Daily notes : When God breathed the breath of life

When God breathed His Spirit on Adam He gave Adam life and purpose. But when Adam fell into sin the relationship between God and Adam was cut off.  There is no other way to bring humanity back to Him but through the cross of Jesus Christ.  Here on the cross God reconciled Himself to the world in Christ Jesus.  At the Calvary God and man were united, as God sacrificed His own Son for the punishment of sin and for redemption of the world. With His precious blood Jesus paid the punishment of sin and on the third day He rose again. Death has no power over him. He had conquered death forever!!  So you and me and all who believe can receive the salvation by faith and all eternal promises in Christ Jesus.

“Therefore, since we have been justified through faith, we have peace with God through our Lord Jesus Christ, through whom we have gained access by faith into this grace in which we now stand.”( Romans 5 :1-2)

Catatan harian : Pada saat Tuhan menghembuskan nafas kehidupan

Pada saat Tuhan menghembuskan nafas  kehidupan pada Adam, Dia beri Adam kehidupan dan tujuan hidup. Namun pada saat Adam jatuh dalam dosa hubungan suci antara manusia dengan Allah terputus. Manusia tidak lagi dapat hidup dalam keintiman dengan Pencipta. Namun Tuhan yang begitu Pengasih telah merekonsiliasi ( mendamaikan)  hubungan tersebut dengan kematian Kristus di kayu salib. Tuhan Allah sendiri turun ke dunia dan menjelma sebagai manusia. Dia mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk mati di kayu salib untuk membayar segala dosa manusia dan memberikan keselamatan pada dunia. Umat manusia tidak akan mampu membersihkan dan menyucikan diri mereka sendiri dari dosa … Di kayu salib itulah Tuhan dalam Kristus bertemu dengan umat  manusia sehingga mereka yang percaya akan dapat menerima keselamatan hidup…. Melalui kebangkitan Kristus sudah menjadi bukti bahwa kematian tidak memiliki kuasa atas diriNya sehingga engkau dan aku yang percaya dapat hidup dan menerima segala janji-janji Allah yang abadi dan sempurna .

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah” (Roma 5 :1-2)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s