Daily notes : Waiting for the anwer

When we learn to be still, we learn to be patient. When we learn to keep thanking God our faith will get stronger. It is important to remember that God is in control of our lives and all our problems. He is in control of everything. Often we are tempted to solve our own problems while we are waiting for the Lord to answer our prayer. We end up doing our own things.

When we keep thanking God, we magnify His power, our faith increases in the power of Christ that destroys the power of Satan over our lives.

“Be still and know that I am God; I will be exalted among the nations, I will be exalted in the earth.” (Psalm 46:10)

“In everything give thanks for this is God’s will for you in Christ Jesus (1 Thessalonians 5:18)

Catatan harian : Menunggu jawaban

Pada saat kita belajar untuk tenang, disitulah kita belajar untuk bersabar. Pada saat kita belajar terus bersyukur / memuji Tuhan,  iman kita akan bertumbuh. Sangat penting untuk diingat bahwa Tuhan berkuasa atas segalanya atas hidup kita dan masalah yang kita hadapi. Terkadang kita tergoda untuk memecahkan masalah kita sendiri dan akhirnya kita melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan rencana Allah. Pada saat kita terus mengucap syukur and meninggikan kuasa Allah maka iman akan bertumbuh  dalam kuasa Kristus yang dapat menghancurkan kuasa iblis dalam hidup manusia.

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:10)

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. ( 1 Thesalonika 5:18)

Daily notes : Responding to God’s love

There is nothing we  can do to increase or decrease the love of God to us, not even through fasting and prayer, because His love will never change. What we have to do is to respond to His love by obeying His commands/His word daily through the work of the Holy Spirit in us.

Jesus said : “If you love Me, you will keep My commandments. I will ask the Father, and He will give you another Helper, that He may be with you forever. (John 14:15-16)

Catatan harian: Meresponi kasih Allah

Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menambah atau mengurangi kasih Allah pada kita tidak juga melalui doa dan puasa, karena kasihNya tak akan pernah berubah. Yang harus kita lakukan adalah meresponnya dangan tunduk dan patuh pada firmanNya setiap hari/setiap saat melalui kuasa dan pekerjaan Roh Kudus di hati kita.

Yesus befirman “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. (Yohanes 14:15-16)

 

Daily notes : Why is it so difficult?

Someone once asked me : “ Why is it so difficult to trust God ?” My answer was, if we rely on our own strength we will not be able to. Also we might feel that we will lose control over our lives when we decide to trust God.

It is true that trusting God is not easy, therefore we must surrender to the power of the Holy Spirit to help us. Jesus sent the Spirit of God to help and comfort us. Often we forget that trusting God it also means trusting His way and His decision. That means whatever the outcome would be we should believe that He knows better than us.

“Trust in the LORD with all your heart and lean not on your own understanding; in all your ways submit to him, and he will make your paths straight” ( Proverbs 3:5-6)

Catatan harian : Kenapa sangat sulit sekali ?

Seseorang pernah bertanya pada saya, kenapa sangat sulit sekali percaya pada kemampuan Tuhan?Jawaban saya adalah “ apabila kita bergantung pada kekuatan sendiri untuk percaya kita tak akan dapat melakukannya. Mungkin juga kita akan merasa tidak lagi memiliki hak/kuasa akan hidup kita apabila kita memutuskan untuk percaya pada Tuhan sepenuhnya.”

Benar sekali percaya pada Tuhan sepenuhnya tidak mudah, oleh karena itu kita harus belajar berserah pada kuasa Roh Kudus yang dapat menolong kita untuk dapat percaya. Yesus telah menurunkan Roh Kudus untuk membantu dan menghibur hati kita. Kadang kita lupa bahwa percaya pada Tuhan Allah adalah juga percaya pada jalanNya dan percaya pada keputusanNya yang mungkin tak dapat kita bayangkan/mengerti. Namun apapun hasilnya nanti kita harus percaya bahwa Dia lebih tahu tentang diri kita dan lebih mampu dari kita.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” ( Amsal 3:5-6)

When God calls us

St Paul (he was formerly called Saul) claimed that he received the revelation of the Gospel from Jesus Christ. We know that he formerly lived as a persecutor and a murderer of Christians and a destroyer of the church of God. According to the book of Acts, when he was making a journey to Damascus, the resurrected Jesus appeared to him in a great light. He was struck blind, but after three days his sight was restored by Ananias of Damascus. He then began to preach that Jesus of Nazareth is the Jewish Messiah and the Son of God. St Paul writes in his epistle to the Galatian church (located in the highlands of central Anatolia (Ankara) in modern Turkey).

“I want you to know, brothers and sisters, that the gospel I preached is not of human origin. I did not receive it from any man, nor was I taught it; rather, I received it by revelation from Jesus Christ.”( Galatians 1 : 11-12)

The question is why would Jesus have had chosen Paul to be His apostle in his first century world? Couldn’t Jesus find someone else who was better than Paul? It is evident that God may choose anyone regardless of his/her background/race to serve Him and to be His representative for His Kingdom. Those who are willing to submit and obey His calling will be equipped to work and to accomplish His great plans on this earth.
God works in us (believers) and through us with the power of the Holy Spirit. We cannot do God’s work with our own strength. Even if we try we would get weary and discouraged when we have not seen the result. We are called to be a witness to Christ in every area we do. I am not talking about going on the street and preaching, because not everyone is called to do that. We are called to be the light of the world, to be a speaker of hope and life and the love of Jesus Christ. We are called to bring people to Christ and most importantly we are called to be like Him.

He says : ” “Little girl, I say to you, get up!”

(Transalated to bahasa Indonesia )

This time Jesus went to visit the house of a synagogue leader. He saw people crying and weeping for the death of a little girl.
——————————————————————————————————————-
He went in and said to them, “Why all this commotion and wailing? The child is not dead but asleep.” But they laughed at him.After he put them all out, he took the child’s father and mother and the disciples who were with him, and went in where the child was. He took her by the hand and said to her, “Talitha koum!” (which means “Little girl, I say to you, get up!”)
( Mark 5:39-41)
———————————————————————————————————————-
The girl was 12 years old, after she heard the voice immediately she stood up and began to walk around. Jesus told them to give her something to eat.
It was the will of our heavenly Father for Jesus to visit that house because Jesus only did the Father’s will.
These scriptures teach us that death has no power over Him. He died and rose again and he defeated the power of Satan who held the power of death and destruction. Jesus said that the girl was not dead but asleep but the people laughed at him. His gentle touch to her hand and his soft voice brought the girl to alive. At this the people were completely astonished to see His power.
When we fall and we think that we have lost hope, Christ can touch our heart and give us new hope that leads us to the true life only if we believe…………

Dia mengatakan : “Gadis Kecil bangunlah !”

Kali ini Yesus mengunjungi salah satu rumah kepala ibadat. Dia melihat banyak orang menangis dan meratap sedih karena kematian seorang gadis kecil.
—————————————————————————————————————-
Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: “Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!”
Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak (gadis kecil) Aku berkata kepadamu, bangunlah!” ( Markus 5: 39-41)
—————————————————————————————————————-
Gadis kecil itu berumur 12 tahun seketika itu pula dia bangkit dan berjalan. Yesus menyuruh mereka untuk memberinya makan.

Ayat-ayat diatas membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa akan segalanya. Dialah satu-satunya yang memiliki otoritas dan kuasa akan kematian dan kehidupan. Sentuhan lembut tangan Yesus pada gadis tersebut dan perintahNya yang begitu halus mendatangkan kehidupan. Saya yakin kenapa Yesus mengatakan anak kecil itu tidur dan tidak mati karena Dia tahu bahwa saat itu adalah bukan hari kematiannya (anak kecil tersebut).

Allah Bapa di Sorga telah merencanakan kunjungan ini, karena Yesus hanya melakukan kehendak Allah Bapa di Sorga. Segala yang Dia lakukan memiliki tujuan yang memuliakan Allah Bapa di Sorga. Remehan dan cemoohan yang ditujukan padaNya bukanlah menjadi penghalang bagiNya yang pada akhirnya membuat mereka kagum atas pekerjaanNya.

Kita belajar bahwa apa yang orang lain lihat atas sesuatu yang tidak mungkin kalau memang itu adalah rencana Allah maka semuanya akan menjadi mungkin. Sangat penting sekali segala doa dan tindakan serta langkah yang kita lakukan sejalan dengan rencanaNya. Bukan hanya iman  kita akan terus bertumbuh maka kita akan semakin lebih lagi mengenal Allah. Demikian pula halnya dengan waktu,  ayat diatas menjelaskan ada saat dan tempat tertentu yang dikunjungi Yesus demikian juga  halnya dengan hidup kita ada saat/tempat tertentu yang Dia rencanakan bagi kita. Kita tak perlu memacu diri untuk meraih sesuatu namun percaya akan mimbinganNya sehingga kita dapat hidup tenang dan penuh dengan damai sejahtera Allah.

When we pray

(Translated to Bahasa)

For some people prayer can seem such a burden but for others prayer can be an exciting time that brings joy to the heart. We ask ourselves which group we are part of? Many people pray earnestly but some don’t because of their busyness or simply they do not feel the need. Do we just pray when we need help from God? Or do we pray at all times?

Prayer is the way we communicate with God through His Holy Spirit who lives in the heart of every believer of Christ. Prayer is so important to our spiritual life like a heart to our physical body that pumps and circulates blood to our whole body so it can function properly. How do we pray? Is there a right time or formula in order to pray?

1/ PRAY WITH FAITH AND GOOD HEART

“Be anxious for nothing, but in everything by prayer and supplication with thanks giving let your requests be made known to God”. (Philippians 4:6)

We must have faith when we pray. We should have no doubt that God will hear/answer our prayers. Do not wait until we feel perfect when we come to God, just come as we are. He loves honesty and He knows us better than we know ourselves. We have freedom to tell God everything what we feel and what we desire. Prayer is a two way communication. When we speak God will listen and when He speaks we must listen. God will speak through His Holy Spirit to guide us what we should do. So call his name (our Father ) and do not wait until you feel ready to come to Him.

2/ PURIFY OUR HEART AND REMOVE ALL BARRIERS

We usually have something in mind when we pray. Sometimes our heart is contaminated with the things that are not right such as unforgiving heart, jealousy and pride. These are sins that may overlooked by us people but God sees them (He sees our heart). Many prayers go unanswered because of these barriers. God hates these things but He loves us. He is love therefore He wants us to be right before Him. Ask God to cleanse our heart first before we ask anything.

Jesus says :

“Whenever you stand praying, forgive, if you have anything against anyone, so that your Father who is in heaven will also forgive you your transgressions. But if you do not forgive, neither will your Father who is in heaven forgive your transgressions.(Mark11:25-26)

Jesus teaches us the importance to forgive others so we can be right before God. Sin separates us from God. Never ever pray and ask God to punish the person who hurts us !!! Instead ask the grace of God to give us the ability to forgive the person. He will give it to you. And if we seriously ask God to forgive us the blood of Jesus will cleanse us and make us right before Him….

3/ THERE IS NO NEED TO SPEAK MANY WORDS

When we pray we should be honest.  We don’t need to impress God or other people that may overhear with our words. God knows what it is in our heart before we say anything.

Jesus teaches us :

“But you, when you pray, go into your inner room, close your door and pray to your Father who is in secret, and your Father who sees what is done in secret will reward you. And when you are praying, do not use meaningless repetition as the Gentiles do, for they suppose that they will be heard for their many words. “(Matthew 6:6-7).

It is very important to have an intimate relationship with the Lord and be honest to Him. We do not to pretend to be perfect, because only the Holy Spirit who has power to make us perfect little by little by teaching us daily if we surrender and  obey Him. 

4/ PRAY IN FAITH AND IN THE HOLY SPIRIT

But you, beloved, building yourselves up on your most holy faith, praying in the Holy Spirit (Jude 1:20)

The Holy Spirit is the Spirit of God who lives in the heart of every believer. Pray in the Holy Spirit means pray according to the will of God/Holy Spirit. We must pray in faith according to God’s will. The question is how do we know if we pray according to God’s will? The Holy Spirit gives us clear guidance, peace, assurance and strength of God.

We need to say to God in prayer…..Your will is to be done Lord and not mine (not what I want). For example God has never promised that we (believers) would be rich and have a lots of money and possessions. But He promised that He would meet our need according to His will.  Jesus says in John 10:10 “I came that they may have life, and have it abundantly” Which means to have abundant life in Christ and not in worldly things.

5/ DO NOT LOOK AT CONDITIONS OR SITUATIONS

When we pray do not look at our situation. We are free to come to God with all our problems and tell Him in prayer. It is very important to remember not to think about how God would answer our prayer. Our part is to pray with faith according to His will and God’s part is to decide whether to answer our prayer.

The word of God says :

“ My thoughts are not your thoughts, nor are your ways” declared the Lord. For as the heavens are higher than yours and My thoughts than your thoughts. (Isaiah 55: 8-9).

6/ STAY FOCUSED AND HOLD FAST TO GOD’S WORD

It is impossible to stay focused in prayer without the power of the Holy Spirit. Therefore we have to surrender completely to the work/power of the Holy Spirit. If we rely on our own strength we will begin to have doubts that God hears our prayer  when we do not see the result we had hoped for. If we hold fast to His word, He will not disappoint us, because He is faithful. He doesn’t change His mind we do!! Whatever the answer of our prayer is it will always be good for us if we surrender completely. It might not be something we wanted or expected but God knows what best for us.

The word of God says:

 “And we know that God causes all things to work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose.” (Romans 8:28)

7/ BE STILL AND KEEP THANKING GOD WHILE WAITING FOR THE ANSWER OF OUR PRAYER

It is very important to be still and be thankful to God at all time. Let us consider these two scriptures:

“Be still and know that I am God; I will be exalted among the nations, I will be exalted in the earth.” (Psalm 46:10)

“In everything give thanks for this is God’s will for you in Christ Jesus”         (1Thessalonians 5:18)

When we learn to sit still, we learn to be patient. When we learn to keep thanking God our faith will get stronger. It is important to remember that God is in control of our lives and all problems. He is in control of everything. Often we are tempted to solve our own problems while we are waiting from the Lord. We end up doing our own things. When we keep thanking God we magnify His power, our faith increases in the power of Christ that destroys the power of Satan over our lives.

Pada saat kita berdoa

Bagi sebagian orang berdoa terasa seperti beban namun bagi orang lain bisa terasa sebagai sebagai suatu keinginan yang besar yang membawa suka cita. Kita tanyakan pada diri kita sendiri tergolong di kelompok manakah kita ? Banyak orang yang tekun berdoa namun banyak pula yang tak suka berdoa atau tak sempat berdoa karena kesibukan dll. Apakah kita berdoa hanya pada saat kita terpojok dan butuh pertolongan Tuhan? Apakah kita selalu berdoa dalam keadaan apapun sulit atau senang?

Doa adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan melalui Roh Kudus (Roh Allah sendiri) yang berdiam didalam setiap umat Kristen yang percaya. Doa sangat penting sekali layaknya seperti organ tubuh yang penting (jantung) yang memompa darah keseluruh tubuh sehingga tubuh kita dapat berfungsi normal. Secara spiritual tanpa berdoa hidup kita tidak akan berfungsi sepenuhnya. Bagaimana sikap kita dalam berdoa, apakah ada waktu atau formula tertentu dalam berdoa?

1/ Berdoa harus diawali dengan iman dan ucapan syukur

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6)

Pada saat kita berdoa, kita harus imani apa yang kita katakan jangan ada keraguan dan kekhawatiran apakah Tuhan akan mendengar doa kita. Kita datang pada Tuhan dengan ucapan dan rasa syukur atas segala yang telah Dia berikan bagi hidup kita.

Kita bebas untuk mengatakan isi hati dan perasaan yang kita rasakan, Tuhan menghendaki kita untuk JUJUR dan APA ADANYA. Kita tidak perlu datang pada Tuhan sebagai orang yang perfect (sempurna), karena Dia lebih tahu hati dan diri kita daripada kita sendiri. Doa bukan hanya satu pihak (diri kita) mengajukan permohonon tentang apa yang kita inginkan namun komunikasi antara dua belah pihak, dalam hal ini kita dan Tuhan. Pada saat kita berbicara Tuhan mendengar, dan pada saat Tuhan berbicara kita yang harus mendengar. Pada saat Tuhan berbicara melalui Roh Kudus Dia akan bicara langsung ke hati kita. Dia memberikan petunjuk langkah apa yang harus kita lakukan, kapan dan bagaimana harus kita lakukan. Kapan saja kita bisa berbicara dan berkomunikasi dengan Tuhan, tanpa harus menunggu saat waktu kita siap. Panggil namaNya kapan saja….

2/Bersihkan hati dan singkirkan segala kendala yang menghalangi

Pada saat kita berdoa biasanya kita telah memiliki rencana apa yang ingin kita katakan pada Tuhan baik itu permohonan akan sesuatu atau petunjuk. Namun terkadang hati kita penuh dengan hal-hal yang dapat menghalangi doa kita. Salah satunya adalah rasa sakit hati kepada orang lain dan sulit untuk memaafkan. Banyak sekali doa-doa yang dipanjatkan tidak terkabul karena hati kita tak bersih contohnya : kita tak mau memaafkan orang lain yang menyakiti hati kita, iri hati dan tinggi hati/bangga diri. Hal2 seperti ini hal yang tidak disukai Tuhan. Karena Tuhan adalah Kasih dan mereka yang datang padaNya harus datang dengan rasa kasih. Mintalah pada Allah untuk membersihkan hati kita dulu sebelum kita mengajukan permohonan lain-lain.

Yesus mengatakan :

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu. “( Markus 11: 25-26 alkitab)

Yesus benar-benar menekankan pada pengikutNya tentang pentingnya memaafkan orang lain yang berpengaruh besar akan hasil dari doa yang dipanjatkan. Dosa memisahkan kita dengan Tuhan, hal-hal yang saya sebutkan diatas adalah dosa yang tidak terlihat orang lain namun Tuhan tahu. PERLU DIINGAT !!!!! Janganlah sekali kali kita berdoa meminta agar Tuhan yang membalas sakit hati kita, namun mintalah agar Tuhan memberikan kemampuan pada kita untuk memaafkan. Apabila kita memohon ampun dengan sungguh-sungguh maka darah Kristus akan membersihkan kita kembali seperti kain putih yang tak ternoda………..

3/Tak perlu banyak kata-kata

Pada saat berdoa curahkanlah isi hati kita apa adanya tidak dengan kata-kata yang indah untuk membuat Tuhan kagum. Bagi Allah Bapa yang paling penting adalah apa yang ada di hati kita. Janganlah pula berdoa dengan niat membuat kagum mereka yang mendengar. Berkata banyak atau sedikit Tuhan sudah tahu maksud doa kita sebelum kita ucapkan.

Yesus mengajarkan :

“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” (Matius 6:6-7 –alkitab).

Sangat jelas pada ayat2 di atas Yesus menekankan betapa pentingnya hubungan yang dekat dengan Allah dan berdoa apa adanya. Allah tidak mengharapkan kita berpura-pura untuk tampil sempurna namun Roh Kudus yang berkuasa menyempurnakan hidup sedikit demi sedikit setiap hari apabila kita patuh dan berserah.

4.Berdoa dalam iman dan Roh Kudus

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus (Yudas 1:20)

Roh Kudus adalah Roh Allah yang hidup dalam hati orang-orang percaya. Berdoa dalam Roh Kudus adalah berdoa sesuai dengan kehendakNya. Doa-doa kita haruslah dipanjatkan dengan iman sesuai dengan kehendak Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu bahwa kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah? Jawabannya adalah bahwa Roh Allah akan memberi kejelasan, ketenangan kekuatan dan damai sejahtera Allah. Dalam Doa yang kita panjatkan kita katakan bahwa Allah kehendakmulah yang terjadi bukan keinginanku… Allah mengetahui apa yang kita butuhkan dan berjanji akan memenuhi kebutuhan kita ( bukan kemauan kita). Sebagai contoh Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kita (orang percaya) akan hidup kaya dan berlimpah uang, namun Dia menjanjikan apa yang kita BUTUHKAN (sesuai dengan kehendakNya) akan dipenuhi. Hidup yang berkelimpahan seperti apa yang Yesus katakan dalam ayat Yohanes 10:10 (“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”) adalah hidup yang berkelimpahan di dalam Kristus dan bukan hal –hal duniawi.

5/ Jangan lihat situasi dan kondisi

Pada saat berdoa janganlah tergantung pada kondisi dan situasi yang kita alami. Tentunya kita berdoa dengan berbagai macam permohonan. Baik itu untuk memperbaiki taraf hidup ( kondisi hidup), kesembuhan dari sakit penyakit, masalah hidup/rumah tangga/keluarga, atau mungkin berdoa untuk biaya masuk sekolah anak dsb. Sangat penting sekali kita tidak memikirkan bagaimana cara Tuhan akan menyelesaikan urusan kita karena biasanya pemikiran ini selalu mengarah pada pertimbangan pada kondisi dan situasi diri kita. Bagian kita adalah memanjatkan doa dengan iman sesuai dengan kehendakNya yang terbaik untuk kita dan bagian Allah untuk memutuskan jawaban doa yang kita panjatkan.

Firman Tuhan :

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. ( Yesaya 55:8-9, Alkitab)

6/ Tetap fokus dan berpegang pada firman Allah

Tetap fokus dan tak goyah sangat tidak mungkin bisa dilakukan tanpa kuasa Roh Kudus. Oleh karena itu kita harus berserah sepenuhnya pada kuasa Roh Kudus. Apabila kita mengandalkan kemampuan sendiri seringkali kita goyah dan merasa bahwa Tuhan tidak mendengar doa kita terlebih pada saat kita belum melihat hasil/jawaban. Apabila kita berpegang pada firman Tuhan yang kuat, Dia tidak akan mengecewakan kita, karena Tuhan selalu setia pada janjiNya. Dia akan selalu menjunjung tinggi firman-firmanNya yang agung. Manusia bisa berubah fikiran tapi Tuhan tidak !!!. Apapun jawaban doa yang Dia berikan akan berguna untuk kebaikan kita apabila kita berserah seutuhnya. Mungkin jawaban doa tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki namun dibalik semua itu ada rencanaNya yang baik yang tidak kita ketahui, Dia tahu yang terbaik untuk kita…

Firman Tuhan mengatakan :

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

7/Tetap tenang and terus bersyukur pada saat menunggu jawaban doa

Sangat penting sekali kita tetap tenang dan terus mengucap syukur pada saat menunggu jawaban doa kita. Lihatlah dua ayat tdi bawah ini:

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:10-Alkitab).

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Thesalonika 5:18- Alkitab)

Tetap tenang melatih diri untuk bersabar, tetap bersyukur membuat diri kita lebih kuat pada saat menunggu jawaban doa. ALLAH BERKUASA AKAN HIDUP KITA dan segala MASALAH YANG KITA HADAPI. Seringkali kita tergoda ingin cepat memecahkan masalah dengan cara kita (walalupun kita telah mengatakan untuk berserah sepenuhnya pada Tuhan) sehingga kita mengambil langkah yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Dengan sikap yang terus bersyukur dalam DALAM SEGALA SITUASI kita menjunjung tinggi kuasa Tuhan, meningkatkan dan menguatkan iman atas kuasa KRISTUS yang besar yang melemahkan dan mengalahkan kuasa setan dalam hidup kita…….

A message of forgiveness and restoration

The parable of the prodigal son (the lost son) in the book of Luke 15: 11-31 carries a strong message for us. I believe is not only a message of forgiveness but also a message of restoration. It restores in man the purpose of God in his life.
We read in the parable that the father gave both sons an equal portion of his wealth. The older son is faithful and respects his father, enjoying his life in his father’s house. Meanwhile the younger brother travelled away and soon squandered his inheritance. (It is interesting that the father has never sent his servants to look for him.)

When the famine strikes he goes hungry and wants to return to his father. Later on he realises his mistake and goes back to his father’s house. He misses his father’s presence. He repents for the sin he has committed and asks for forgiveness. The father gladly receives him back with open arms. A joy fills the father’s heart and he celebrates the arrival of his lost son with a thankful heart. However this moment causes bitterness from the older brother.

I believe this parable could also represent the life of two types of believers in the house of God. Though both equally have received the grace of God but they respond or act differently. One is faithfully serving God while the other is turning his back from God’s love and falling into sin. The famine in the story can be viewed as a difficulty faced in life. God allows that to happen so he can be drawn back to Him like the father in the parable.(God does not discuss nor demand an explanation why his child makes a mistake)

Our Father in Heaven knows everything. When we make mistakes or fall away. He wants us to come back to Him with a genuine repentance. Sometime a feeling of unworthiness prevents a man from coming back to God, simply because he sees that God is holy and His love is pure. It is important to understand that God’s love does not change – it is us that changes.
If you are in the situation like the younger son, all you need to do is come to God and ask for His forgiveness.

“If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness.”(1 John 1:9)

The blood of Jesus is able to cleanse us from all our sins. Jesus makes us righteous before God the Father.
I must say sometimes children of God act like the older son by easily getting jealous when they see others who do not work as hard as them or who less spiritual, but receive more blessings. They embrace the spirit of jealousy which can only lead them to destruction. In the same way they must repent and ask for forgiveness. Satan has a way to take this kind of opportunity to destroy life. We must be extra careful to guard our heart.

“Blessed are the pure in heart, for they will see God”. (Matthew 5:8).

“These people honour me with their lips but their hearts are far from me.” (Matthew 15:8)

We must not rely on our own strength to make things right but by the power of the Holy Spirit who works in us. The Lord will restore our walk with Him no matter how bad the situation we are in, if we are willing to surrender and submit to His authority.

                            Pesan akan pengampunan dan pembaharuan

Perumpamaan tentang anak yang hilang yang tertulis dalam alkitab Lukas 15:11-32 mengandung pelajaran yang begitu berharga untuk kita semua. Saya percaya bahwa perumpamaan ini bukan hanya pesan tentang pengampunan namun juga tentang perbaikan dan pembaharuan hidup yang menempatkan seseorang kembali kepada rencana Tuhan dalam hidupnya.
Kita pelajari bahwa sang ayah membagi harta kekayaannya kepada kedua anak laki-lakinya dengan porsi yang sam/adil. Anak yang sulung sangat setia dan menghormati ayahnya, menikmati hidupnya bersama ayahnya di rumah. Sementara anak yang bungsu pergi jauh setelah menerima bagiannya dan menghabiskan harta miliknya dan hidup berfoya-foya. (Sangatlah mengherankan bahwa sang ayah tidak pernah menyuruh para pembantunya untuk mencari anaknya yang pergi).

Pada saat bencana kelaparan menyerang hal ini membuatnya untuk kembali kepada ayahnya. Dia menyadari segala kesalahannya dan kembali kerumah ayahnya. Dia sangat merindukan kehadiran ayahnya. Dia bertobat dan memohon ampun atas segala dosa yang telah dia perbuat. Dengan senang hati ayahnya menerima kembali dan menyambutnya dengan gembira dan suka cita yang begitu dalam. Sangat disayangkan bahwa hal ini menimbulkan kedengkian/iri di hati anak yang sulung.

Saya percaya bahwa perumpamaan ini juga mengisahkan tentang dua kehidupan yang berbeda antara dua anak Tuhan (orang percaya) dalam rumah Tuhan. Walapun keduanya sama menerima kasih Allah namun mereka merespon dan bertindak/bertingkah laku sangat berbeda. Yang satu dengan setia melayani Tuhan dan yang lain berbalik dan meninggalkan Tuhan dan jatuh dalam dosa. Bencana kelaparan dapat diumpamakan sebagai kesulitan hidup yang dialami. Tuhan mengijinkan hal ini terjadi agar Dia dapat membawanya kembali untuk datang kepadaNya (Tuhan tidak menuntut penjelasan dan pertanggung jawaban akan kesalahan dan dosa yang diperbuatnya)

Bapa di Sorga mengetahui segalanya. Pada saat kita melakukan kesalahan maka kita akan jatuh. Dia ingin agar kita kembali dan bertobat. Kadang rasa tak berharga akan diri sendiri menghalangi seseorang untuk datang pada Tuhan, karena dia tahu bahwa Tuhan begitu suci dan kasihNya begitu murni dan sempurna. Sangat penting untuk dimengerti bahwa kasih Allah pada kita tak berubah, kita yang selalu berubah.
Kalau anda sekarang merasa seperti anak yang bungsu dalam perumpamaan diatas, yang anda harus lakukan adalah datang pada Tuhan dan bertobat serta mohon ampun.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil,sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.                 (1 Yohanes 1:9).

Darah Kristus akan membersihkan kita dari segala dosa-dosa. Dia membuat kita benar di hadapan Allah Bapa.

Saya harus katakan bahwa kadang orang-orang percaya bertindak seperti anak yang sulung. Mudah iri hati apabila melihat orang lain yang tidak bekerja keras seperti mereka dan mungkin kurang beriman namun menerima banyak berkat. Mereka merangkul roh iri hati yang hanya akan membawa kepada kehancuran. Mereka harus bertobat dan mohon ampun pada Allah. Iblis memiliki cara untuk mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan langkah mereka. Kita harus selalu menjaga hati kita.

Alkitab menuliskan :

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah (Matius 5:8)

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku (Matius 15:8)

Kita tidak dapat menggantungkan dengan kekuatan sendiri untuk meluruskan dan meperbaiki segalanya. Kita membutuhkan kuasa Roh Kudus yang bekerja di hati kita. Allah akan meluruskan dan memperbaharui langkah kita denganNya walaupun kesalahan yang kita perbuat begitu besar dan buruknya situasi yang kita alami, apabila kita bersedia untuk berserah dan tunduk pada segala otoritas dan kuasa ILAHI.