Daily Notes : He is able to reach you

No matter how deep the pit a man falls into, God’s hand is long enough to reach him and take him out. You may think that you have gone too far and no one can save you, but Jesus can and He will if you believe Him. All you have to do is just call on His name (Jesus) and ask for help. His love is endless and eternal.

Catatan harian : Dia mampu menjangkaumu

Sedalam apapun lubang atau jurang  seseorang jatuh  kedalamnya, tangan Tuhan cukup panjang yang dapat menjangkaunya and membawanya keluar dari tempat tersebut. Mungkin engkau berfikir bahwa segalanya sudah terlambat dan  tak ada yang dapat menolongmu, namun Yesus mampu dan akan menolongmu apabila kau percaya. Yang kau harus lakukan adalah memanggil namaNya (Yesus) dan meminta tolong. KasihNya tak akan berakhir dan berlangsung selamanya.

Daily notes : Depend on God

In Christ Jesus we lack nothing and the fullness of God cannot be measured by our own ability or other people’s opinion. We are created to depend on God completely in everything we do. Our strengths and weaknesses are for God to work on in our lives through the power of the Holy Spirit. Therefore we shouldn’t compare ourselves to other people, we shouldn’t try to become someone that we are not created for…

Catatan harian: Bergantung pada Allah

Dalam Kristus tak ada kekurangan, keutuhan/kepenuhan Kristus dalam hidup kita tak bisa dinilai dengan kemampuan diri atau pendapat orang lain. Kita diciptakan untuk bergantung sepenuhnya pada Allah. Segala kekuatan dan kelemahan yang kita miliki adalah hal yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita melalui kuasa Roh Kudus. Oleh karena itu tak seharusnya kita membandingkan diri dengan orang lain atau mencoba menjadi seseorang yang Tuhan tidak pernah ciptakan dari awalnya.

Daily notes : It is impossible

No-one on this earth can live a Christian life by his own strength, it is impossible and it is out of human ability. It is something can only be done by the power of the Holy Spirit.  We may have promised God many times to be good and perfect but we have always failed. We should stop trying to be good or perfect in His eyes but rather allow the Spirit of God to fill us, lead and change our lives.

Catatan harian: Sangatlah tidak mungkin

Tak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menjalankan kehidupan Kristen dengan usaha dan kekuatannya sen diri. Hal itu adalah sesuatu yang tidak mungkin dan di luar jangkauan kekuatan manusia.  Mungkin sebagian dari kita sudah sering berjanji pada Allah untuk merubah hidup kita untuk menjadi suci dan baik dimataNya namun sering kali pula kita jatuh dan gagal. Kita harus berhenti berusaha untuk menjadi orang terpandang baik dan sempurna namun berikan kesempatan bagi Roh Kudus untuk mengisi dan membimbing dan merubah hidup  hidup kita…..

Daily notes : Jesus’ peace in our heart

We cannot prevent negative thoughts from coming to our mind but we can respond to them by exercising faith (having faith) in Christ Jesus and declaring the Word of God. The Word of God has power over everything we are facing and thinking about. By declaring and believing the Word of God all worries, doubts and anxieties will gradually go away. In my experience when I am declaring the Word of God (the scriptures) the Spirit and the Word point me to Jesus who gives assurance that everything is going to be alright and the most important is He is in control over everything I am  facing in my life.

“Your word is a lamp to my feet and a light to my path (Psalm 119:105)

Catatan harian : Damai sejahtera Yesus di hati kita

Kita tak dapat mencegah pikiran2 negatif yang datang namun kita dapat meresponnya /menghadapinya dgn iman dalam kristus dan mengikrarkan firman kebenaran Tuhan. Maka segala keraguan, ketakutan dan kekhawatiran perlahan-lahan akan segera pergi, karena Firman Allah berkuasa atas segala hal yang kita hadapi dan kita fikirkan. Dari hal-hal yang telah saya alami pada saat saya mengucapkan firman Tuhan, maka Roh Kudus dan firman itu sendiri mengarahkan segala perhatian saya pada Tuhan Yesus Kristus yang memberikan ketenangan hati bahwa segalanya akan baik dan yang paling penting sekali adalah bahwa Dia berkuasa atas apapun yang saya alami….

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku ( Mazmur 119:105)

 

Daily notes : Something between a person and God

Faith is not theoretical or abstract thing or a feeling. Faith is the reality that guides our life. Our faith will get stronger when we are walking in the light of God. No human being  has the ability to read the heart  of another man, it is only God can do that, therefore a person’s faith to God is judged by God Himself  and not by other man…. it is between the individual and God.

In his earthly life by the power of the Holy Spirit Jesus stayed connected and depended on God the Father completely in everything he did. He had no agenda, no desire and no plan of His own. He knew that His purpose on this world is to fulfil the will of God the Father and nothing else…..

Catatan harian : Sesuatu antara seseorang dengan Tuhan Allah

Iman bukanlah teori dan sesuatu yang abstrak bukan juga perasaan. Iman adalah kenyataan hidup yang membimbing langkah hidup seseorang.  Iman kita akan bertumbuh dan semakin kuat pada saat kita berjalan dalam terang Allah. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang memiliki kemampuan untuk mengetahui isi hati orang lain, hanya Tuhanlah yang bisa melakukan hal itu, oleh karena itu iman seseorang pada Allah dinilai oleh Tuhan Allah sendiri dan bukan orang lain dan merupakan sesuatu yang pribadi antara orang tersebut  dengan Tuhan Allah.

Pada saat Yesus hidup sebagai manusia di bumi ini, melalui kuasa Roh Kudus Yesus menggantungkan segalaNya pada Allah Bapa dalam segala hal yang Dia lakukan. Dia tak memiliki rencana dan keinginan diri sendiri. Dia tahu persis bahwa hidupNya di bumi ini tiada lain adalah hanya untuk memenuhi rencana Allah Bapa ……………

Daily notes : From a murderer to a saint !

 

St Paul (he was formerly called Saul) lived as a persecutor and a murderer of Christians and a destroyer of the church of God. He then began to preach that Jesus of Nazareth is the Jewish Messiah and the Son of God.   He writes in his epistle to the Galatian church (located in the highlands of central Anatolia (Ankara) in modern Turkey).

 “I want you to know, brothers and sisters, that the gospel I preached is not of human origin. I did not receive it from any man, nor was I taught it; rather, I received it by revelation from Jesus Christ.”( Galatians 1 : 11-12)

The question is why would Jesus have had chosen Paul to be His apostle in his first century world? Couldn’t Jesus find someone else who was better than Paul? It is evident that God may choose anyone regardless of his/her background/race to serve Him and to be His representative for His Kingdom.  Those who are willing to submit and obey His calling will be equipped to work and to accomplish His great plans on this earth.

 

Catatan harian : Dari seorang pembunuh menjadi rasul

Rasul Paulus ( awalnya bernama Saulus ) hidup sebagai penganiaya, pembunuh orang –orang Kristen serta perusak gereja-gereja mereka. Dia mulai mengabarkan berita injil Tuhan Yesus sebagai utusan dan anak tunggal Allah setelah mengalami “pertemuan” dengan Yesus dalam perjalanannya ke Damaskus dan dia menjadi buta sesaat. Dalam surat-suratnya pada jemaat-jemaat di Galatia dia menuliskan :

Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. ( Galatia 1:11-12).

Pertanyaannya adalah kenapa Yesus menunjuk seseorang seperti Paulus untuk menjadi pengabar injil? Tidakkah Yesus dapat mencari orang lain yang hidup dan latar berlakangnya jauh lebih baik ? Ini adalah suatu bukti bahwa Tuhan memilih orang-orang untuk melayaniNya bukan berdasarkan latar belakang/kultur/pendididikan derajat dll.  Mereka yang ingin, patuh dan mengabdi pada Tuhan akan dilengkapi untuk menjalani pekerjaan dan rencana besar Allah di bumi ini.

 

Daily notes : Forgiveness

Can we forgive ourselves from the mistakes we have done ? Can we receive God’s forgiveness? Some people are struggling to do this simply because they believe that their mistake/s are too big.

Our Lord Jesus died on the cross not only to save us from the punishment of sin but also to save us from ourselves.

I believe until we learn to forgive ourselves and receive God’s forgiveness it will be difficult for us to move on.

God wants to restore our lives to have that wonderful connection with Him….His grace is sufficient for all of us…

Amen

Catatan harian : Pengampunan

Dapatkah kita memaafkan diri dari kesalahan yang kita lakukan? Maukah kita menerima pengampunan Tuhan?
Banyak sekali mereka yang tak mampu melakukannya karena mereka berfikir bahwa kesalahan yang mereka lakukan terlalu besar.
Tuhan Yesus mati di kayu salib bukan hanya untuk menebus dosa kita namun juga untuk menyelamatkan kita dari diri sendiri.

Saya yakin pada saat kita dapat memaafkan diri dan menerima pengampunan Tuhan baru kita dapat melanjutkan hidup kita.

Tuhan ingin memperbaiki hidup kita dan memiliki persekutuan denganNya…Karena kasihNya sangatlah mencukupi bagi kita umat manusia

Amin