Let us enter His rest

Hebrews 4 :10-11

For he who has entered His rest has himself also ceased from his works as God did from His. Let us therefore be diligent to enter that rest, lest anyone fall according to the same example of disobedience.

It is God’s command for us his children to be diligent to enter his rest. Willing to put everything down and rest in Him. It is the nature of fallen man wanting to solve every problems, working out every plan and accomplishing every work by himself. Resting in the Lord it does not mean just  spending time in his presence, studying the word of God and seeking his direction and guidance. It also means to give room for the Holy Spirit to work in every matter in our live big or small. Allowing him to be not only a comforter and helper but also a decision maker of every thing we do.

The world tells us to take a rest after work for recovery before we can take on a new task,  I believe the bible teaches us to rest in the Lord without ceasing which means trusting him completely at all time without  doubting. We must first surrender our life so we can submit and be subjected to his authority and his divine plan by obeying his word.

In giving everything to the Lord we are resting in him. His grace shall be given to those who rely on him completely. We shall not be restless thinking about our matters, planning them, working them  out and trying to accomplish everything by our own effort. When the time comes the Lord shall give us clear understanding and direction of what needs to be done according to his heavenly wisdom. As we follow these we shall see the end result. I must say often there is a waiting time before we can see the end result and the answer of our prayers.  This is the time when many Christians will get discouraged, thinking that the Lord doesn’t hear their prayers or requests. The waiting time is necessary for us as believers. It teaches us to be patient in hope and joy.   We must stop looking at the clock thinking about what we have not achieved or gained in life. We should learn to erase any worldly/society requirements from our mind if we want to connect with heaven’s plan. I am not suggesting that we sit down and doing nothing and letting the Lord do it all for us. We are co-worker with Christ our Saviour we do our part and God does his. Our part is to resting in him, trusting in his decision, believing in his ability and power, obeying his word and doing his work that he put  in our hands.

We may have been facing a situation where we need to make a decision or having difficulties that seem never end.  Whatever they are we should not give up ! We are not to be discouraged if the situation doesn’t seem look good.  His grace is able to strengthen and sustain us from any kind of pressure. The strength of those who love and serve him will be renewed day by day.

2 Corinthians 12 : 9-10

Under trial Apostle Paul said :

And He said to me, “My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness.” Therefore most gladly I will rather boast in my infirmities, that the power of Christ may rest upon me. Therefore I take pleasure in infirmities, in reproaches, in needs, in persecutions, in distresses, for Christ’s sake. For when I am weak, then I am strong.

Apostle Paul  understood clearly that all the trials and tribulations were allowed to happen in his life so the power of Christ might REST in him.  Trials and tribulation are not just there for nothing, whatever the devil has planned to destroy us, God will use that opportunity to build us up in character to be like his only begotten son Jesus Christ.  If we hold vast on the promise of God we shall experience victory. We are victorious in Christ, he has made an infinite sacrifice on the cross he has defeated the father of lies, the accuser of the brethren, the destroyer of human kind, and the master of deception.

Our heavenly Father sees the end from the beginning, no good thing will he withhold from them that walk uprightly. He has many ways to help and provide for us of which we know nothing.  As we learn to enter his rest we shall see his goodness in due time.

(Bahasa- Indonesian)

Ibrani4 :10-11

Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Adalah suatu perintah Allah untuk kita anak-anakNya untuk masuk pada perhentianNya. Bersedia untuk meletakan segalanya dan beristirahat dalam perhentianNya. Sudah menjadi dasar hidup manusia pada awalnya yang telah jatuh dalam dosa untuk berusaha menyelesaikan segala masalah, merencanakan segala keinginannya serta mencapai segala tujuan akhir dengan daya usahanya sendiri.   Masuk pada perhentian Allah bukan hanya dilakukan pada saat teduh menyediakan waktu untuk Tuhan membaca alkitab dan memohon petunjuk dalam doa, namun lebih dari itu yaitu memberikan peluang bagi Roh Kudus untuk bekerja dalam segala hal yang menyangkut hidup kita baik kecil ataupun besar. Roh Kudus bukan hanya sebagai penghibur dan penolong pada saat kita mengalami kesulitan namun kita harus memberikan otoritas sebagai pembimbing dan pembuat keputusan atas segala yang kita lakukan.

Dunia mengajarkan kita untuk beristirahat setelah bekerja sebelum melakukan tugas berikutnya. Namun saya percaya bahwa alkitab mengajarkan kita untuk masuk pada perhentian Allah beristirahat setiap waktu. Dalam hal ini berarti percaya dan menyerahkan segalanya pada Allah tanpa ada keraguan.  Haruslah kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya  untuk dapat mematuhi dan menjalani segala perintah Allah sehingga kita dapat berada dibawah otoritasNya berdasarkan atas rencana sorgawi.

Kita beristirahat dan masuk dalam perhentianNya pada saat kita memberikan segalaNya ke tangan Allah. KasihNya akan dicurahkan kepada mereka yang benar-benar bergantung dan bersandar seutuhnya pada Allah. Kita tidak akan menjadi lemah dan gelisah memikirkan segala hal, merencanakannya dan mencoba untuk menyelesaikan segala masalah sendiri. Pada waktunya Allah akan memberikan petunjuk atas segala hal yang harus kita lakukan sesuai dengan hikmat Surga.  Pada saat kita bersedia untuk mematuhi dan mengikuti petunjuk maka kita akan dapat melihat hasil akhir. Haruslah saya katakan bahwa seringkali akan ada waktu untuk menunggu petunjuk dan jawaban dari Allah kita. Pada saat inilah ( menunggu) banyak dari orang-orang Kristen yang merasa  lelah dan tak sabar dan berfikir bahwa Allah tidak mendengar doa-doa dan permohonan mereka.

Waktu menunggu adalah penting sekali bagi kita orang-orang percaya, melatih kita untuk sabar dan berharap dalam suka cita. Kita harus berhenti melihat jam (waktu)  dan berpikir tentang apa yang kita belum dapatkan dalam hidup ini. Kita harus belajar untuk menghapuskan segala aturan dan persyaratan duniawi dalam fikiran kita terhadap hidup yang kita jalani apabila kita menginginkan rencana Sorgawi dalam kehidupan kita. Bukan berarti kita duduk diam tidak melakukan sesuatu apapun dan membiarkan Allah melakukan segalanya untuk kita.

Kita adalah pekerja Kristus yang harus melakukan tugas yang menjadi bagian kita dan membiarkan Allah melakukan tugasNya. Bagian tugas yang harus kita lakukan adalah berdoa, masuk perhentian Allah, percaya akan segala keputusanNya, mengakui segala kemampuan dan kuasaNya, taat  akan segala firman-firmanNya dan melakukan segala tugas yang Dia berikan.

Mungkin ada beberapa dari anda yang sedang menghadapi situasi dimana anda harus mengambil keputusan besar/kecil atau mungkin menanggung banyak masalah yang terasa tidak akan pernah berakhir. Apapun itu janganlah menyerah! Kasih Allah yang besar akan mampu memberikan kekuatan dan meneguhkan hati anda dari segala macam tekanan dari apapun dan siapapun. Mereka yang percaya dan mengasihiNya akan menerima kekuatan yang baru setiap hari.

2 Korintus 12 : 9-10

Pada saat masa percobaan Rasul Paulus mengatakan  :

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.

Rasul Paulus sangat mengerti benar segala macam percobaan dan tantangan diijinkan terjadi dalam hidupnya agar kuasa Kristus datang dan bernaung di dalam dirinya.  Segala tantangan dan percobaan diijinkan terjadi, apapun yang iblis rencanakan untuk menghancurkan hidup orang-orang percaya Tuhan Allah akan mengambil kesempatan ini untuk membangun karakter /sifat mereka untuk menjadi seperti Kristus, Anak TunggalNya yang mulia. Roh Kudus akan selalu siap menghibur dan memberikan pertolongan setiap waktu.

Apabila anda berpegang kuat pada janji-janji Allah dalam firman-firmanNya maka anda akan mengalami masa kemenangan. Karena dalam Kristus kita telah menang dan berjaya. Dia telah mengorbankan hidupNya dikayu salib, mengalahkan dan menghancurkan iblis sebagai penghancur umat manusia, raja dari segala fitnah dan kebohongan, pencipta dan tuan  atas segala macam hasutan.

Allah Bapa di Sorga mengetahui hasil akhir sebelum segalanya dimulai, tak ada kebaikan yang tidak Dia berikan kepada mereka yang berjalan dalam kebenaran. Dia memiliki ribuan cara yang tidak anda  ketahui  untuk menolong dan membantu anda.  Pada saat anda mulai belajar untuk selalu beristirahat dan masuk pada perhentianNya maka anda akan melihat segala kebaikanNya pada saat yang telah Dia tentukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s