking in pride. When we are refusing to forgive someone or asking for forgiveness of what we have done wrong, we are walking in pride. When we are thinking that we are better than others and more important than others we are walking in pride. When we are boasting about what we have got and achieved we are walking in pride.The wall is guarded by satan day and night to prevent man from receiving the grace and the wisdom of God or anything that God has for us.

How can the wall be destroyed? By admitting our weakness and acknowledging the greatness of our Lord Jesus. The power of the Holy Spirit will help us to live holy and to walk in love and humility. Do not let satan destroy our lives because of pride. Those who are humble before God and man will walk in the blessed path that He has predestined in Christ Jesus. Their lives will show the beauty of Jesus and they become a blessing for others….

Catatan harian : Dinding tinggi dan tebal yang memisahkan manusia dengan Allah

“Kesombongan mengakibatkan kehancuran, keangkuhan mengakibatkan keruntuhan “ ( Amsal 16:18)

Keangkuhan dan kesombongan diri adalah dinding tinggi dan tebal yang memisahkan manusia dengan Allah dalam hidupnya. Keangkuhan akan segala yang dimiliki/dicapai tidak ingin memaafkan orang lain dan meminta maaf apabila bersalah, merasa diri lebih baik dan lebih sempurna dari orang lain…dsb..dsb adalah buah-buah akan keangkuhan diri. Cepat atau lambat hidup seseorang akan hancur karenanya.
Dinding tebal itu dijaga oleh setan siang dan malam agar segala jalan hidup manusia untuk menerima kasih, hikmat dan anugrah Tuhan Yesus terputus. Setan berusaha menghalangi jalan hidup manusia dengan segala cara agar apa yang Tuhan sediakan bagi hidupnya tak akan pernah tercapai.
Apakah yang dapat menghancurkan dinding tersebut? Keputusan untuk rendah hati dan mengakui kelemahan diri. Kuasa Roh Kudus akan dapat menghancurkan segala penghalang bagi hidup manusia untuk dapat hidup kudus dan taat pada Allah.
Jangan biarkan setan menghancurkan hidup kita/keluarga kita karena kesombongan diri tentang apapun yang kita capai dan miliki. Mereka yang rendah hati akan memancarkan sinar kemuliaan Tuhan Yesus, diberkati dan penuh dengan damai sejahtera…..

 

Daily notes : Waiting for the anwer

When we learn to be still, we learn to be patient. When we learn to keep thanking God our faith will get stronger. It is important to remember that God is in control of our lives and all our problems. He is in control of everything. Often we are tempted to solve our own problems while we are waiting for the Lord to answer our prayer. We end up doing our own things.

When we keep thanking God, we magnify His power, our faith increases in the power of Christ that destroys the power of Satan over our lives.

“Be still and know that I am God; I will be exalted among the nations, I will be exalted in the earth.” (Psalm 46:10)

“In everything give thanks for this is God’s will for you in Christ Jesus (1 Thessalonians 5:18)

Catatan harian : Menunggu jawaban

Pada saat kita belajar untuk tenang, disitulah kita belajar untuk bersabar. Pada saat kita belajar terus bersyukur / memuji Tuhan,  iman kita akan bertumbuh. Sangat penting untuk diingat bahwa Tuhan berkuasa atas segalanya atas hidup kita dan masalah yang kita hadapi. Terkadang kita tergoda untuk memecahkan masalah kita sendiri dan akhirnya kita melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan rencana Allah. Pada saat kita terus mengucap syukur and meninggikan kuasa Allah maka iman akan bertumbuh  dalam kuasa Kristus yang dapat menghancurkan kuasa iblis dalam hidup manusia.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:10)

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. ( 1 Thesalonika 5:18)

Daily notes : Responding to God’s love

There is nothing we  can do to increase or decrease the love of God to us, not even through fasting and prayer, because His love will never change. What we have to do is to respond to His love by obeying His commands/His word daily through the work of the Holy Spirit in us.

Jesus said : “If you love Me, you will keep My commandments. I will ask the Father, and He will give you another Helper, that He may be with you forever. (John 14:15-16)

Catatan harian: Meresponi kasih Allah

Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menambah atau mengurangi kasih Allah pada kita tidak juga melalui doa dan puasa, karena kasihNya tak akan pernah berubah. Yang harus kita lakukan adalah meresponnya dangan tunduk dan patuh pada firmanNya setiap hari/setiap saat melalui kuasa dan pekerjaan Roh Kudus di hati kita.

Yesus befirman “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. (Yohanes 14:15-16)

 

Daily notes : Why is it so difficult?

Someone once asked me : “ Why is it so difficult to trust God ?” My answer was, if we rely on our own strength we will not be able to. Also we might feel that we will lose control over our lives when we decide to trust God.

It is true that trusting God is not easy, therefore we must surrender to the power of the Holy Spirit to help us. Jesus sent the Spirit of God to help and comfort us. Often we forget that trusting God it also means trusting His way and His decision. That means whatever the outcome would be we should believe that He knows better than us.

“Trust in the LORD with all your heart and lean not on your own understanding; in all your ways submit to him, and he will make your paths straight” ( Proverbs 3:5-6)

Catatan harian : Kenapa sangat sulit sekali ?

Seseorang pernah bertanya pada saya, kenapa sangat sulit sekali percaya pada kemampuan Tuhan?Jawaban saya adalah “ apabila kita bergantung pada kekuatan sendiri untuk percaya kita tak akan dapat melakukannya. Mungkin juga kita akan merasa tidak lagi memiliki hak/kuasa akan hidup kita apabila kita memutuskan untuk percaya pada Tuhan sepenuhnya.”

Benar sekali percaya pada Tuhan sepenuhnya tidak mudah, oleh karena itu kita harus belajar berserah pada kuasa Roh Kudus yang dapat menolong kita untuk dapat percaya. Yesus telah menurunkan Roh Kudus untuk membantu dan menghibur hati kita. Kadang kita lupa bahwa percaya pada Tuhan Allah adalah juga percaya pada jalanNya dan percaya pada keputusanNya yang mungkin tak dapat kita bayangkan/mengerti. Namun apapun hasilnya nanti kita harus percaya bahwa Dia lebih tahu tentang diri kita dan lebih mampu dari kita.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” ( Amsal 3:5-6)

When God calls us

St Paul (he was formerly called Saul) claimed that he received the revelation of the Gospel from Jesus Christ. We know that he formerly lived as a persecutor and a murderer of Christians and a destroyer of the church of God. According to the book of Acts, when he was making a journey to Damascus, the resurrected Jesus appeared to him in a great light. He was struck blind, but after three days his sight was restored by Ananias of Damascus. He then began to preach that Jesus of Nazareth is the Jewish Messiah and the Son of God. St Paul writes in his epistle to the Galatian church (located in the highlands of central Anatolia (Ankara) in modern Turkey).

“I want you to know, brothers and sisters, that the gospel I preached is not of human origin. I did not receive it from any man, nor was I taught it; rather, I received it by revelation from Jesus Christ.”( Galatians 1 : 11-12)

The question is why would Jesus have had chosen Paul to be His apostle in his first century world? Couldn’t Jesus find someone else who was better than Paul? It is evident that God may choose anyone regardless of his/her background/race to serve Him and to be His representative for His Kingdom. Those who are willing to submit and obey His calling will be equipped to work and to accomplish His great plans on this earth.
God works in us (believers) and through us with the power of the Holy Spirit. We cannot do God’s work with our own strength. Even if we try we would get weary and discouraged when we have not seen the result. We are called to be a witness to Christ in every area we do. I am not talking about going on the street and preaching, because not everyone is called to do that. We are called to be the light of the world, to be a speaker of hope and life and the love of Jesus Christ. We are called to bring people to Christ and most importantly we are called to be like Him.