When we pray

(Translated to Bahasa)

For some people prayer can seem such a burden but for others prayer can be an exciting time that brings joy to the heart. We ask ourselves which group we are part of? Many people pray earnestly but some don’t because of their busyness or simply they do not feel the need. Do we just pray when we need help from God? Or do we pray at all times?

Prayer is the way we communicate with God through His Holy Spirit who lives in the heart of every believer of Christ. Prayer is so important to our spiritual life like a heart to our physical body that pumps and circulates blood to our whole body so it can function properly. How do we pray? Is there a right time or formula in order to pray?


“Be anxious for nothing, but in everything by prayer and supplication with thanks giving let your requests be made known to God”. (Philippians 4:6)

We must have faith when we pray. We should have no doubt that God will hear/answer our prayers. Do not wait until we feel perfect when we come to God, just come as we are. He loves honesty and He knows us better than we know ourselves. We have freedom to tell God everything what we feel and what we desire. Prayer is a two way communication. When we speak God will listen and when He speaks we must listen. God will speak through His Holy Spirit to guide us what we should do. So call his name (our Father ) and do not wait until you feel ready to come to Him.


We usually have something in mind when we pray. Sometimes our heart is contaminated with the things that are not right such as unforgiving heart, jealousy and pride. These are sins that may overlooked by us people but God sees them (He sees our heart). Many prayers go unanswered because of these barriers. God hates these things but He loves us. He is love therefore He wants us to be right before Him. Ask God to cleanse our heart first before we ask anything.

Jesus says :

“Whenever you stand praying, forgive, if you have anything against anyone, so that your Father who is in heaven will also forgive you your transgressions. But if you do not forgive, neither will your Father who is in heaven forgive your transgressions.(Mark11:25-26)

Jesus teaches us the importance to forgive others so we can be right before God. Sin separates us from God. Never ever pray and ask God to punish the person who hurts us !!! Instead ask the grace of God to give us the ability to forgive the person. He will give it to you. And if we seriously ask God to forgive us the blood of Jesus will cleanse us and make us right before Him….


When we pray we should be honest.  We don’t need to impress God or other people that may overhear with our words. God knows what it is in our heart before we say anything.

Jesus teaches us :

“But you, when you pray, go into your inner room, close your door and pray to your Father who is in secret, and your Father who sees what is done in secret will reward you. And when you are praying, do not use meaningless repetition as the Gentiles do, for they suppose that they will be heard for their many words. “(Matthew 6:6-7).

It is very important to have an intimate relationship with the Lord and be honest to Him. We do not to pretend to be perfect, because only the Holy Spirit who has power to make us perfect little by little by teaching us daily if we surrender and  obey Him. 


But you, beloved, building yourselves up on your most holy faith, praying in the Holy Spirit (Jude 1:20)

The Holy Spirit is the Spirit of God who lives in the heart of every believer. Pray in the Holy Spirit means pray according to the will of God/Holy Spirit. We must pray in faith according to God’s will. The question is how do we know if we pray according to God’s will? The Holy Spirit gives us clear guidance, peace, assurance and strength of God.

We need to say to God in prayer…..Your will is to be done Lord and not mine (not what I want). For example God has never promised that we (believers) would be rich and have a lots of money and possessions. But He promised that He would meet our need according to His will.  Jesus says in John 10:10 “I came that they may have life, and have it abundantly” Which means to have abundant life in Christ and not in worldly things.


When we pray do not look at our situation. We are free to come to God with all our problems and tell Him in prayer. It is very important to remember not to think about how God would answer our prayer. Our part is to pray with faith according to His will and God’s part is to decide whether to answer our prayer.

The word of God says :

“ My thoughts are not your thoughts, nor are your ways” declared the Lord. For as the heavens are higher than yours and My thoughts than your thoughts. (Isaiah 55: 8-9).


It is impossible to stay focused in prayer without the power of the Holy Spirit. Therefore we have to surrender completely to the work/power of the Holy Spirit. If we rely on our own strength we will begin to have doubts that God hears our prayer  when we do not see the result we had hoped for. If we hold fast to His word, He will not disappoint us, because He is faithful. He doesn’t change His mind we do!! Whatever the answer of our prayer is it will always be good for us if we surrender completely. It might not be something we wanted or expected but God knows what best for us.

The word of God says:

 “And we know that God causes all things to work together for good to those who love God, to those who are called according to His purpose.” (Romans 8:28)


It is very important to be still and be thankful to God at all time. Let us consider these two scriptures:

“Be still and know that I am God; I will be exalted among the nations, I will be exalted in the earth.” (Psalm 46:10)

“In everything give thanks for this is God’s will for you in Christ Jesus”         (1Thessalonians 5:18)

When we learn to sit still, we learn to be patient. When we learn to keep thanking God our faith will get stronger. It is important to remember that God is in control of our lives and all problems. He is in control of everything. Often we are tempted to solve our own problems while we are waiting from the Lord. We end up doing our own things. When we keep thanking God we magnify His power, our faith increases in the power of Christ that destroys the power of Satan over our lives.

Pada saat kita berdoa

Bagi sebagian orang berdoa terasa seperti beban namun bagi orang lain bisa terasa sebagai sebagai suatu keinginan yang besar yang membawa suka cita. Kita tanyakan pada diri kita sendiri tergolong di kelompok manakah kita ? Banyak orang yang tekun berdoa namun banyak pula yang tak suka berdoa atau tak sempat berdoa karena kesibukan dll. Apakah kita berdoa hanya pada saat kita terpojok dan butuh pertolongan Tuhan? Apakah kita selalu berdoa dalam keadaan apapun sulit atau senang?

Doa adalah cara kita berkomunikasi dengan Tuhan melalui Roh Kudus (Roh Allah sendiri) yang berdiam didalam setiap umat Kristen yang percaya. Doa sangat penting sekali layaknya seperti organ tubuh yang penting (jantung) yang memompa darah keseluruh tubuh sehingga tubuh kita dapat berfungsi normal. Secara spiritual tanpa berdoa hidup kita tidak akan berfungsi sepenuhnya. Bagaimana sikap kita dalam berdoa, apakah ada waktu atau formula tertentu dalam berdoa?

1/ Berdoa harus diawali dengan iman dan ucapan syukur

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6)

Pada saat kita berdoa, kita harus imani apa yang kita katakan jangan ada keraguan dan kekhawatiran apakah Tuhan akan mendengar doa kita. Kita datang pada Tuhan dengan ucapan dan rasa syukur atas segala yang telah Dia berikan bagi hidup kita.

Kita bebas untuk mengatakan isi hati dan perasaan yang kita rasakan, Tuhan menghendaki kita untuk JUJUR dan APA ADANYA. Kita tidak perlu datang pada Tuhan sebagai orang yang perfect (sempurna), karena Dia lebih tahu hati dan diri kita daripada kita sendiri. Doa bukan hanya satu pihak (diri kita) mengajukan permohonon tentang apa yang kita inginkan namun komunikasi antara dua belah pihak, dalam hal ini kita dan Tuhan. Pada saat kita berbicara Tuhan mendengar, dan pada saat Tuhan berbicara kita yang harus mendengar. Pada saat Tuhan berbicara melalui Roh Kudus Dia akan bicara langsung ke hati kita. Dia memberikan petunjuk langkah apa yang harus kita lakukan, kapan dan bagaimana harus kita lakukan. Kapan saja kita bisa berbicara dan berkomunikasi dengan Tuhan, tanpa harus menunggu saat waktu kita siap. Panggil namaNya kapan saja….

2/Bersihkan hati dan singkirkan segala kendala yang menghalangi

Pada saat kita berdoa biasanya kita telah memiliki rencana apa yang ingin kita katakan pada Tuhan baik itu permohonan akan sesuatu atau petunjuk. Namun terkadang hati kita penuh dengan hal-hal yang dapat menghalangi doa kita. Salah satunya adalah rasa sakit hati kepada orang lain dan sulit untuk memaafkan. Banyak sekali doa-doa yang dipanjatkan tidak terkabul karena hati kita tak bersih contohnya : kita tak mau memaafkan orang lain yang menyakiti hati kita, iri hati dan tinggi hati/bangga diri. Hal2 seperti ini hal yang tidak disukai Tuhan. Karena Tuhan adalah Kasih dan mereka yang datang padaNya harus datang dengan rasa kasih. Mintalah pada Allah untuk membersihkan hati kita dulu sebelum kita mengajukan permohonan lain-lain.

Yesus mengatakan :

“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.
Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu. “( Markus 11: 25-26 alkitab)

Yesus benar-benar menekankan pada pengikutNya tentang pentingnya memaafkan orang lain yang berpengaruh besar akan hasil dari doa yang dipanjatkan. Dosa memisahkan kita dengan Tuhan, hal-hal yang saya sebutkan diatas adalah dosa yang tidak terlihat orang lain namun Tuhan tahu. PERLU DIINGAT !!!!! Janganlah sekali kali kita berdoa meminta agar Tuhan yang membalas sakit hati kita, namun mintalah agar Tuhan memberikan kemampuan pada kita untuk memaafkan. Apabila kita memohon ampun dengan sungguh-sungguh maka darah Kristus akan membersihkan kita kembali seperti kain putih yang tak ternoda………..

3/Tak perlu banyak kata-kata

Pada saat berdoa curahkanlah isi hati kita apa adanya tidak dengan kata-kata yang indah untuk membuat Tuhan kagum. Bagi Allah Bapa yang paling penting adalah apa yang ada di hati kita. Janganlah pula berdoa dengan niat membuat kagum mereka yang mendengar. Berkata banyak atau sedikit Tuhan sudah tahu maksud doa kita sebelum kita ucapkan.

Yesus mengajarkan :

“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” (Matius 6:6-7 –alkitab).

Sangat jelas pada ayat2 di atas Yesus menekankan betapa pentingnya hubungan yang dekat dengan Allah dan berdoa apa adanya. Allah tidak mengharapkan kita berpura-pura untuk tampil sempurna namun Roh Kudus yang berkuasa menyempurnakan hidup sedikit demi sedikit setiap hari apabila kita patuh dan berserah.

4.Berdoa dalam iman dan Roh Kudus

Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus (Yudas 1:20)

Roh Kudus adalah Roh Allah yang hidup dalam hati orang-orang percaya. Berdoa dalam Roh Kudus adalah berdoa sesuai dengan kehendakNya. Doa-doa kita haruslah dipanjatkan dengan iman sesuai dengan kehendak Allah. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa tahu bahwa kita berdoa sesuai dengan kehendak Allah? Jawabannya adalah bahwa Roh Allah akan memberi kejelasan, ketenangan kekuatan dan damai sejahtera Allah. Dalam Doa yang kita panjatkan kita katakan bahwa Allah kehendakmulah yang terjadi bukan keinginanku… Allah mengetahui apa yang kita butuhkan dan berjanji akan memenuhi kebutuhan kita ( bukan kemauan kita). Sebagai contoh Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa kita (orang percaya) akan hidup kaya dan berlimpah uang, namun Dia menjanjikan apa yang kita BUTUHKAN (sesuai dengan kehendakNya) akan dipenuhi. Hidup yang berkelimpahan seperti apa yang Yesus katakan dalam ayat Yohanes 10:10 (“Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”) adalah hidup yang berkelimpahan di dalam Kristus dan bukan hal –hal duniawi.

5/ Jangan lihat situasi dan kondisi

Pada saat berdoa janganlah tergantung pada kondisi dan situasi yang kita alami. Tentunya kita berdoa dengan berbagai macam permohonan. Baik itu untuk memperbaiki taraf hidup ( kondisi hidup), kesembuhan dari sakit penyakit, masalah hidup/rumah tangga/keluarga, atau mungkin berdoa untuk biaya masuk sekolah anak dsb. Sangat penting sekali kita tidak memikirkan bagaimana cara Tuhan akan menyelesaikan urusan kita karena biasanya pemikiran ini selalu mengarah pada pertimbangan pada kondisi dan situasi diri kita. Bagian kita adalah memanjatkan doa dengan iman sesuai dengan kehendakNya yang terbaik untuk kita dan bagian Allah untuk memutuskan jawaban doa yang kita panjatkan.

Firman Tuhan :

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. ( Yesaya 55:8-9, Alkitab)

6/ Tetap fokus dan berpegang pada firman Allah

Tetap fokus dan tak goyah sangat tidak mungkin bisa dilakukan tanpa kuasa Roh Kudus. Oleh karena itu kita harus berserah sepenuhnya pada kuasa Roh Kudus. Apabila kita mengandalkan kemampuan sendiri seringkali kita goyah dan merasa bahwa Tuhan tidak mendengar doa kita terlebih pada saat kita belum melihat hasil/jawaban. Apabila kita berpegang pada firman Tuhan yang kuat, Dia tidak akan mengecewakan kita, karena Tuhan selalu setia pada janjiNya. Dia akan selalu menjunjung tinggi firman-firmanNya yang agung. Manusia bisa berubah fikiran tapi Tuhan tidak !!!. Apapun jawaban doa yang Dia berikan akan berguna untuk kebaikan kita apabila kita berserah seutuhnya. Mungkin jawaban doa tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita kehendaki namun dibalik semua itu ada rencanaNya yang baik yang tidak kita ketahui, Dia tahu yang terbaik untuk kita…

Firman Tuhan mengatakan :

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

7/Tetap tenang and terus bersyukur pada saat menunggu jawaban doa

Sangat penting sekali kita tetap tenang dan terus mengucap syukur pada saat menunggu jawaban doa kita. Lihatlah dua ayat tdi bawah ini:

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!” (Mazmur 46:10-Alkitab).

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Thesalonika 5:18- Alkitab)

Tetap tenang melatih diri untuk bersabar, tetap bersyukur membuat diri kita lebih kuat pada saat menunggu jawaban doa. ALLAH BERKUASA AKAN HIDUP KITA dan segala MASALAH YANG KITA HADAPI. Seringkali kita tergoda ingin cepat memecahkan masalah dengan cara kita (walalupun kita telah mengatakan untuk berserah sepenuhnya pada Tuhan) sehingga kita mengambil langkah yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Dengan sikap yang terus bersyukur dalam DALAM SEGALA SITUASI kita menjunjung tinggi kuasa Tuhan, meningkatkan dan menguatkan iman atas kuasa KRISTUS yang besar yang melemahkan dan mengalahkan kuasa setan dalam hidup kita…….

A message of forgiveness and restoration

The parable of the prodigal son (the lost son) in the book of Luke 15: 11-31 carries a strong message for us. I believe is not only a message of forgiveness but also a message of restoration. It restores in man the purpose of God in his life.
We read in the parable that the father gave both sons an equal portion of his wealth. The older son is faithful and respects his father, enjoying his life in his father’s house. Meanwhile the younger brother travelled away and soon squandered his inheritance. (It is interesting that the father has never sent his servants to look for him.)

When the famine strikes he goes hungry and wants to return to his father. Later on he realises his mistake and goes back to his father’s house. He misses his father’s presence. He repents for the sin he has committed and asks for forgiveness. The father gladly receives him back with open arms. A joy fills the father’s heart and he celebrates the arrival of his lost son with a thankful heart. However this moment causes bitterness from the older brother.

I believe this parable could also represent the life of two types of believers in the house of God. Though both equally have received the grace of God but they respond or act differently. One is faithfully serving God while the other is turning his back from God’s love and falling into sin. The famine in the story can be viewed as a difficulty faced in life. God allows that to happen so he can be drawn back to Him like the father in the parable.(God does not discuss nor demand an explanation why his child makes a mistake)

Our Father in Heaven knows everything. When we make mistakes or fall away. He wants us to come back to Him with a genuine repentance. Sometime a feeling of unworthiness prevents a man from coming back to God, simply because he sees that God is holy and His love is pure. It is important to understand that God’s love does not change – it is us that changes.
If you are in the situation like the younger son, all you need to do is come to God and ask for His forgiveness.

“If we confess our sins, he is faithful and just and will forgive us our sins and purify us from all unrighteousness.”(1 John 1:9)

The blood of Jesus is able to cleanse us from all our sins. Jesus makes us righteous before God the Father.
I must say sometimes children of God act like the older son by easily getting jealous when they see others who do not work as hard as them or who less spiritual, but receive more blessings. They embrace the spirit of jealousy which can only lead them to destruction. In the same way they must repent and ask for forgiveness. Satan has a way to take this kind of opportunity to destroy life. We must be extra careful to guard our heart.

“Blessed are the pure in heart, for they will see God”. (Matthew 5:8).

“These people honour me with their lips but their hearts are far from me.” (Matthew 15:8)

We must not rely on our own strength to make things right but by the power of the Holy Spirit who works in us. The Lord will restore our walk with Him no matter how bad the situation we are in, if we are willing to surrender and submit to His authority.

                            Pesan akan pengampunan dan pembaharuan

Perumpamaan tentang anak yang hilang yang tertulis dalam alkitab Lukas 15:11-32 mengandung pelajaran yang begitu berharga untuk kita semua. Saya percaya bahwa perumpamaan ini bukan hanya pesan tentang pengampunan namun juga tentang perbaikan dan pembaharuan hidup yang menempatkan seseorang kembali kepada rencana Tuhan dalam hidupnya.
Kita pelajari bahwa sang ayah membagi harta kekayaannya kepada kedua anak laki-lakinya dengan porsi yang sam/adil. Anak yang sulung sangat setia dan menghormati ayahnya, menikmati hidupnya bersama ayahnya di rumah. Sementara anak yang bungsu pergi jauh setelah menerima bagiannya dan menghabiskan harta miliknya dan hidup berfoya-foya. (Sangatlah mengherankan bahwa sang ayah tidak pernah menyuruh para pembantunya untuk mencari anaknya yang pergi).

Pada saat bencana kelaparan menyerang hal ini membuatnya untuk kembali kepada ayahnya. Dia menyadari segala kesalahannya dan kembali kerumah ayahnya. Dia sangat merindukan kehadiran ayahnya. Dia bertobat dan memohon ampun atas segala dosa yang telah dia perbuat. Dengan senang hati ayahnya menerima kembali dan menyambutnya dengan gembira dan suka cita yang begitu dalam. Sangat disayangkan bahwa hal ini menimbulkan kedengkian/iri di hati anak yang sulung.

Saya percaya bahwa perumpamaan ini juga mengisahkan tentang dua kehidupan yang berbeda antara dua anak Tuhan (orang percaya) dalam rumah Tuhan. Walapun keduanya sama menerima kasih Allah namun mereka merespon dan bertindak/bertingkah laku sangat berbeda. Yang satu dengan setia melayani Tuhan dan yang lain berbalik dan meninggalkan Tuhan dan jatuh dalam dosa. Bencana kelaparan dapat diumpamakan sebagai kesulitan hidup yang dialami. Tuhan mengijinkan hal ini terjadi agar Dia dapat membawanya kembali untuk datang kepadaNya (Tuhan tidak menuntut penjelasan dan pertanggung jawaban akan kesalahan dan dosa yang diperbuatnya)

Bapa di Sorga mengetahui segalanya. Pada saat kita melakukan kesalahan maka kita akan jatuh. Dia ingin agar kita kembali dan bertobat. Kadang rasa tak berharga akan diri sendiri menghalangi seseorang untuk datang pada Tuhan, karena dia tahu bahwa Tuhan begitu suci dan kasihNya begitu murni dan sempurna. Sangat penting untuk dimengerti bahwa kasih Allah pada kita tak berubah, kita yang selalu berubah.
Kalau anda sekarang merasa seperti anak yang bungsu dalam perumpamaan diatas, yang anda harus lakukan adalah datang pada Tuhan dan bertobat serta mohon ampun.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil,sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.                 (1 Yohanes 1:9).

Darah Kristus akan membersihkan kita dari segala dosa-dosa. Dia membuat kita benar di hadapan Allah Bapa.

Saya harus katakan bahwa kadang orang-orang percaya bertindak seperti anak yang sulung. Mudah iri hati apabila melihat orang lain yang tidak bekerja keras seperti mereka dan mungkin kurang beriman namun menerima banyak berkat. Mereka merangkul roh iri hati yang hanya akan membawa kepada kehancuran. Mereka harus bertobat dan mohon ampun pada Allah. Iblis memiliki cara untuk mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan langkah mereka. Kita harus selalu menjaga hati kita.

Alkitab menuliskan :

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah (Matius 5:8)

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku (Matius 15:8)

Kita tidak dapat menggantungkan dengan kekuatan sendiri untuk meluruskan dan meperbaiki segalanya. Kita membutuhkan kuasa Roh Kudus yang bekerja di hati kita. Allah akan meluruskan dan memperbaharui langkah kita denganNya walaupun kesalahan yang kita perbuat begitu besar dan buruknya situasi yang kita alami, apabila kita bersedia untuk berserah dan tunduk pada segala otoritas dan kuasa ILAHI.

And the dry bones became a great army

The Spirit of God came upon Ezekiel and led him to the valley full of dry bones. He was instructed to prophesy over the dry bones. The dry bones rattled, connected with each other. They formed as a human body covered with a skin. The Lord gave them breath and they lived, many of them stood upon their feet. The dry bones became an exceedingly great army. (Ezekiel 37:1-10).

God led Ezekiel through this vision. It symbolised the whole House of Israel that was then in captivity in the land of Babylon. Like unburied skeleton the people of Israel were in the state of living death. They turned away from God rejected Him. They thought there was no hope for them and they were cut of forever from God. God had chosen Ezekiel to speak to his people that He would restore their devastated nation and land.
God promised to restore them physically and spiritually.

“ I will put my Spirit in you and you shall live, and I will put you in your own land. Then you shall now that I, the Lord have spoken it and performed it.”(Ezekiel 37:14).

I believe the vision is also symbolised the strong army of believers and they are not just a group of people. They are spiritually strong in the Lord, equipped, trained and ready for battle. They obey God’s Word, submit to His Spirit and move with His mighty power. This is the prophecy of redemption for the nations by Jesus Christ.

Through the death of Jesus and His resurrected body by the power of the Holy Spirit, we have been brought back to life. We were dead in our sins and God made us alive in Chris Jesus. He has delivered us from sin and put his Spirit within us. He keeps us by his power through faith unto salvation.

When the Spirit of God leads a righteous man, he keeps him from falling to sin. He guides him to walk in the light and the truth of God’s word. He is being perfected day by day by the power of the Spirit. His obedience to the leading of the Spirit’s is an acceptance of His Lordship. We are all created and called specifically and uniquely to fulfill God’s Kingdom purposes. We are to impact and influence this world with the Kingdom message of salvation.

Once we were like those dry bones in the valley dead in sin without hope. We have been made alive to live and to serve God in Christ Jesus and to fulfill His plan in our life when we seek and accept Him.

Your Kingdom comes your will be done…….amen

Dan tulang beluang berubah menjadi barisan tentara yang kuat dan luar biasa.

Kuasa Tuhan meliputi Yehezkiel (Nabi Dul-Kifl) dan melalui perantaraan Rohnya dia dibawa ke suatu lembah penuh dengan tulang-tulang yang kering dan berserakan. Dia diperintahkan untuk bernubuat pada tulang-tulang tersebut untuk hidup kembali. Satu persatu tulang-tulang tersebut menyambung satu dengan yang lain dengan suara yang berderak. Urat, daging dan kulit membungkusnya yang pada akhirnya membentuk sebuah tubuh manusia. Tuhan menghembuskan nafas pada tubuh tersebut dan mereka hidup dan berdiri. Tulang belulang yang kering dan berserakan telah berubah menjadi sekumpulan besar tentara yang kuat dan luar biasa. (Yehezkiel 37:1-10).

Tuhan membimbing Yehezkiel melalui visi yang menggambarkan kehidupan bangsa Israel di masa perbudakan di tanah Babylon. Bagaikan tulang belulang tak terkubur dan berserakan begitulah kondisi bangsa Israel walaupun hidup namun berada dalam kondisi bagaikan seorang yang telah mati. Mereka meninggalkan Tuhan dan menolakNya. Mereka mengira harapan mereka terputus selamanya. Tuhan memilih Yehezkiel untuk berbicara pada bangsanya bahwa Dia akan memulihkan kehidupan mereka dari kehancuran tanah dan bangsa mereka.
Tuhan tidak hanya berjanji akan memulihkan fisik bahkan juga roh dan jiwa mereka.

Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.” ( Yehezkiel 37:14)

Saya percaya bahwa visi/penglihatan ini juga merupakan gambaran akan tentara orang-orang beriman yang begitu kuat. Bukan hanya sekumpulan orang-orang percaya namun mereka juga terlatih dan terdidik untuk siap menghadapi peperangan rohani. Mereka patuh akan firman Tuhan dan berserah serta percaya pada kepemimpinanNya, mereka bergerak oleh kuasaNya. Visi Ini juga merupakan nubuatan atas berita keselamatan untuk bangsa-bangsa melalui Yesus Kristus.

Melalui kematian Kristus dan kebangkitanNya oleh kuasa roh kudus kita telah dihidupkan kembali dari kematian akan dosa. Dia telah menyelamatkan kita dari segala dosa dan memberikan rohNya yang kudus kepada kita orang-orang percaya. Dia menjaga kita dengan kuasaNya melalui iman akan keselamatan hidup kita.

Pada saat Roh Allah membimbing langkah orang beriman maka dia akan menjaganya untuk tidak jatuh dalam dosa. Dia menuntunnya untuk berjalan dalam terang dan kebenaran firman Tuhan. Dia merubahnya untuk terus menjadi sempurna dari hari ke hari. Kepatuhan orang tersebut terhadap pimpinan Roh Allah merupakan bukti akan pengakuannya terhadap kepemimpinan Tuhan. Kita semua diciptakan khusus dan unik untuk memenuhi segala rencana KerajaanNya, juga menyebarkan berita keselamatan pada dunia.

Suatu ketika kita bagaikan tulang belulang di lembah mati karena dosa tanpa harapan. Kita telah dihidupkan kembali untuk hidup dan melayani Allah dalam Kristus melengkapi apa yang Dia rencanakan bagi hidup kita apabila kita bersedia untuk mencari dan menerimaNya.

Datanglah KerajaanMu dan jadilah kehendakMu…Amin.

The voice from the excellent glory

In the Jordan river when Jesus was baptised by John the Baptist the voice came from heaven saying “ This is My beloved Son, in whom I am well pleased”. The Holy Spirit came as a white dove to magnify and shield that holy declaration. Among the multitudes that had gathered there and witnessed the scene, Jesus identified Himself with sinners and He did not receive the baptism of confession of sin and guilt but rather the Son of God was solemnly entering upon the work as a Mediator to God the Father. The Holy Spirit was descending on him to be through his mediation of communication to his people. This is the manifestation of three Persons in the sacred Trinity.

From the time before the creation of heavens and earth until the time when Jesus will testify to His church “ I am the Alpha and the Omega, the Beginning and the End, the First and the Last “ God had spoken and will continue speaking to His people. His voice shall be heard throughout eternity.

His prophets hear His voice and listen to His command. This is the same voice that divides the flames of fire, powerful and majestic (Psalm 29:4;9 ). God’s voice thunders in marvellous way, He does great things beyond our understanding (Job37:5). The voice of God Almighty when he speaks like the sound of the wings of the cherubim could be heard as far away as the outer court.(Ezekiel 10: 5)

There was a time when Moses finished presenting the offerings of his people to God he entered the tent of meeting to speak with the Lord, he heard the voice speaking to him from between the two cherubim above the atonement cover on the ark of the covenant law to give him more instructions.

Jesus said “ My sheep hear my voice, I know them and they follow Me. “And I give them eternal life and they shall never perish, neither shall anyone snatch them out of My hand. My Father, who has given them to Me, is greater than all and no one is able to snatch them out of My Father’s hand. I and My Father are one (John 10 v 27-30).
Jesus claims a Divine power and excellence equally with God the Father. The great Shepherd of the church of God guides and protects them with His Holy Spirit and Word.

We should have attentive ears to listen to His precious direction, wisdom and understanding. He speaks the only TRUTH that gives life to all who seek Him. He reigns in the heart of those who honour His presence and He does not force His way. The Holy Scriptures are the word of God that we must obey. Heaven and earth are at His command. He sits above disruption and confusion of the earth.

God’s Word is permanently marked in the heart of believers, the brides of Christ. Those who follow Jesus faithfully shall not perish. The Lord is able to defend them against all the flaming arrows of satan. All things are naked and opened unto the eyes of Him with to whom we must give account (Hebrews 4:13). Therefore we must humble ourselves and cast our care upon Him, for he cares for us. If you hear His voice now, come to God be honest about yourself and do not hold things back. Repent if you have sinned and grieved the Holy Spirit. Release yourself from any form of bondage that can destroy your life. God is faithful and just to forgive us. There is nothing more powerful than the blood of Jesus to cleanse our sins.
We must fix our eyes on Jesus, the pioneer and perfecter of our faith. He endured the cross and sat down at the right hand of the throne of God.
“( The angels ) saying with a loud voice in the heaven : “Worthy is the Lamb who was slain to receive power and riches and wisdom, and strength and honor and glory and blessing!” (Revelation 5 :12)

Indonesian languange

Suara dari tahta yang megah

Di sungai Yordan pada saat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembabtis “Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan “ Roh kudus turun seperti burung putih merpati menandakan dan memuliakan deklarasi yang suci. Diantara orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut, Yesus mengidentifikasikan diriNya dihadapan mereka orang-orang berdosa. Dia tidak dibaptis untuk bertobat dan mengakui segala dosa dan kesalahanya Anak tunggal Allah telah menerima diriNya sebagai Pengantara Allah untuk melakukan segala pekerjaan bagi Allah Bapa. Roh Kudus sebagai media komunikasi umat manusia pada Kristus.

Sejak saat sebelum Sorga dan bumi diciptakan sampai pada saat Yesus mengatakan “Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” Tuhan telah berbicara dan akan terus berfirman. Suaranya akan selalu terdengar selamanya di alam kekal.

Nabi-nabi Allah mendengar suaraNya and patuh akan perintahNya. Ini adalah suara yang dapat menyemburkan nyala api, penuh kekuatan dan kemegahan ( Mazmur 29: 4;9). Suara Allah mengguntur dan mengagumkan,Ia melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak tercapai oleh pengetahuan kita. Suara Allah Yang Mahakuasa, pada saat Ia berfirman bagaikan suara sayap kerub yang terdengar sampai pelataran luar Bait Allah (Yehezkiel 10:5).

Tertulis dalam alkitab bahwa pada saat Musa mempersembahkan korban keselamatan untuk Allah untuk menerima perintah selanjutnya dia memasuki Kemah Pertemuan untuk berbicara dengan Dia, disitulah Musa mendengar suara yang berfirman kepadanya dari atas tutup pendamaian, di atas tabut hukum Allah, dari antara kedua kerub.

Yesus mengatakan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.

Yesus menempatkan diriNya satu dan sederajat dengan kesempurnaan and keilahian Allah Bapa. Pengembala domba-domba Allah yang sempurna membimbing orang-orang percaya dengan Firman dan RohNya yang Kudus.

Kita harus memiliki telinga yang siap mendengar petunjukNya yang berharga dalam hikmat dan pengertian. Dia hanya berkata tentang kebenaran yang memberikan kehidupan bagi mereka yang tekun mencariNya. Dia bertahta di dalam hati mereka yang menghormati kehadiranNya dan Dia tidak pernah memaksakan kehendakNya pada kita.Alkitab adalah firman Allah yang harus kita patuhi dan tekuni. Sorga dan bumi dibawah kuasaNya. Dia duduk dan bertahta di atas segala pertentangan, kekalutan dan kehancuran dunia.

Firman Allah akan selalu menandai hati orang-orang percaya, para mempelay Kristus. Mereka yang setia mengikuti Kristus tidak akan binasa. Kristus akan selalu memberi kekuatan dan membela mereka dari segala serangan panah api iblis. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab (Ibrani 4:13).Oleh karena itu kita harus merendahkan hati di hadapanNya dan serahkan segala beban dan perkara kita pada Yesus karena Dia mengasihi kita. Apabila anda mendengar suara Allah saat ini datanglah pada Kristus dengan jujur tentang diri anda. Bertobatlah apabila anda melakukan dosa dan mendukakan Roh Kudus. Bebaskan diri anda dari segala ikatan beban perbudakan yang akan menghancurkan hidup anda. Allah setia dan adil untuk memaafkan kita. Tidak ada kuasa yang melebihi darah Kristus yang mampu membersihkan dosa-dosa kita.

Kita harus tujukan mata dan perhatian kita kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita kepada kesempurnaan. Dia mengabaikan kehinaan tekun memikul salib dan sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Malaikat Allah berseru dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!”(Wahyu 5:12)

The beauty of faith

“Faith comes by hearing, hearing by the word of God “ (Romans 10:17).

Often this scripture reminds me to keep my focus on the things that God has spoken concerning my life. There is faith that comes with self desires and thoughts. There is also faith that comes with other people’s influence and expectation over the person’s life and he takes them as something that he has to believe for. I must say both are equally dangerous as they are often inspired by fleshly ambition.

I have seen many believers end up frustrated and they felt that God did not answer their prayers. A person could have faith on something that contrary to the will of God. He disobeys God if he does his own things in order to please himself or other people. Satan could take this opportunity to lead him far away from the purpose of God in his life.

True faith is produced by the work of the Holy Spirit. It is inspired by God’s desire planted in the heart of His children to fulfil His Kingdom purpose on this earth. The faith in the gospel of Christ is the foundation of every faith to God’s word. Christ is the only access to God the Father and His promises written in the bible and what is spoken through His Holy Spirit to us. We are qualified to access the throne of grace in the hope and glory of God only by faith in Christ Jesus.

Our communion with God in the time of prayer and meditating His Word and in obedience to His instructions can change our hearts to be more receptive and train our spiritual ears to be more sensitive to hear HIS VOICE. By the power of His grace these will enable us to gain more understanding of His ways in directing our lives.

The woman who suffered with the issue of blood for 12 years received healing by touching the hem of Jesus’ garment. She perceived that Jesus was the Messiah, the Healer and the final hope she had. She understood and believed that it was the will of God for her to be cured. Her faith had led her to come to Jesus that set her free. Jesus said to her :” Daughter, your faith has made you well. Go in peace and be healed of your affliction.” (Mark 5 : 25-34)

When we are able to perceive and understand the will of God in Christ Jesus then faith comes to establish all things that have been predestined for our lives in Him before the foundation of this world. The beauty of this faith is pure, perfect, unshakeable, full of hope and joy and it has no end.

Keindahan Iman

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus “ (Roma10:17).

Sering kali ayat ini mengingatkan saya untuk tetap fokus pada hal-hal yang Tuhan katakan tentang hidup saya. Ada iman yang lahir dari keinginan diri sendiri dan ada juga iman yang timbul karena pengaruh orang lain akan harapan dan keinginan terhadap hidup seseorang yang membuatnya percaya dan mengimani serta mengikuti jalan tersebut. Kedua hal ini sangatlah berbahaya karena seringkali diinspirasikan oleh kemauan dan ambisi duniawi.

Saya telah melihat beberapa orang percaya yang hampir putus harapan dan merasa bahwa Tuhan tidak mendengar doa-doa mereka. Seseorang bisa saja mengimani sesuatu hal yang bertentangan dengan kehendak Allah untuk hidupnya. Apabila dia melakukan hal-hal sesuai dengan kemauan sendiri untuk menyenangkan diri sendiri atau orang lain maka dia tidak mematuhi Allah. Pada saat seperti ini Iblis akan dapat menggunakan kesempatan ini untuk menyeret jauh hidup seseorang dari rencana Allah.

Iman yang sempurna tercipta dan tumbuh karena pekerjaan dan kuasa Roh Kudus, diinspirasikan dan ditanamkan oleh Allah sendiri di hati anak-anakNya dalam memenuhi rencana kerajaanNya di bumi ini.

Iman akan Kristus adalah dasar dari segala iman akan segala firman Allah. Kristus adalah jalan kepada Allah Bapa dengan segala janji-janjiNya yang tertulis di alkitab dan segala yang diajarkakan Roh Kudus di hati kita. Melalui Kristuslah kita mendapatkan jalan untuk datang kepada tahta Allah yang penuh kasih.

Persekutuan kita dengan Allah yang dilakukan dalam doa dan dengan mendalami firman serta patuh akan segala perintahNya dapat merubah hati untuk lebih menerima dan mengerti firman dan melatih telinga untuk lebih peka mendengar suaraNya yang kudus. Dengan kuasa kasihNya kita dapat lebih mengerti akan jalan dan bimbinganNya dalam hidup kita.

Seorang perempuan yang telah menderita pendarahan selama 12 tahun menerima kesembuhan seketika pada saat dia menjamah jubah Yesus. Perempuan tersebut memandang Yesus sebagai Utusan Allah dan sebagai harapan terakhir yang dia percayai untuk dapat menyembuhkan penyakitnya. Ia mengerti dan percaya bahwa kehendak Tuhan baginya untuk sembuh.Imannya yang begitu kuat terhadap Yesus telah membebaskannya dari penderitaan.
Yesus berkata pada perempuan itu :” Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu.” ( Markus 5: 25-34)

Pada saat kita dapat memahami dan mengerti rencana Allah dalam Kristus maka iman akan tumbuh dan melengkapi segala hal yang Tuhan telah rencanakan untuk hidup kita dalam Dia sebelum dunia diciptakan. Keindahan akan iman ini adalah suci, sempurna, tak tergoyahkan, penuh damai suka cita dan tak akan pernah berakhir.

Lord, I trust You…

When we face a certain situation often we do not know what to pray, how to pray and when to pray. This is a normal thing in the life of believer. It is not a sign of weakness like the world sees it but it is the evidence that we need God’s direction. We don’t know the answer of everything but God knows. Jesus who is at the right hand of God the Father is interceding for us. God loves us and through Christ alone God sees us worthy.  For of Him and through Him and to Him are all things, simply put Christ is everything to us.

The access to the throne of God to obtain what we need has been granted to us through Christ. God the Father has given Him all authority in heaven and on earth. In Christ God’s power manifests, the wisdom of heaven is revealed and the treasure of His heavenly throne is unfolded.

Christ commands us to abide in Him and to be in constant communion with His Spirit so we could face and overcome every challenging or difficult situation. He communicates with us by His Holy Spirit. We gain assurance and strength in His supremacy by abiding in His word in faith.

There was a time in my life where I couldn’t see where I was going. I felt that all doors seemed to be closed before me and there was no way out for me to come out from such a difficult and complicated situation. One thing I was sure Christ’s love would never depart from me, I was not alone He would never leave me nor forsake me, that is His promise !!

I surrendered myself to God and relied on Him completely. I only knew little about faith but I trusted Him. The Holy Spirit gently guided my way to come out from that situation and I thank Him for that.

When Jesus said to the disciples  : “ Do not let your heart be troubled believe in God, believe also in Me “ ( John 14:1). Here Jesus knew that they felt anxious if they had to face the world alone without Him. His word gave them assurance and comfort to their hearts that they would meet Him again and He would come back for them.

Trusting God is a decision to surrender and to submit to His authority and power.  We must put our dependence completely in Him and fix our eyes on the Cross. Set our mind only on His heavenly purposes. The bible says “ His judgements are unsearchable and His ways past finding out “ Our mind cannot comprehend them, our thought unable to measure the depth of His riches of wisdom and knowledge. Often the plan that Satan has created to deceive and destroy us (God’s children) God would use it as an opportunity to strengthen our faith if we endure the suffering. He could turn the situation around to benefit us.  

We must not let our emotion conquer our soul, we must not allow our feelings dominate our spirit.  We should learn diligently to enter Christ’s rest by trusting Him. Those who do this cannot be easily intimidated and troubled by any tough situation that they may experience.

 Those who trust in the Lord are like Mount Zion, which cannot be moved but abides forever. (Psalm 125 :1)

Only by the power and the work of the Holy Spirit in our heart His grace shall lead us to His rest. It shall empower  us to trust Him and it shall bring us to the place of peace in the storms of doubt and perplexity.


The receiver of His grace

It was dusk when I drove through the country side. I saw a sheep standing on the corner of the junction, confused and scared of the headlights of cars passing by. He was separated from his group and his shepherd, he didn’t know where to go. A thought came to my mind, “the lost sheep” ! I was hoping his shepherd would soon find him and bring him back home.

This experience had taught me an important lesson of our dependence to our Shepherd, Lord Jesus Christ. He says “ My sheep hear my voice “. The voice that leads us to the truth, guides us to the fullness of His life and directs us to His love.
Jesus’ precious blood was shed on the cross to cleanse a sinful man and to redeem him from eternal condemnation. By His grace He made him alive who was once dead in trespasses and sins. In the body of His flesh through death He presents man holy and blameless in God’s sight. They become God’s children having a new heart through the working of the Holy Spirit. There is nothing man could do to qualify himself to obtain all of these by his own work.

Many reject His calling. They hardened their hearts and their mind are occupied with reasoning. Satan deceived them with a thought that if they would accept Jesus’ love they must prepare to qualify and to present themselves as a good person and to give up their enjoyment in this world by their own strength. It is a plan of man’s destroyer (satan) to prevent humanity from receiving the light of truth, the abundant and the eternal life in Christ Jesus.

Unless we open our heart to receive invitation of His grace we would never have a clear understanding of the precious work of God the plan of redemption for humanity that began in the heavenly court. The light of His Spirit would shine on the chamber of the soul of those who accept His calling and it enables them to see the truth, to receive the truth and to walk in truth. What a precious life is in Christ Jesus! The life that had been predestined before the foundation of the earth was laid.

It is impossible to live a Christian life victoriously without His grace. Those who attempt to do so will soon fall into the temptation of Satan. The Spirit of God ministered to Paul in his time of persecutions and distresses.
“My grace is sufficient for you, for My strength is made perfect in weakness.” (2 Cor 12:9).

This means we constantly need His grace in everything we do daily. We must not rely on our ability and strength but surrender to His will and by faith depend on His power. Christ makes grace abound toward all of us according to the measure of His gift that we may have all sufficiency to accomplish every good work.

True believers are those who hear the voice of God, receive His direction and act in obedience to His truth. God has called them to His eternal glory and He has established their hearts and strengthened them in faith to accomplish His plan.

It is God’s desire for His children to know His riches of His glory and authority. Christ empowers those who believe on him to live in His fullness by the power of His resurrection. Their spiritual eyes are open to see the manifestation of His supremacy. Their spiritual ears are attentive to His voice. Their minds are being renewed to accept the supernatural evidence of perfection and beauty of His word. Their hearts are receptive to His love and mercy.

We were once like the lost sheep and was found by his shepherd, brought back home, fed and gently looked after.The Shepherd of our soul Jesus Christ in whom grace abound shall never fail to lead those who hear his voice and follow him.

Mereka yang menerima kasih karunia-Nya

Di senja yang hampir gelap dalam perjalanan pulang sambil mengendarai mobil di daerah perbukitan saya melihat seekor domba yang tersesat di sudut persimpangan jalan. Domba tersebut terlihat bingung dan ketakutan akan sinar lampu mobil-mobil yang lewat. Terpisah dari kelompok dan gembalanya tak mengetahui kemana harus melangkah. Seketika terlintas dalam pikiran saya “ Domba yang hilang dan tersesat ” ! saya sangat berharap gembala domba itu akan segera menemukannya dan membawanya pulang.
Pengalaman ini mengajarkan saya lebih lagi akan begitu pentingnya bergantung pada Gembala jiwa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Dia mengatakan “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, “. Suara yang membimbing langkah kita untuk mencapai kebenaran, kehidupanNya yang penuh dalam Dia dan mengarahkan langkah kita pada kasihNya.
Darah Yesus yang telah dikorbankan di kayu salib telah membersihkan dosa kita dan juga sebagai tebusan atas segala hukuman yang harus dijalani di masa yang kekal tanpa akhir.
Dengan kasihNya kita hidup kembali yang pada suatu saat telah mati dalam dosa. Melalui kematianNya dan kebangkitNya Dia mempersembahkan manusia suci dan tak ternoda di hadapan Allah Bapa. Mereka menjadi anak-anak Tuhan yang memiliki hati yang baru melalui pekerjaan dan kuasa Roh Kudus. Tak sedikitpun hal yang dapat manusia lakukan dengan usahanya sendiri untuk mendapatkan atau menerima hal ini.
Banyak dari mereka yang menolak panggilan Yesus. Mereka berkeras hati dan pikiran mereka dipenuhi dengan hal –hal dan alasan-alasan untuk menolaknya. Mereka termakan oleh hasutan iblis bahwa mereka harus mempersiapkan diri dahulu untuk hidup suci dan melepaskan hal-hal yang tidak benar yang mereka lakukan di dunia ini untuk berhak menerima kasih Kristus dengan usaha dan kekuatan sendiri. Ini adalah rencana iblis yang menghalangi langkah manusia untuk menerima kebenaran, kehidupan yang berlimpah oleh kasihNya sekarang dan dimasa yang kekal. Sebaliknya haruslah kita datang pada Kristus apa adanya mengakui dan bertobat, maka Kristus akan memberikan kekuatan dan rohNya yang Kudus akan dapat merubah hidup kita.
Apabila kita tak membuka hati dan menerima panggilan kasih Kristus maka kita tidak akan mengerti akan pekerjaan yang dimulai di Sorga untuk menyelamatkan manusia. Sinar terang Roh Allah akan menyinari lubuk jiwa dan hati mereka yang menerimaNya sehingga mereka dapat mengenal kebenaran, menerima kebenaran dan melangkah dalam kebenaran. Begitu indahnya kehidupan dalam Kristus! kehidupan yang telah direncanakan sebelum langit dan bumi diciptakan.
Sangatlah tak mungkin hidup penuh dengan kemenangan tanpa kasih karunia Kristus. Mereka yang mencoba melakukan tanpanya akan gagal jatuh dalam masa percobaan atau gangguan/hasutan setan. Roh Kudus yang begitu setia menguatkan Paulus pada saat-saat yang begitu sulit.
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. ( 2 Korintus 12:9)
Ini berarti kita harus selalu hidup dan bergantung sepenuhnya pada kasih Kristus setiap saat/ setiap waktu dalam segala hal yang kita lakukan. Janganlah kita bergantung pada kemampuan dan kekuatan sendiri namun berserahlah dalam iman dan kuasaNya yang begitu besar. Kristus melimpahkan kasihNya yang besar bagi kita semua sesuai dengan anugrahNya agar kita dapat menyelesaikan segala pekerjaan yang Dia berikan.
Orang-orang percaya adalah mereka yang mendengar suara Allah, menerima segala petunjukNya dan melakukan segala perintahNya dengan iman dan kebenaran. Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil mereka dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, meneguhkan dan menguatkan dalam iman untuk melengkapi segala rencanaNya bagi hidup orang-orang percaya.
Suatu kerinduan hati Tuhan agar kita semua anak-anakNya mengenal kekayaan dan kemuliaan serta otoritasNya. Kristus memberikan kemampuan pada mereka yang percaya untuk dapat hidup dalam kesempurnaanNya dalam kuasa kebangkitanNya. Mata roh mereka akan terbuka untuk dapat melihat manifestasi kuasa yang begitu agung. Telinga roh mereka selalu siap mendengar suara Allah. Pola pikir mereka akan terus diperbaharui yang dapat menerima segala bukti akan kesempurnaan firmanNya.
Suatu saat kita bagaikan domba yang hilang dan tersesat yang telah ditemukan oleh gembalanya yang begitu setia, dibawa pulang dan dirawat dengan penuh perhatian. Gembala jiwa kita Yesus Kristus sumber kasih dan karunia tidak akan pernah gagal membimbing mereka yang mendengar suaraNya dan mengikutiNya.